Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
TSI#2 Gadis bodoh


__ADS_3

Kemana Indra, sampai Papa Ardi meminta Adrian menghandle kantor cabang? Bukankah sekarang Indra juga sudah menjadi anak Papa Ardi? Harusnya Indra juga membantu Papa Ardi kan.


Bukannya tak ingin membantu, tapi Indra tau diri. Meski Papa Ardi menganggap nya anak, tapi Adrian tetap lah yang paling pantas untuk menangani proyek-proyek besar seperti ini, Indra hanya membantu sekedarnya. Ditambah ada Meera di sisinya, Indra makin yakin semua pasti akan berjalan mulus, semua yang bekerjasama dengan Pratama Company sudah sangat mengakui keahlian Meera.


******


*London


Sejak masa cutinya habis, Raja dibuat sangat sibuk oleh segudang pekerjaan. Raja merasa kualahan jika harus mengerjakan semua pekerjaan itu sendiri, seminggu yang lalu ia meminta seorang sekretaris untuk dirinya. Dulu pernah ditawari, cuma Raja menolak karena memang belum sesibuk ini. Sekarang ia butuh sekretaris itu.


Selepas bekerja, Raja tak lantas pulang, ia ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli beberapa sayuran dan buah segar. Hidup sendirian memaksanya untuk menjadi serba bisa, termasuk memasak. Dengan sedikit ilmu yang pernah Adrian ajarkan padanya, sekedar nasi goreng atau ayam goreng, Raja sudah bisa membuat. Selain jadi hemat, memasak sendiri juga menjadikan hidupnya lebih sehat, karena tiap bahan yang ia olah, terjamin kualitasnya.


Sedang asik memilih bahan makan, seorang gadis secara mengejutkan memeluknya. Gadis itu juga berbisik sangat pelan namun masih bisa didengar.


"Tolong balas peluk aku, kalau tidak, dua orang di samping kananmu akan menyeret ku untuk pulang dan menikah dengan orang yang tak ku kenal."


"Bukan urusanku!" Seru Raja ketus, lalu meninggalkan gadis bodoh itu.


"Hei kau, pria penuh kantung belanja! Kau ingin lari dari tanggungjawab, hah! Aku mengandung anakmu dan kau mau lari begitu saja!"


Dalam bayangan gadis itu, Raja berbalik dan memeluknya lalu membawanya pergi jauh dari pantauan dua bodyguard yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Tapi kenyataannya, sungguh kebalikannya.


"Kalian berdua, gadis itu berbohong. Kami tidak saling kenal, seret saja dia dan nikahkan segera, atau dia akan berhalusinasi lebih parah lagi."


"Orang tua sialan! rasakan ini, ini, ini juga." Gadis itu melempari Raja dengan tomat dan jeruk segar, kemudian lari secepat kilat.


Raja memanggil pramuniaga untuk menghitung tomat dan jeruk yang rusak, ia ingin mengganti. Tapi pramuniaga menolak, ia bilang pihak supermarket mengenal keluarga si gadis, jadi mereka akan mengirim tagihannya langsung.


***


Mike memasuki ruangan Raja, dia memberitahu kalau sekretarisnya akan datang saat jam makan siang nanti dan baru mulai bekerja keesokan harinya.

__ADS_1


Clara, wanita kelahiran Jakarta, 25 tahun silam. Mike sengaja memilihkan warga negara Indonesia, agar Raja lebih nyaman baik dalam berkomunikasi ataupun lainnya. Mereka akan bertemu saat makan siang nanti, untuk mendiskusikan pekerjaan apa saja, yang perlu dan tidak perlu Clara lakukan untuknya.


Jam makan siang tiba, Mike mengajak Raja ke restoran steak ternama. Mike bilang, Clara sudah menunggu di sana. Keduanya sudah duduk bersama dalam satu meja, Mike cuma mengantar Raja, lepas itu dia kembali lagi ke kantor, istrinya sudah membawakan bekal makan siang, sayang kalau tidak dimakan.


Raja menjelaskan bagian Clara, gadis yang sudah tak belia itu menyimak setiap penjelasan yang Raja berikan dengan seksama. Tak lupa, Raja juga memberikan beberapa file untuk Clara pelajari, agar besok ia tak perlu menjawab banyak pertanyaan karena alasan baru masuk kerja.


