Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
21.Amukan singa betina.


__ADS_3

Lama berada dalam kamar,Narend mengajak nona mudanya keluar,menghirup udara segar di saat jam masih terbilang pagi,kini mereka berada di taman belakang,terdapat lapangan basket juga di sana,Fero sengaja melemparkan bola basket ke arah pengawal nya.


" Kau bisa bermain basket?" tanyanya.


" Tentu." sahut Narend.


Tanpa banyak bicara lagi Fero pun mulai memainkan bola tersebut,memantulkan nya dan menggiringnya ke sebuah ring, Narend menghadangnya lalu merebut bola dari tangan Fero, kemudian membawanya menuju ke ring lawan,dan melemparnya,Akhirnya skor 1 berhasil Narend dapatkan.


" Yeaahh!!" seru Narend sambil meninju udara.


Tak mau kalah,Fero pun semakin tertantang,ia semakin serius dan bersungguh sungguh untuk bisa mengalahkan Narend,mengarahkan seluruh tenaganya,namun ternyata Narend tak mudah di kalahkan,ia bahkan tak memberikan kesempatan untuk nona mudanya bisa merebut bola dari tangannya,hingga gadis itu nampak kewalahan untuk melawannya,ia pun terduduk lemas di tengah tengah lapang,sambil merentangkan kakinya ke depan,nafasnya naik turun dengan cepat,juga keringat yang sudah membanjiri dahi dan seluruh tubuhnya.


" Kau hebat juga." pujinya sambil melirik pria jangkung di hadapanya.


Narend tersenyum sambil menyerahkan bola basket tersebut pada Fero,dengan cepat gadis itu meraihnya,lalu kembali berdiri, berusaha melemparkannya dan mamasukanya ke dalam ring,namun usahanya gagal, lagi dan lagi bola tersebut meleset,Fero nampak frustasi namun ia tak ingin mudah menyerah begitu saja,tiba tiba gadis itu sempat tersentak saat merasakan tubuhnya terangkat ke udara,ia mengerjapkan matanya dan menenangkan jantungnya berusaha tersadar dari keterkejutannya,dan benar saja tubuhnya sudah melayang bahkan kakinya sudah tak berpijak.


Seketika ia tertawa saat menyadari tangan pengawalnya sudah melingkar indah di perutnya.


" Entah siapa yang salah,tiang ringnya terlalu tinggi?atau anda yang kurang tinggi." ucap Narend dari balik punggung Fero.


Gadis itu tak menghiraukannya,ia malah kembali melempar bola basket tersebut,dan " Yeeeaaahhh!!!" akhirnya bola berhasil masuk ke dalam ring.Fero semakin tertawa lebar,begitu juga dengan Narend.


" Sudah, turun kan aku!" pinta Fero,pemuda itu pun menurutinya.


Setelah kakinya kembali menapak ke tanah,Fero langsung berhambur ke pelukan Narend,menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik sang pengawal kesayangannya.


" Kau selalu mempunyai cara untuk membahagiakan ku." ujarnya,Narend membalas pelukannya melingkarkan tangannya di punggung Fero,dan saat itu juga ia kembali mengangkat tubuh kecil tersebut,hingga gadis itu kembali tertawa,mengalungkan lengan di leher Narend dan menundukan kepalanya,dan kini kening mereka saling menempel,tak hanya mengangkat Narend malah membawanya berputar,membuat tawanya semakin pecah.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari tiga pasang mata telah memperhatikannya sejak tadi,dengan perasaan berbeda beda,Rika tersenyum sinis sementara Jessica telah hangus di bakar api cemburu,sedangkan Bayu,ia tak bisa merasakan apa apa lagi tanpa mendapat bisikan dari istri barunya.


" Mereka terlihat aneh." gumam Rika yang masih bisa terdengar oleh orang di sebelahnya.


" Memangnya kenapa?" tanya Bayu.


" Mereka tidak seperti pengawal dan majikannya."


" Mungkin mereka sudah berteman." balas Bayu mencoba menyangkal apa yang ada dalam fikiran istrinya,Rika pun kembali tersenyum tak ingin menunjukan kebenciannya di hadapan sang suami.


" Ayah,aku juga ingin memiliki pengawal seperti dia." ucap Jessica seraya menunjuk pada pria yang kini telah tersenyum hangat pada Nona mudanya.


" Baiklah,ayah akan mencarikannya untuk mu."


" Tidak." tolak Jessica cepat.


" Baiklah,ayah akan bicakan soal ini pada Fero."jawabnya.


" Ingat mas,Jessica juga menginginkan kamar Fero,kau bisakan bicarakan soal ini juga padanya,kau tidak akan pilih kasih kan pada kedua anak kita ?"ucap Rika dengan penuh penekanan.


" Iya,aku akan bicarakan juga padanya,kau tenang saja,aku sudah menyayangi Jessica seperti aku menyayangi anak ku." sahut Bayu.


Kedua wanita itu pun tersenyum puas,satu persatu yang Fero miliki telah jatuh ke tangannya,namun itu belum seberapa,ia akan mengambil semua yang Fero miliki hingga gadis angkuh itu tak memiliki apa apa lagi,bukan hanya harta,jika perlu mereka akan mengambil pakaian yang dikenakannya,ginjal dan seluruh anggota tubuhnya,bahkan hidupnya sekalipun.


