Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
54.Nasihat bijak


__ADS_3

Keesokan harinya,Si kembar tengah sibuk mempersiapkan diri untuk pergi ke kampus barunya,Setelah menyeselaikan pendidikan di Singapore selama 1 sementer, mereka memutuskan untuk kembali ke tanah air dan melanjutkan pendidikannya di sebuah fakultas termana di Ibu kota.


Hanya dengan memadukan dress terusan, di balut kemeja bermotif, juga sepatu sneakers,penampilan keduanya nampak terlihat sederhana namun terkesan manis,dan pastinya styles dan juga sopan.


Fero terus memperhatikan keduanya, dengan perasaan haru,kekompakan mereka selalu membuatnya iri,tak hanya itu,kini pandangan matanya tertuju pada jilbab yang selalu melekat di kepala mereka,walau tak sepanjang hari,hanya saat keluar rumah atau bertemu dengan lawan jenis.


Rasa penasaran tak bisa ia pendam lagi,hingga akhirnya ia pun mulai membuka suara.


" Apa kalian tidak merasa panas, memakai penutup kepala dalam cuaca terik seperti ini?" tanya Fero dengan wajah polos.


" Tidak,karena kita yakin cuaca panas di dunia, tak ada apa apanya jika di bandingkan dengan panasnya api neraka." jawab Shafa,sambil mendarat kan bokongnya di sebelah Fero.


" Neraka?" Fero mengerutkan kening,kata itu sudah sering ia dengar,namun ia tak tahu bagaimana bentuk wujudnya.


" Ya,neraka,tempat penyiksaan tiada akhir setelah kita meninggal,sebagai balasan atas apa yang sudah kita perbuat di dunia." sahut Marwah yang ikut duduk di sebelahnya.


" Penyiksaan semacam apa?" nampak Fero semakin penasaran dan mulai tertarik tentang dunia dan kehidupan dari kedua gadis itu, namun si kembar malah menggelengkan kepala seraya terkekeh.


" Entahlah,tidak ada yang mengetahuinya secara pasti,sebelum melihatnya sendiri saat kita meninggal nanti ,yang jelas aku yakin siksa neraka begitu sangat menyakitkan,sakit atau panas yang kita rasakan di dunia tak ada apa apanya." jelas Shafa sambil berkidik.


" Jadi jika aku ingin mengetahuinya,aku harus mati dulu begitu?" tanya Fero lagi,seraya menunjukan wajah polosnya.


" Ya seperti itulah." sahut keduanya kompak di iringi dengan kekehan.


Gadis itu memang buta soal pengetahuan semacam itu,ia bahkan tidak tau kepercayaan apa yang di anutnya,namun ia yakin jika tuhan memang ada.

__ADS_1


Fero menghela nafas kasar,raut wajahnya menunjukan kekecewaan dan ke tidak puasan tentang apa yang ingin ia ketahui.


Namun lagi lagi ia kembali bertanya.


" Apa kalian tidak merasa risih dengan penampilan seperti itu?" tanyanya.


" Kenapa harus risih? justru ini adalah bentuk kepercayaan diri kami,selain karena mentaati agama,dengan mengenakan hijab tubuh kami menjadi tertutup,laki laki akan segan untuk mendekati,dan insaallah hijab akan mendidik kita untuk berprilaku baik." terang Shafa.membuat Fero bergeming dengan tatapan nanar,hatinya merasa tersinggung,namun ia pun menyadari bahwa prilakunya selama ini memang tak pernah baik di mata siapa pun,ia fikir mungkin karena inilah, hidupnya tak pernah merasa bahagia dan selalu tak tenang.


" Bukan hanya itu,memakai hijab juga


bisa menghindari kulit mulus kita dari sinar matahari,bahkan ada penilitan yang mengatakan memakai hijab bisa mencegah kanker kulit dan menjaga kesehatan rambut." tambah Marwah,seketika wajah nanar Fero berubah menjadi binar.


