Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
25. Kesalahan


__ADS_3

Aww. Masih sedikit nyeri di bagian bawah, tapi ini sudah lebih baik


" Masih sakit"


" Sedikit, aku mandi dulu ya"


" Biar ku bantu"


" Aku bisa, kau turun saja dulu" dia mengangguk sambil mengusap pipi ku lembut.


30 menit aku selesai, mama dan mas Adrian sudah menunggu di meja makan. Kami makan dengan tenang seperti biasa.


1 bulan berlalu, mama pulang di antar mas Adrian, aku tidak ikut mengantar karena ada masalah di cafe. Ambar tidak memberitahu masalah apa, tapi dia bilang hanya aku yang bisa menyelesaikan. Tiba di cafe aku menelpon mama dulu sebelum masuk


" Halo ma, Meera sudah sampai. Sekali lagi maaf ya tidak ikut mengantar mama"


"................................."


" Makasih ya ma, salam buat papa. Meera tutup dulu Assalamualaikum"


Ambar sudah menunggu di depan pintu masuk, ada masalah apa sih ini gumam ku dalam hati

__ADS_1


" Mba Meera dateng juga, ayo masuk" tidak ada ekspresi panik atau apapun yang menunjukkan ada masalah


" Cepat katakan ada masalah apa sampai harus menyuruh saya datang"


" Sebenarnya ini bukan masalah cafe tapi masalah mba Meera, mba langsung ke ruangan mba aja, masalahnya ada di sana" ada apa sih ini


Ambar benar ini masalah ku, Raja langsung menarik ku kedalam pelukannya begitu aku membuka pintu


" Raja lepas sudah cukup" dia melepas pelukannya


" Kau terlalu terburu-buru Meera, ayo duduk" siapa yang punya ruangan ini? Harusnya aku yang memepersilahkan dia duduk


" Ini ruangan ku. Untuk apa kau kemari?"


" Tidak ada yang perlu di bicarakan semua selesai, pertemuan ini hubungan ini sudah selesai titik" aku berusaha menahan cairan bening agar tak keluar dari mataku


" Kalau aku tidak mau ini selesai bagaimana?"


" Kau tidak waras Raja"


" Kau yang tidak waras Meera, kita sudah sejauh ini dan kau bilang ini selesai? Tidak Meera, aku mengabaikan keluarga ku untukmu, aku...aku juga mengabaikan harga diriku untukmu dan kau bilang ini selesai. Tidak Meera, ini tidak akan pernah selesai" suaranya semakin melemah, dan air mataku sudah terjun bebas melewati pipi yang sudah tidak merona ini

__ADS_1


" Aku tidak pernah meminta mu melakukan itu semua" aku berusaha kuat, menghapus air mataku dan bersiap untuk pergi


" Kau memintaku Meera, kau yang membawaku masuk kedalam hidupmu. Kau ingat saat di acara ulang tahun PT Gemilang kau memintaku menemanimu saat Adrian sibuk dengan rekan bisnisnya" "itu karena tidak ada yang ku kenal selain kau di sana"


" Kau ingat saat ada masalah dengan baju pengantin Adrian, kau seharusnya menelpon nya dan menyuruh pulang untuk fitting ulang. Tapi kau memintaku untuk mengurus nya dengan alasan ukuran tubuh ku sama dengan ukuran tubuh Adrian. Kau ingat saat kau ada masalah kau selalu datang pada ku, saat kau kesepian kau selalu mencariku saat..."


" Cukup! Aku ingat semuanya aku ingat, untuk itu aku minta maaf sekaligus memohon padamu, aku mohon lupakan semuanya. aku mohon" Aku terduduk lemah, suaraku pun ikut melemah. Apa yang Raja katakan semuanya benar, aku yang salah aku yang memintanya, aku yang membawanya masuk dalam hidupku


*keesokan harinya


" Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam salam, bagaimana kabar Papa?"


" Papa baik, tadi juga aku mampir ke rumah ibu. Ibu menitipkan ini untuk putri kesayangannya" dia mengacak rambutku


" Jangan mengacak rambutku, ibu sudah menelepon ku tadi. Ayo makan"


" Aku tidak mau makan, aku mau ke kamar" dia menatapku sambil terus berjalan kearahku, tatapan yang sulit di artikan. Aku mundur sampai bukk, punggungku menyentuh dinding. Dia terus mendekat saking dekatnya aku bisa merasakan hembusan nafasnya


" Ma...mau apa kau"

__ADS_1


" Mau menidurimu apa lagi"


__ADS_2