"Begitu saja, silahkan nikmati makan siang Anda, saya harus kembali ke kantor. Oh ya satu lagi, saya tidak suka orang-orang yang tidak disiplin, jadi mohon untuk tidak terlambat."


"Baik, Sir!"


Rupanya Mike sudah menunggu Raja, dia ingin mendengar pendapat Raja soal gadis yang akan jadi sekretaris nya itu.


"Saya tidak tau!"


"Kenapa tidak tau? Kalian tidak berbincang, maksudnya basa-basi selain pekerjaan? Seperti saling bertanya soal tempat tinggal atau semacamnya?" tanya Mike beruntun.


"Mike, kami akan jadi rekan kerja, jadi, cukup pekerjaan saja yang menjadi topik. Kau pergi sana, mengganggu saja."


"Terserah!"


*keesokan harinya.


Sesuai permintaan bos barunya, Clara datang tepat waktu. Clara gadis yang cerdas, ia mampu memahami file yang Raja berikan hanya dalam satu malam, apa yang Raja suruh pun ia kerjakan dengan baik, meski masih ada sedikit kekurangan, tapi itu masih bisa ditolerir. Di hari pertamanya ini, ia cukup membuat Raja puas.


"Clara, bisa tolong buatkan saya kopi?"


"Bisa, Sir. Manis atau....?"


"Jangan terlalu manis. Keluar ruangan ini, tengok sebelah kiri, ada pantry di sana."


"Baik, Sir. Saya buatkan sebentar."

__ADS_1


Semalam Raja tidak cukup tidur, Rossa, keponakan cantiknya terus saja menelpon. Kalau tidak diladeni, gadis cilik itu pasti marah. Efeknya ya begini, Raja mengantuk, padahal masih pagi.


"Kopinya, Sir!"


"Terima kasih."


Kopi tak berpengaruh besar, Raja tetap saja mengantuk. Ia memilih pulang, daripada memaksakan diri, nanti malah hasilnya tak karuan. Sebelum pulang, Raja menyuruh Clara mengerjakan deadline nya.


"Kau cukup kerjakan yang saya beri tanda silang, jika ada yang tidak dimengerti, tanya Mike. Saya pulang dulu, kalau sudah selesai letakkan di meja saya."


"Baik, Sir. Hati-hati di jalan."


Rasa kantuk sungguh tak tertahan. Tak ingin membahayakan diri dengan tetap menyetir meski mengantuk, tawaran driver kantor mengantar pulang langsung Raja iyakan. Begitu sampai apartemen, Raja langsung terlelap. Ia bahkan masih memakai pakaian kerja, hanya sepatunya saja yang ia lepas.


Raja tidur begitu nyenyak, saat bangun dan melongok keluar jendela, langit sudah hampir gelap. Ia mengecek ponselnya sebentar, siapa tau Mike atau Clara menelpon. Cuma ada satu pesan dari Clara.


From: Clara


Sudah saya kerjakan, Sir. Besok sir Raja tinggal cek saja. Saya juga sudah pulang, selamat istirahat, sir.


Raja kembali meletakkan ponselnya, tak ada minat untuk membalas pesan itu. Perutnya sudang keroncongan, tapi ia juga kegerahan. Jadi Raja memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, lalu makan.


Di tengah guyuran air yang membelai tubuhnya, indra penciumannya menangkap aroma yang begitu sedap, siapapun yang ciumannya pasti jadi berselera, begitupun Raja. Selesai mandi dan berpakaian santai, aroma harum masakan semakin menyengat hidungnya. Agak aneh juga menurutnya, bagaimana bisa ada bau-bauan masakan di dalam apartemennya.


Raja keluar, dia mengamati dapur dari kejauhan. Lampu menyala, kompor menyala, ia juga mendengar suara perempuan bersenandung. Jangan-jangan pencuri, pikir Raja.


Duda tampan itu mengambil panyung yang berukuran panjang, mengendap-endap dan masuk ke dapur, menodongkan payungnya ke kiri dan ke kanan, tidak ada siapapun di sana.


"Bagaimana bisa, kompor dan lampu menyala kalah tidak ada orang di sini?" gumamnya dalam hati.


"Selamat malam?"

__ADS_1


"Kau!"


__ADS_2