Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
41.Sosok Nona Fero


__ADS_3

"Dasar payah,hanya seperti itu saja kau sudah seperti ketempelan setan." cibir Fero,ia turun dari pangkuan Narend,dan duduk di sebelahnya.


Hingga Akhirnya Narend bisa kembali bernafas lega,pria itu membenarkan posisi duduknya,berusaha menormalkan detak jantungnya,dan saat itu juga suara bel berbunyi,pria itu segera beranjak dan membukakan pintu.


Nampak seorang pria memakai helm, dan juga masker berdiri di depan pintu,tanpa mengucapkan sepatah kata pun,ia menyerahkan bungkusan makanan yang Narend pesan.


Pemuda itu pun menerimanya tanpa rasa curiga sedikitpun, ia menyuruh orang tersebut untuk menunggunya sebentar,hendak mengambil dompet yang tertinggal di dalam kamar.


Sepeninggalan Narend ke kamar,orang tersebut menyusup masuk.


" Narendd...!!!" terdengar teriakan Fero dari ruang tv,tanpa fikir panjang pemuda itu langsung ke luar,ia terbelalak saat melihat orang tersebut berlari, keluar dari kamar apartemenya dengan tergesa gesa,sambil mengenggam pisau yang sudah berlumuran darah.


" Heii,,berhenti!!" teriak Narend,berusaha mengejarnya,namun ia tak berhasil karena orang tersebut sudah jauh melarikan diri,setelah itu Narend melirik Fero yang tak jauh dari sana, sudah terkapar dengan beberapa luka robek yang cukup parah di bagian perutnya, cucuran darah menggenang memenuhi seluruh tubuh serta pakaian seksinya.


" Fero!!" Narend segera berhambur dan mendekapnya,tanpa menunggu lama ia pun langsung membopong tubuh ramping sang kekasih,lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit,gadis yang kini sudah tak sadarkan diri itu segera di bawa ke ruang UGD,Narend nampak begitu terpukul,lagi lagi ia gagal menjaganya,Narend melampiaskan kekesalannya dengan meninju dinding tembok,dan membenturkan kepalanya beberapa kali, ia marah pada dirinya sendiri.


" Aku memang bodoh,,bodoh!!" umpatnya,dengan air mata yang tak bisa lagi ia tahan,tubuhnya bergetar seiring isakan yang keluar.


********

__ADS_1


" Aku sudah melakukan tugas ku,Nyonya! kita tinggal menunggu kabar dukanya saja." ucap seorang pria di balik sambungan telepon.


membuat wanita paruh baya tertawa puas,tergelak hingga kerutan di wajahnya nampak jelas.


" Akhirnya,tamat juga riwayat mu gadis kecil,kini tugasku hanya tinggal menyingkirkan si tua bangka itu." Gumamnya.


Kembali ke beberapa hari ke belakang,di saat Fero memutuskan untuk pergi dari istananya,Bayu dan Rika sempat bersitegang,karena kejadian itu,walau akhirnya Bayu memaafkan dengan alasan jika Rika tak mengetahui tentang kondisi Fero, dan Bayu pun memberinya kesempatan,dengan syarat ia bisa membawa Fero kembali ke rumah,dan memperbaiki hubungannya.


Namun tentu saja,Rika tak bisa menerima syarat tersebut begitu saja,mana bisa memperbaiki hubungan,jika memang pada dasarnya ia berniat untuk menghancurkan keluarga itu dan merebut kekayaannya.


Hingga akhirnya tercetus ide jahat,demi bisa menyingkirkan Fero.


" Aku tidak perlu memaksa mu pulang,karena kau akan kembali dengan sendirinya,dan yang pastinya kau kembali untuk yang terakhir kalinya, sebelum cacing cacing tanah menyambut mu,untuk mengoyak dan menikmati tubuh mu." gumam Rika,seraya menarik sudut bibirnya.


******


Hingga beberapa jam berlalu,akhirnya seorang dokter muncul dari balik ruang UGD.


"Saya sudah melakukan pertolongan pertama,kondisi pasien masih kritis dan harus segera melakukan oprasi,karena sayatan benda tajam itu sudah melukai organ dalamnya."


Narend langsung bergeming,dengan nafasyang semakin sesak,butiran kristal dari pelupuk matanya kembali mengalir menjalar menyusuri pipinya yang mulus.

__ADS_1


Hingga tiba tiba ia tersentak saat mendengar bariton seorang pria dari balik punggung.


" Lakukan tugas mu dengan baik,dia Nona kami,Nona Fero!" ujar orang tersebut, membuat dokter itu bergeming,namun tak lama ia pun mengangguk .


" Baik, tuan!" ucapnya.


Dokter itu pun segera berlalu,meminta beberapa perawat untuk langsung membawa Fero ke ruang oprasi,rasa penasaran yang sejak dulu mereka pendam kini terbayar sudah,oleh sosok gadis muda nan cantik yang kini menjadi pasien mereka.


' Nama Nona Fero yang menjadi bayang bayangan mereka selama ini kini telah nyata di depan mata,sempat tak percaya namun ini memang benar adanya,setelah mengetahui identitas dari pasien tersebut,nampak jelas tertera di sana nama FERONICA PUTRI ANGGORO, jelas saja jangankan rumah sakit,bahkan mall atau pulau priabadi sekalipun ia sanggup memilikinya,oleh sebab itu mereka akan melakukan yang terbaik,demi pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


Narend membalikan tubuhnya,menghadap pria yang seumuran denganya itu dengan wajah penasaran,Narend merasa ia belum pernah sekalipun bertemu dengannya,tapi pria itu sempat berkata jika Fero adalah nonanya.


"Siapa kau?" tanya nya.


" Kau tidak perlu tau,yang jelas,jika terjadi sesuatu pada Nona Fero,kau akan berurusan dengan ku." balas pria tersebut,kemudian ia pun berlalu,tanpa ingin banyak bicara,hal itu semakin membuat Narend penasaran,ia berusaha mengejarnya dan menghentikan langkahnya.


" Beritahu aku siapa nama mu,dan ada hubungan apa dengan kekasih ku? tanya Narend.


" Aku akan memberi tahu nama ku,setelah nona Fero mengizinkan,yang jelas hubungan ku lebih dekat di banding hanya sekedar kekasih." balasnya,pria itu pun kembali melanjutkan langkah kakinya ,tanpa mau mendengar teriakan Narend.


Jawaban yang di lontarkan pria tersebut,tak membuat Narend puas,namun dalam situasi seperti ini ia tak ingin terlalu memikirkannya,karena ada sesuatu yang lebih penting dari itu,yaitu keselamatan sang kekasih yang kini tengah berjuang antara hidup dan mati.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE NYA YA...☺



__ADS_2