Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
50. Boss


__ADS_3

Meera membuka matanya perlahan, mengerjapkan matanya beberapa kali, matahari pagi yang masuk melalui celah-celah jendela cukup membuatnya silau. Di liriknya jam yang menempel di dinding kamarnya. Meera terkejut, pukul 7.09, ia baru bangun. Meera segera turun dari kasur dan melihat ke tempat tidur anak-anak nya. Tidak ada, Meera panik. Saking paniknya, Meera sampai terjatuh karena menginjak mainan anaknya, saat hendak keluar kamar. Adrian yang melihat malah tertawa terbahak-bahak, dia juga sempat mengambil foto menggunakan ponsel pintarnya.


"Ini momen langka, harus di abadikan" Meera mendelik kesal, dan tetap melangkah keluar. Adrian menahannya


"Eehh, mau kemana?"


"Aku mau keluar, mau memandikan Farhan sama Hana. Kau tidak membangunkan ku"


"Kau ingin keluar dengan keadaan begini" lingerie yang memperlihatkan semua lekuk tubuhnya, rambut sedikit acak-acakan yang membuatnya tambah seksi.


"Di luar ada Mama dan Ibu, mereka datang sekitar setengah jam lalu. Kau ikut aku ke kantor ya" Meera hendak menyela "tidak ada protes, kau harus ikut, ada mama sama yang mengurus anak-anak"


"Baik boss, aku mandi dulu" Adrian menahan lagi


"Apalagi?" Adrian melirik adik kecilnya yang sudah terbangun


"Aku janji ini sebentar" Meera duduk di pangkuan Adrian, melepas pakaian yang menempel pada tubuh suaminya dan melemparnya sembarang, kain tipis yang ia kenakan pun sudah ia tanggalkan.

__ADS_1


*Di ruang keluarga


Farhan dan Hana sedikit rewel, mereka tidak mau bersama pengasuh mereka. Sejak bisa melihat sampai hari ini, si kembar selalu bersama mama nya. Tidak aneh kalau perlu waktu untuk menjadi akrab.


Adrian ingin Meera bergabung di perusahaan, belajar mengerjakan pekerjaannya. Meski Meera sudah cukup pandai berbisnis, Adrian tetap ingin Meera menjadi lebih baik lagi. Seandainya suatu hari nanti ia sudah tak lagi di samping nya, Meera tidak akan kesulitan untuk menjalankan perusahaan nya ini.


Mama, Ibu dan dua pengasuh Farhan dan Hana sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama. Sepasang suami istri yang selalu terlihat seperti pengantin baru itu pun bergabung. Sebelum Meera bertanya siapa dua orang baru itu, Adrian menjelaskan.


"Itu Miya, dia akan mengurus Farhan" Adrian menunjuk gadis berambut panjang


Sarapan selesai, dengan berat hati Meera meninggalkan anak-anaknya bersama orang asing, meski ada ibu dan mama mertuanya, Meera tetap saja merasa tidak tenang. Di mobil, Adrian menjelaskan semua maksudnya. Miya dan Tiwi akan mengasuh Farhan dan Hana hanya sampai Meera pulang, mereka juga tidak tinggal di rumah utama sama seperti bi Surti yang pulang pergi. Karena Miya dan Tiwi adalah pengasuh yang di bawa mama Mila langsung dari Bandung, Adrian menyewakan mereka kost yang letaknya tidak jauh dari rumah utama sebagai tunjangan.


Sampai di kantor, beberapa karyawan menyapa Meera. Kiki juga ikut menyapa.


"Selamat pagi, pa bu"


"Pagi Kiki" jawab Meera singkat

__ADS_1


"Bapak dan ibu semakin serasi saja, lihat kemeja kalian saja sama" Kiki benar, kemeja mereka senada, biru muda. Meera baru menyadari. Meera tersenyum


"Kita duluan ya ki, mariii" Kiki menunduk sopan.


sampai di ruangan Adrian, Meera terkejut. Ruangan itu sangat berbeda dari ruangan sebelumnya. Lebih besar, ada kamar dengan dua tempat tidur lengkap dengan lemari dan pakaiannya, ada juga dapur lengkap dengan segala perabotan dan bahannya.


"Mas, kau berencana tinggal disini?" Adrian terkekeh


"Tidak sayang, kau kan akan bergabung dengan perusahaan ini, jadi kau harus mendapat segala fasilitas ini. Jika lelah, kita bisa istirahat disini, kalau ada acara lain yang mendadak kita sudah ada pakaian ganti, untuk si kembar juga ada, jadi kalau mereka main kesini kau tidak perlu repot membawa banyak barang. Intinya, semua yang kau butuhkanada di sini. kau suka?" Meera duduk di kursi kebesaran suaminya.


"Ini pasti mengeluarkan banyak uang" Adrian tertawa


"Aku tidak akan jatuh miskin karena membuat ini sayang, kau tidak perlu khawatir" Adrian mengelus lembut pucuk kepala istrinya


"Kau memang selalu mengerti diriku mas. Jadi, aku sekarang aku harus apa?"


"Sekarang kau menjadi bos, kau pelajari semua dokumen ini, kalau ada yang tidak mengerti tanyakan. Aku akan bermalas-malasan sambil memandangi istriku bekerja" Adrian memainkan alisnya

__ADS_1


__ADS_2