
Tanpa terasa sore pun tiba,sesuai dengan apa yang di janjinya tadi,setelah menyelesaikan pekerjaannya,Narend mengajak Fero ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian,setelah sampai di parkiran mall,Narend mengajak kekasihnya itu untuk segera turun,namun lagi lagi Fero bergeming.
" Kau saja yang masuk,aku tunggu di sini."
Fero mempercayakan penampilannya pada Narend,ia yakin kekasihnya itu akan memilihkan pakaian yang cocok untuknya,karena sebelumnya Narend pun pernah melakukannya.
Hal itu membawa angin segar untuk Narend,ia menghembuskan nafas lega seraya menganggukan kepala dengan cepat,setidaknya dengan cara seperti itu,ia bisa sedikit menghemat waktu,tak harus mengelilingi dan mengunjungi satu persatu toko,cukup ambil apa yang menurutnya pas.
Berbeda jika Fero yang melakukanya,mereka bisa seharian berada di sana.
" Ya sudah,tunggu aku di sini,jika ada apa apa hubungi aku." Ujar Narend,ia pun langsung turun dari mobilnya setelah mendaratkan kecupan di kening sang kekasih.
" Jangan lupa dal*man nya juga." ucap Fero sedikit berteriak,seketika langkahnya terhenti .Ia kembali membalikan badan menatap Fero dengan iba.
" Yang benar saja." lirihnya,dengan tubuh lemas
" Kenapa? aku belum ganti dari kemarin." ucap Fero,dari dalam mobil.
Dan mau tidak mau Narend pun mengangguk,walaupun ia tidak tau yang harus ia lakukan,membeli dal*man wanita bukan sesuatu yang mudah untuknya,apalagi ini pengalaman pertamanya.
Pria itu melangkahkan kaki dengan lunglai,menghampiri deretan toko yang menjajalkan barang dagangannya,hingga sampai di tempat pakaian wanita,tanpa ragu ia pun masuk,lalu memilih beberapa pakaian yang menurutnya pantas untuk Fero kenakan,dan pastinya pakaian yang sedikit tertutup,setidaknya jangan sampai memperlihatkan keluk tubuh yang membuat imannya semakin runtuh hancur luluh lantah,pakaian yang di pilihkan Narend di antaranya piyama tidur,pakaian rumahan,dan pakaian kerja lengkap dengan tas dan sepatu high heels nya.
Bukan hal sulit untuk mendapatkan itu semua,hingga kurang dari dua jam semua barang itu sudah di tangannya.
Kini hanya tinggal mengerjakan tugas beratnya,Narend sudah berdiri di depan sebuah toko yang menjajalkan dal*man wanita,pria itu menatap patung manekin hampir tanpa busana yang di pajang tepat di depan dinding kaca.
__ADS_1
Seketika air liurnya menetes,menelan silavinya dengan susah payah,membayangkan jika Fero yang memakainya.
" Aaakkhhh..." pria itu menjerit frustasi,sambil mengusap wajahnya dengan kasar,ia memejamkan mata berusaha menghilangan debu debu yang mengotori akal sehat nya, lalu menarik nafas dalam dalam dan akhirnya ia pun memberanikan diri untuk masuk.
Beberapa manekin tak berakhlak itu sudah berjejer menyambut kedatangannya,membuat pria itu membeku di tempat.
Pijakan kaki Narend terasa goyah dan pandangannya mulai buram, mulai detik ini rasanya dia bisa pingsan kapan saja. Tepat di depannya sepasang mata yang tak bisa berkedip tengah menatapnya lekat dengan ekspresi datar.
Jangan pingsan.. jangan pingsan. Narend mengulang-ulang kalimat itu dalam hati bagaikan merapal mantra.
Kamu itu laki-laki, harus kuat. Masa sama Manekin aja pingsan, gimana kalo nanti ketemu Dajjal di akhir zaman? Suara hatinya ikut-ikutan. Sedikit banyaknya dia tersinggung dicemooh suara hatinya sendiri.
" Selamat sore tuan!" suara seorang wanita berhasil membuatnya tersadar.
"Ada yang bisa saya bantu?"
Narend masih membeku, otaknya gagal memproses pertanyaan mendadak itu, membuat lidahnya terasa kelu. Tapi ekspresi menuntut jawaban di wajah wanita tersebut,tak dapat dia abaikan, dengan cepat dia menganggukan kepala.
" Aku sedang Mencari dal*man wanita."
"Silahkan di lihat lihat dulu tuan,anda suka warna dan model seperti apa?"
Pikiran Bara nyaris korslet diberondong pertanyaan-pertanyaan itu. Ada jeda sejenak sebelum akhirnya Narnend menggelengkan kepala.
" Aku tidak tau harus yang mana."
__ADS_1
" Kalau begitu,biar aku rekemendasikan,lingerie ini keluaran terbaru,bahannya lembut dan nyaman,pasti istri atau kekasih anda menyukainya." ucap wanita tersebut sambil menunjuk beberapa koleksi yang ada di tokonya.
Narend mengangkat tangan kanannya yang gemetar, perlahan jarinya menunjuk ke depan.
Menunjuk manekin yang tengah memakai lengerie berwarna putih tulang.
Pria itu mengumpulkan keberanian lalu dengan perlahan menyibak gaun lingerie yang menutupi tubuh manekin tersebut.
Ia tersenyum puas setelah mendapatkannya,setidaknya pakaian yang di pilihkanya masih memiliki kain tipis yang bisa membalut benda segi tiga juga pelindung gunungnya,hingga ia tak perlu repot repot untuk menyentuhnya,cukup isinya saja yang ia sentuh,fikirnya.
Namun Narend tak tau apa yang akan terjadi jika Fero memakainya.
Dengan segera Narend menghampiri Fero yang setia menunggunya di dalam mobil.
Pria itu tersenyum saat mendatapi sang kekasih sudah terlelap di sana,Narend pun segera menjalankan mobilnya,meninggalkan parkiran tersebut.
Gadis itu terbangun setelah menyadari adanya pergerakan,ia tersenyum sambil melingkarkan tangan di lengan sang kekasih.
" Cepat sekali,apa kau sudah membeli semua kebutuhan ku?" tanya Fero yang langsung mendapat anggukan kepala.
" Ya,aku sudah membeli beberapa pakaian untuk mu,kurangnya biar besok saja,kau yang membelinya sendiri." sahut Narend tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.
Melajukan kendaraannya hingga akhirnya mereka sampai di apartemen.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..
__ADS_1