
Hatiku sakit saat melihat Raja membawa seorang gadis. Sesak semakin terasa saat ia memberikan undangan pernikahan nya. Aku masih mencintai Raja? Iya, aku masih sangat mencintai nya. Mas Adrian? Aku sedang membiasakan diri untuk mencintainya. Untuk terakhir kalinya, aku akan memakai warna hijau seperti yang kau suka.
"Kau memakai anting itu?"
"Iya mas, bagaimana?"
"Cantik seperti biasanya, ayo"
Kita sampai di pesta pernikahan Raja pukul 19.45. Ini gedung yang sama saat aku melihat Raja untuk pertama kalinya, tidak ada yang berubah. Kuatkan hatimu Meera, ingat kau sudah memiliki Adrian yang begitu mencintaimu. Aku berusaha menguatkan diriku sendiri.
"Sayang undangannya tertinggal di mobil, aku ambil dulu kau tunggu disini"
"Mas aku saja yang ambil"
"Biar aku saja sayang, kau tunggu disini ya" mas Adrian mengusap pipi ku lembut, aku mengangguk. Maafkan aku yang belum mampu mencintaimu sepenuh nya mas. Tapi percayalah aku selalu berusaha.
"Ayo masuk"
"Ayo" aku merangkul lengan kiri mas Adrian, tak lupa senyum manis ku kembangkan untuk menutupi perih hatiku.
Pasangan pengantin baru itu tampak begitu serasi, yang pria begitu gagah dengan Tuxedo yang di kenakannya, dan sang wanita begitu cantik dalam balutan gaun berwarna merah maroon. Selesai berbincang dengan beberapa rekan mas Adrian, pa Kusuma dan putri sulung nya menyapa kami. Pantas Raja begitu kharismatik, ternyata menurun dari ayahnya. Bu Ratu menggendong gadis kecil, sangat manis. Dia terus mengulurkan tangannya, ketika aku menyentuh tangannya dia tertawa, aihh gadis kecil, kau begitu menggemaskan.
"Rossa mau gendong tante?" Gadis kecil itu tersenyum, seolah mengerti apa yang sedang ibunya bicarakan.
"Ade cantik namanya Rossa, sini gendong" aku mengulurkan tanganku dan gadis kecil itu langsung meraihnya, dia terus saja menatapku dan menyentuh wajahku ketika berada dalam gendonganku
__ADS_1
"Rossa sayang, nanti wajah tante kotor, sini gendong mama lagi"
"Tidak apa bu, lagipula tangan Rossa bersih"
"Kalian sudah cocok menjadi orang tua" pa Kusuma mentapku mas Adrian dan aku bergantian
"Kami tidak buru-buru pa, lagipula Meera masih muda. Saya ingin dia menikmati masa mudanya dulu"
"Pengertian sekalian nak Adrian ini, Raja harus belajar dari mu" mas Adrian tertawa kecil
"Rossa sayang sini gendong mama lagi nak, kasihan itu tantenya lelah" Rossa kembali kedalam gendongan ibu nya.
Pa Kusuma dan bu Ratu pamit menemui tamu yang lain. Mas Adrian mengajak menemui pasangam pengantin itu untuk memberi selamat. Aku berusaha setenang mungkin, aku tidak mau terlihat gugup.
"Terima kasih pa Adrian" aku memeluk pengantin wanita untuk memberikan selamat, sekilas aku melirik ke arah Raja.
Seorang pria muda memanggil mas Adrian dan mengajaknya mengobrol. Mereka pasti lama, aku meminta ijin mas Adrian untuk berkeliling sebentar. Aku berdiri di tempat yang sama saat pertama kali aku melihat Raja yang tetap sibuk di acara pernikahan kakaknya. Kenapa mereka tidak menaruh kursi disini?
Seseorang menarik lenganku, membawaku ke sisi lain gedung. Tanpa aba-aba dia memelukku sangat erat, dan tanpa sadar aku membalas pelukan nya tak kalah erat.
"Aku hampir gila karena sangat merindukan mu Meera" mulutku terkunci, hanya air mata yang menjadi jawaban atas pertanyaan mu. Karena sesungguhnya aku pun sangat merindukan mu Raja.
"Aku harus kembali, mas Adrian pasti mencariku" Raja melepas pelukannya dan menangkup kedua sisi wajahku
"Kau tidak bisa kembali dengan wajah seperti ini, ikut aku" Raja membawaku ke toilet. Raja benar, wajahku sedikit kacau karena menangis tadi. Aku membersihkan wajah ku dan mulai mengatur kembali nafasku yang sempat tak karuan
__ADS_1
"Aku tidak mencintai Vita, aku melakukan ini karena mama memaksaku. Meera kau masih mencintai ku kan?"
"Aku harus kembali" Raja menahan tanganku
"Tidak. Jawab dulu pertanyaan ku. Kau masih mencintai ku kan?"
"Raja cukup, lepaskan" aku berusaha melepas cengkraman tangan Raja,tapi tidak berhasil, dia sangat kuat
"Cepat jawab Meera"
"Kau menyakitiku" Raja melepas cengkraman nya
"Maaf Meera, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin kau...."
"Meera kau di dalam?" Itu suara mas Adrian. Aku meninggalkan Raja dan langsung menemui mas Adrian
"Iya mas, aku ingin pulang"
"Iya sayang, ayo kita pulang. Kau pasti lelah kan?" Aku mengangguk dan merangkul tangan kiri mas Adrian
"Kau tau aku disini?"
"Aku tau semua tentangmu sayang"
Maafkan aku yang belum mampu mencintaimu sepenuh nya mas. Dia masih mengusai hati dan pikiranku. Tapi percayalah aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mencintaimu.
__ADS_1