
Beruntung Meera sering membantu suaminya dalam bekerja, jadi tidak terlalu sulit memahami dokumen-dokumen yang Adrian siapkan ini.
Diam-diam Adrian mengambil gambar Meera yang tengah bekerja dan mengirimnya pada mama Mila.
To: Mama
Send pict
Lihatlah kesayangan mama, sangat serius. Aku di abaikan
From: Mama
Mama tidak salah kan memilihkan istri untukmu. Alhamdulillah Farhan dan Hana sudah bisa di ajak main mbak nya.
To: Mama
Mama terbaik, terimakasih ya mah.
From: Mama
Sama-sama sayang.
Adrian menyimpan kembali ponselnya. Bosan juga berdiam diri sambil memperhatikan istrinya belajar. Untuk mengusir rasa bosan, Adrian mengganti kemejanya dengan kaos lengan pendek dan memasak untuk makan siang.
__ADS_1
Meera menemukan beberapa kejanggalan dalam dokumen yang ia pelajari, saat ingin bertanya ia tidak melihat suaminya di tempat duduknya tadi. Meera memisahkan dokumen yang sudah ia pelajari dan belum, tak terasa jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Terdengar suara Fitri di balik pintu.
"Masuk Fit" Fitri masuk dan memberikan kotak nasi, yang di dalamnya sudah ada nasi. Meera sedikit bingung, ia tidak meminta Fitri untuk membeli nasi
"Tadi pa Adrian yang minta saya buat beli nasi bu" ucap Fitri seolah menyadari kebingungan Meera
"Terimakasih ya Fit"
"Sama-sama bu"
Bersamaan dengan Fitri kembali ke mejanya, Adrian keluar dari dapur dengan dua mangkuk sup ayam di tangannya. Meera tersenyum, jadi tadi itu suamiku menghilang ke dapur, begitu pikir Meera. Acara makan siang di mulai, seperti biasa tak ada pembicaraan saat makan. Selesai makan, Meera langsung video call Ibu, Meera sangat merindukan anak-anaknya, Adrian belum mengizinkan Meera pulang. Lita yang mengangkat, di perlihatkan Farhan dan Hana yang sedang asik bermain.
"De, bilangin mbak nya udah jam tidur siang gitu. Teteh lanjut belajar lagi"
"Dasar"
Adrian sudah mandi lagi, sudah wangi lagi dan Meera kembali berkutat dengan dokumen-dokumen. Adrian duduk di tempatnya tadi, Meera membawa dokumen yang janggal tadi untuk di diskusikan.
"Diskusi nya nanti saja, sekarang ada meeting dengan klien, kau ikut ya" Meera mengangguk
Sambil menunggu Fitri menyiapkan segala yang di butuhkan selama meeting nanti, Adrian memberi pengarahan pada Meera apa saja yang perlu di jelaskan dan yang tidak. Disini Meera melihat Adrian yang lain, Adrian yang tegas dan berwibawa, sangat berbeda dengan Adrian yang biasanya lembut dan manis. Meera tertawa
"Kenapa tertawa, ada yang lucu?"
__ADS_1
"Ada, kau"
"Aku?" Adrian, menunjuk dirinya sendiri
"Iya, seketika kau berubah menjadi orang lain. Kau begitu tegas dan berwibawa, aku sampai gemaaasssss" Meera mencubit kedua pipi Adrian.
Fitri sudah siap, klien juga sudah datang. Meera terkejut saat Adrian memperkenalkan dirinya sebagai direktur utama baru. Apa-apaan ini, apa dia sedang mengujiku? Pikir Meera. Pembahasan di mulai, Meera mengatasi klien pertama nya dengan apik, klien juga terlihat puas dengan semua penjelasan Meera. Meeting selesai, waktu menunjukkan pukul 14.15, Meera merebahkan tubuhnya di atas kasur, Adrian mengecek hasil kerjaan istrinya.
"Maasss"
"Iya sayang"
"Sini"
Adrian menghentikan kegiatan nya dan menghampiri istrinya. Di usapnya kepala Meera.
"Kenapa sayang?"
"Aku bingung, kenapa selama meeting tadi kau diam saja, lalu kau juga memperkenalkan aku sebagai direktur utama baru. Kau mau berhenti bekerja dan menjadi pengangguran, atau jangan-jangan kau mau menjadi suami yang mengeksploitasi istri? Aih kalau benar begitu, kau jahat mas" Tanya Meera beruntun, Adrian tertawa
"Otak mu ini terlalu jauh berpikir sampai-sampai tidak masuk akal. Aku ingin kau mengurus urusan di kantor dan aku yang mengurus urusan luar, seperti jika ada masalah di kantor cabang atau yang semacamnya lah. Aku percaya kau mampu, kau lihat kan klien pertama mu dia kelihatan sangat puas. Jadi mulai hari ini bu boss, semua yang terjadi di perusahaan ini atas ijinmu. Tidak perlu khawatir aku akan selalu mendampingi mu. Sudah, lebih baik kau istirahat, nanti aku bangunkan kalau sudah waktunya pulang. Aku ada di luar kalau kau rindu" Adrian mengedipkan sebelah matanya, Meera tersenyum
Aku akan selalu di sampingmu, bersamamu, menjagamu dan membimbingmu, tidak hanya di dunia ini tapi sampai di surgaNya kelak
__ADS_1