" Benarkah?" tanya nya antusias.


"Aku rasa begitu,lihat saja kulit ku putih dan bersih, kan?walau pun jarang mandi, apalagi perawatan."ujar Marwah jujur,seraya menyingkap sedikit pakaian bagian lengan,hingga memperlihatkan tangannya yang memang terlihat putih dan mulus.


" Apa aku juga boleh memakainya?" tanya Fero ragu,dengan cepat si kembar menganggukan kepala.


" Tentu saja,sebagai wanita muslim kita memang di wajibkan untuk mengenakannya." balas Marwah,membuat Fero bergeming.


" Tapi aku perempuan kotor,apa masih pantas mengenakan pakaian seperti itu."lirih Fero.membuat si kembar mengerutkan kening tak mengerti.


'Perempuan kotor?"


" Maksud ku,aku bukan wanita baik baik seperti kalian." terang Fero sedikit gugup.

__ADS_1


" Jilbab bukan hanya untuk wanita yang pandai agama saja,bukan hanya untuk wanita yang pintar mengaji dan berakhlak mulia saja,


namun jilbab itu untuk semua yang mengaku dirinya sebagai muslimah.Berjilbab bukan berarti langsung berubah menjadi malaikat yang tak pernah berbuat dosa,namun keinginan untuk mentaati perintahNya."ucap Shafa,dan kali ini nasehat nasihat bijak pun keluar dari mulut kedua gadis titisan dua Al itu.


"Wanita yang mengenakan jilbab lebih terjaga kehormatannya dibanding dengan mereka yang tidak memakai jilbab." tambah Marwah tak mau kalah,membuat perasaan Fero sedikit tersayat,ia kembali mematung,mungkin memang benar, karena penampilannya yang sering mengumbar dan memperlihatkan keluk tubuhnya,sehingga ia harus memerima akibat dan balasan dengan cara kehilangan kesucianya.


Tanpa terasa waktu semakin terkikis,kedua gadis itu pun segera pamit.


" Kak Diana tunggu di sini ya,kami tidak akan lama,aku sudah siapkan makanan, dan kalau mau kakak boleh memakai pakaian ku dulu." ujar Shafa,menyadari jika sejak kemarin Fero memang belum sempat berganti pakaian.


" Baiklah,terimakasih."


Sepeninggalan si kembar,Fero kembali ke dalam kamar milik Shafa,ia langsung membongkar lemari pakaiannya,mencari pakaian yang bisa untuk ia kenakan,hingga akhirnya ia pun menemukan satu set gamis syar'i lengkap dengan punutup wajah,Fero teringat saat ia liburan ke Negara timur tengah,banyak kaum wanita yang menganakanya.


" Apa aku perlu mengenakannya juga?" gumam dalam hati.


Tiba tiba terdengar suara bel berbunyi,Fero sempat di buat terkejut,ia ragu saat akan membukanya, namun dengan tekad dan keyakinan yang kuat,sambil hati hati ia pun memutar handle pintu,namun tiba tiba gadis itu mengeryitkan kening, karena tidak menemukan siapun di sana,saat hendak menutup pintu kembali, ekor matanya tak sengaja selirik secarik kertas yang tergeletak di lantai.


Dengan segera ia pun mengambil dan membaca pesan yang tertulis di sana.


" Nona! tetap lah berhati hati,nyawa mu sedang dalam bahaya,orang suruhan Nyonya Rika sedang mencari keberadaan mu,aku yakin kau aman di tempat itu,ingat jangan coba coba keluar dari tempat itu seorang diri."


Isi pesan yang tertulis di kertas tersebut membuat jantungnya kembali bergemuruh,ia yakin jika Robin masih terus mengintainya,dan ia tahu bahwa Robin juga sudah mengetahui keberadaanya.


" Tak ada yang bisa membahayakan ku, selain keberadaan mu,Robin." geramnya sambil meremas kertas tersebut dengan kuat.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😉


__ADS_2