
Kevin kembali ke rumah sakit dengan wajah yang nampak lusuh,juga terdapat banyak bercak darah di pakaianya,sebelum masuk ke dalam kamar di mana Fero di rawat ,ia melucuti pakaiannya terlebih dulu,hingga hanya tersisa kaos dalamanya saja.Salsa yang melihat kedatangan Kevin segera menyambutnya.
" Sayang,kau kenapa? mana jas dan kemeja mu?" bisik Salsa.
" Aku sudah membuangnya ke tempat sampah." sahut Kevin,membuat Salsa tak mengerti,gadis cantik itu pun menyipitkan matanya sambil menatap Kevin penuh selidik.
" Apa terjadi sesuatu?" tanya Salsa lagi,dengan penuh rasa pemasaran,namun Kevin seolah menghindari pertanyaan tersebut,dengan mengalihkan pembicaraan.
" Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Kevin,sambil berjalan menghampiri Fero yang kini sudah nampak terlelap.
" Dokter sudah memberinya obat penenang,aku rasa dia mengalami trauma berat,apa dia baru melihat darah? Ujar Salsa,sambil menatap Fero dengan penuh rasa iba.
Kevin menggelengkan kepala,di sertai helaan nafas berat,ia masih tak menyangka, bahwa gadis yang kini menjadi tanggung jawabnya itu telah mengalami kejadian tak menyenangkan dari salah satu orang terdekatnya,bahkan Kevin pun tak pernah tau, jika nona muda yang di kenal angkuh itu ternyata dalam kondisi buruk akibat kejadian tersebut,tentu bukan hal mudah bagi Fero untuk memulihkan kondisi mental dan psikisnya itu.
" Seharusnya aku bisa lebih memperhatikannya." gumam Kevin,penuh rasa bersalah.
" Memangnya kenapa? apa yang sebenarnya terjadi?" Salsa semakin di buat penasaran,karena belum mendapat jawaban yang memuaskan,namun sepertinya Kevin belum siap untuk bercerita,hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi,dengan dalih masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan di kantor.
Sementara itu, Salsa masih tetap terjaga dan menunggu Fero dengan setia.Kevin memang benar,wanita cantik itu memang layak di perjuangkan,sebagai seorang istri, Salsa tidak pernah menuntut apa-apa dari Kevin,bahkan tak jarang ia pun harus mengalah,dan merelakan jika suaminya mendadak harus pergi.
Sambil menunggu Fero bangun,Salsa tak henti hentinya mengucapkan lafadz allah,juga bershalawat,suara merdu yang Salsa timbulkan berhasil menarik perhatian Fero,hingga akhirnya gadis itu pun terbangun,diam-diam Fero memperhatikan gerak gerik Salsa yang tengah khusyu, bersenandung sambil menutup mata penuh penghayatan,tanpa sadar tiba-tiba Fero menitikan air mata,Fero merasa terbuai dengan suara lembut dari Salsa, seketika hatinya bergetar,walaupun Fero sama sekali tidak mengerti arti dari shalawat tersebut,namun entah mengapa, secara tiba-tiba perasaanya sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
" Kamu sudah bangun,Nona?" Fero tersentak kaget,tak sadar jika ternyata Salsa sudah berdiri di sisi brankar.
" Ah,iya." sahut Fero gelagapan,ia pun langsung mengeka air mata yang masih membasahi pipinya.
" Kau,menangis?" Salsa mendekat,memperhatikan wajah Fero yang memang terlihat sembab.
__ADS_1
" Tidak.Kau bernyanyi dengan sangat baik,aku sampai terharu." Fero terkekeh, mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Bernyanyi?" Salsa mengerutkan kening,tak mengerti.
" Ya,tadi aku mendengar kau bernyanyi." ucap Fero dengan wajah polos,membuat Salsa tersenyum.
" Itu shalawat,aku selalu melantunkanya setiap hari.Aku percaya,dengan melantunkan shalawat hati kita akan menjadi lebih tentram." jelas Salsa.
" Kau serius?" Fero nampak ragu.
" Bukan itu saja,ada beberapa shalawat yang bisa memberikan ketenangan batin,dan bisa menyembuhkan penyakit hati." tambah Salsa,membuat Fero bergeming,antara percaya atau tidak,namun ternyata ia dapat merasakanya langsung saat itu juga.
" Kalau begitu,nyanyikan lagi untuk ku." pinta Fero antusias,membuat Salsa kembali menunjukan senyum manisnya,di iringi gelengan kepala.
" Kau bisa mendengarkanya di sini." ujar Salsa,seraya menyerahkan ponsel pintar miliknya.
Bagaimana bisa, Fero tidak tau cara menggunakan benda pipih itu,mengingat Fero adalah gadis yang cerdik,ia bahkan terbilang ahli dalam bidang teknologi,ia mampu mengoprasikan komputer dengan baik dan cepat,menggunakan jemari lentiknya.
Meskipun begitu Salsa tetap membantu Fero,memutar shalawat dari ponselnya.
" Astaga..aku tidak tahu lagu seperti ini bisa di putar lewat ponsel." seloroh Fero sambil terkekeh,lanjut ia pun meletakan ponsel tersebut di samping tempat tidurnya,kemudian ia kembali berbaring dan memejamkan mata dengan wajah yang damai, seulas senyum pun tersungging dari bibir mungilnya.
Entah harus bagaimana Salsa menanggapinya,ia benar- benar tak mengerti dengan tingkah Fero,namun meskipun begitu ia tetap merasa senang,saat melihat Fero bisa kembali tersenyum.
Tak lama Kevin kembali,usai menyelesaikan pekerjaanya,ia menghampiri Salsa terlebih dulu hendak memberi kecupan,untuk meringankan sedikit rasa rindunya.
Setelah itu ia pun mendaratkan bokongnya di samping Salsa.
__ADS_1
" Kecilkan volumenya." bisik Kevin,khawatir jika Fero akan terganggu.
" Dia sendiri yang memutarnya."Salsa balik berbisik,sambil menunjuk ponsel miliknya yang kini tengah Fero kuasai.
" Apa??!!" Refleks Kevin meninggikan suaranya.
" Pelan kan suara,mu." balas Salsa.
Namun Kevin seolah tak menghiraukanya,ia masih terlalu syok dengan kejadian tersebut,Kevin beranjak hendak menghampiri Fero,pria itu menatap Fero dengan wajah yang sulit di jelaskan.
" Apa dia baik-baik saja." tanya Kevin khawatir ,sama seperti apa yang sempat Salsa khawatirkan tadi.
" Entah lah,aku harap begitu." sahut Salsa.
" Aku rasa kita harus panggilkan dokter,sebelum semuanya terlambat." ujar Kevin yang langsung di setujui Salsa.
" Ada apa?" Fero terbangun,saat merasakan sentuhan dari seorang dokter yang tengah memeriksanya.
Ia menatap Kevin dan Salsa bergantian,untuk meminta jawaban,raut wajah Fero seketika berubah, setelah melihat wajah Kevin dan Salsa nampak serius.
" Kenapa? dokter tolong jelaskan,apa terjadi sesuatu padaku?" Fero ikut khawatir,hingga akhirnya pemeriksaan pun selesai,dokter menghela nafas lega di iringi senyuman.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan,keadaan Nona Fero mulai membaik,setelah cukup istirahat,besok pagi nano Fero bisa pulang." ucap dokter,membuat semua orang di sana menghembuskan nafas lega,Kevin dan Salsa pun saling berpelukan.
" Aku tidak suka ini." gumam Fero kesal,saat melihat keromantisan dari dua sejoli itu.
JGN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN...😊😊
__ADS_1