Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
Teman Halal


__ADS_3

Aku terbangun saat merasakan sebuah sentuhan lembut di pipiku, terlihat pria tampan yang sekarang sudah menjadi suamiku tengah duduk di pinggiran ranjang sambil mengusap pipi ku lembut



" Meera bangun sudah subuh"



" Aku sedang tidak sholat"



" Ya sudah kalau gitu kau lanjutkan istirahat mu, nanti ku bangunkan lagi" aku mengangguk, Adrian sudah siap untuk menunaikan kewajiban nya, aku tidak melanjutkan tidur ku. Aku mengambil foto Adrian yang sedang sholat dan mengirimnya di grup chat yang isinya manusia-manusia rese



Send pict


Lagi nemenin suamik sholat



Caca: udah pecah telor?



Tya: gimana malam pertama nya, lancar kah?



Marko: 'adik' suami lo gede ga?



Taik lo semua



Tya: eaaa pengantin baru malu-malu nich

__ADS_1



Marko: pasti 'adik' suami lo kecil ya



Dasar kalian manusia mesum tidak tau diri, gue sumpain lo semua bakalan kangen selalu sama gue



Caca: hahaha, udah sana di layanin suami nya jangan main hape mulu



Mereka konyol kadang menyebalkan, aku akan merindukan kalian. Adrian sudah selesai sholat sekarang ia ikut berbaring dengan ku. Aku mengubah posisiku menyamping menghadap Adrian



" Dri ehm maksudku mas, semalam kau bilang ada yang ingin di bicarakan apa?" Dia juga mengubah posisinya



" Kau bisa memanggilku seperti biasanya Meer"




" Baiklah kalau begitu istri ku dengarkan baik-baik perkataan suami mu ini, kita memang sudah menikah tapi bukan berarti kita terikat"



" Maksudnya"



" Aku memberimu kebebasan dalam berteman nikmati masa muda mu, kejar apa yang menjadi impianmu dan wujudkan aku akan selalu mendukungmu, aku tidak mau kalau sampai kau tertekan dengan status baru ini, aku juga sadar tidak ada cinta di antara kita jadi sebagai awal kita cukup menjadi teman, teman halal, tapi ingat jangan sampai kelewat batas aku memang memberimu kebebasan tapi bukan berarti kau melupakan tugas dan kewajibanmu,karena bagaimanapun kau tetaplah seorang istri. Kau mengerti kan maksudku" aku diam sejenak mencoba mencerna dan memahami setiap kalimatnya "Aku mengerti mas, jadi kemana kita akan pindah?"


__ADS_1


"Pindah?"



" Iya pindah kau lupa, kau sendiri yang bilang waktu itu kalau setelah menikah nanti kita tidak akan tinggal di sini"



" Aku ingat, sekarang kita istirahat saja kau boleh memelukku kalau kau mau teman" dia mengatakannya dengan ekspresi santai, dasar teman mesum



" Dasar mesum, tidur di sofa" tanpa aba-aba langsung ku dorong dan ku lempar wajahnya dengan bantal.



**********


Adrian



"Aku mengerti mas, jadi kemana kita akan pindah?"



"Pindah?"



" Iya pindah kau lupa, kau sendiri yang bilang waktu itu kalau setelah menikah nanti kita tidak akan tinggal di sini"



" Aku ingat, sekarang kita istirahat saja kau boleh memelukku kalau kau mau teman" rasanya menyenangkan menggoda gadis ini, aku yakin dia pasti kesal



" Dasar mesum, tidur di sofa" buk, tidak hanya mendorongku dia juga melempari ku dengan bantal.

__ADS_1



Aku bangun pukul 9, rekor bangun tersiang ku. Aku tidak melihat Meera di tempat tidur, dia pasti sedang mandi karena terdengar suara air, tak lama Meera keluar sudah dalam keadaaan rapih. Selesai makan siang kami cek out dan langsung pulang ke rumah Papa, Ayah ibu pasti masih di rumah papa. Hari ini juga kami langsung pindah ke Jakarta, karena papa memintaku untuk mengurus perusahaan pusat aku memilih memboyong Meera daripada harus hubungan jarak jauh


__ADS_2