Tak menunggu waktu lama,Bayu pun menghampiri keduanya yang kini telah duduk di sebuah bangku taman.


" Fero! ayah ingin bicara pada mu." ucap Bayu tanpa bisa di tolak,menyadari keberadaannya tak di inginkan Narend pun membungkukan sedikit punggungnya setelah itu ia pamit hendak pergi.

__ADS_1


Fero terdiam tanpa suara,menunggu sesuatu yang ingin di ucapkan ayahnya.


" Fero,ayah sudah menyiapkan kamar Baru untuk mu,jadi kau bisa kan meninggalkan kamar lama mu,dan memberikannya pada Jessica." ucap Bayu santai, tanpa memperdulikan perasaan sang anak,Fero semakin jengah di buatnya,ia tersenyum sinis sambil menggelengkan kepala,tak mengerti dengan maksud dari kedua wanita itu,apa yang sebenarnya mereka ingin kan darinya?


" Aku akan memberikannya,setelah dia sendiri yang memintanya." balas Fero.


" Baiklah kalau begitu,ayah akan menyuruhnya untuk bicara langsung pada mu."ujar sang ayah,Fero mengangguk yakin,meski hatinya merasa tercabik cabik,bagimana bisa ia dengan mudah menyerahkan kamar miliknya yang sudah belasan tahun ia tempati demi orang yang baru masuk dalam hidupnya.Tempat dimana ia mencurahkan semua isi hatinya,saksi bisu di setiap tingkah kalunya.


" Satu lagi,ayah akan mencarikan mu pengawal baru,biarkan Narendra mengawal Jessica."ucap Bayu lagi,dan kali ini Fero tak terima,ia berdiri sambil menatap nyalang pada sang ayah,setelah itu ia berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah besar, matanya pun mulai berkabut serta tulang rahang yang mengeras,tangannya terkepal erat,tanpa bisa di cegah ia langsung melayangkan tamparannya pada gadis yang tengah duduk santai di depan televisi bersama sang ibu,sontak membuat semua orang yang berada di sana terkejut,termasuk pengawal dan para pelayan.


" Apalagi yang kau ingin kan dari ku?" tanyanya sambil menarik pakaian yang di kenakan Jesicca,membawanya agar bisa berhadapan langsung dengannya.


" Dasar manusia tidak tau diri! tak tau malu,kalian memang brengsek,kalian hanya parasit di rumah ini,jangan coba coba untuk menyingirkan ku dari rumah ini,asal kalian tau semakin kuat kau berusaha mengambilnya,semakin kuat juga aku mempertahannya,jadi jangan harap jika aku akan dengan mudah memberikannya untuk mu." satu tamparan lagi mendarat di pipi yang lainnya,tak sampai di situ, Fero mencengkram leher Jessica dengan sangat kuat,hingga tak memberikan kesempatan untuk gadis itu melawannya.


" Hentikan! dasar gadis kurang ajar!" Rika tak terima,ia membalas tamparan Fero sambil melepaskan cekalan tanganya.


Sementara Bayu tak bisa berbuat apa apa,ia merasa serba salah jika harus membela salah satunya,pria paruh baya itu seolah hilang kewibawaan dan ketegasanya setelah mengenal Rika,mungkin karena ia sebegitu cintanya dan tak ingin kehilangannya,sampai sampai ia menuruti apa yang di inginkan istri barunya itu,dan kini ia malah memerintahkan para pengawal untuk melerainya,dua pengawal pun berusaha melerainya,namun nampaknya singa betina itu tak akan mudah di taklukan,walau dengan seorang pria yang tubuhnya lebih besar dan pastinya lebih kuat.


Fero terus meronta dalam dekapan seorang pengawal yang tak di kenalinya,dan akhirnya ia kembali berhasil menghajar dua wanita di hadapannya itu setelah berhasil melepaskan diri,singa betina yang telah kesetanan,ia mengambil kesempatan untuk menendang serta meninju perut Rika dan juga anaknya yang sudah tak bisa berbuat apa apa karena seorang pengawal lainnya telah menahan pergerakannya dari belakang.


"KALIAN SUDAH MENGUSIK KETENANGAN KU, AKU AKAN MENGHABISI KALIAN,JIKA KALIAN BERANI MENGAMBIL NAREND DARI KU." teriaknya.


Mendengar nama Narend yang sebutkan sang nona muda,para pelayan dan pengawal yang tak sengaja mendengarnya langsung mencari keberadaan pemuda itu.


" Mas Narend,tolong tangani Nona Fero,dia mengamuk di rumah utama." seorang pelayan menghampirinya dengan tergesa gesa.


Pria yang tengah berjalan menuju ke rumah utama setelah mendengar keributan itu langsung berlari,dan seketika matanya membulat sempurna,saat melihat kekacauan di rumah besar tersibut,Terlihat Fero masih meronta ronta bahkan kali ini ia harus di tenangkan tiga pengawal,sementara Rika dan Jessica sudah terbaring di atas sofa dengan penampilan yang berantakan di temani Bayu dan beberapa pelayan.

__ADS_1


__ADS_2