
Salsa masih berontak sambil terus berterik memanggil nama Fero,hal itu membuat Nyonya dan anak kedua di dalam rumah tersebut merasa terusik,mereka lalu menghampirinya dengan wajah yang angkuh.
" Heii,gadis kampung! apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rika sambil menatap penampilan Salsa dari ujung kepala hingga ujung kaki.
" Nyonya,Ku mohon! izinkan aku masuk,aku ingin bertemu Fero." Salsa yang sudah berada di luar gerbang berusaha mengulurkan tangannya lewat lubang pagar besi yang menjulang tinggi itu,hendak maraih tubuh Rika.
Sontak wanita itu pun mundur beberapa langkah,sambil menatapnya jijik.
" Ku mohon,izinkan aku bertemu dengannya,aku janji akan melakukan apapun untuk Anda asal aku bisa bertemu dengannya." tambah Salsa lagi.
Mendengar hal itu wajah Rika berbinar,ia lalu kembali menghampirinya dengan senyum menyeringai.
" Ada perlu apa dengan dia?" Jessica yang sejak tadi berada di samping sang ibu mulai membuka suaranya.
" Ini semua demi ibu ku,dia sedang sakit parah dan aku membutuhkan biaya yang sangat banyak,hanya dia yang bisa membantu ku." jawab Salsa dalam isak tangisnya.
" Kenapa kau yakin sekali jika anak itu akan membantu mu." tanya Rika.
" Karena selama ini dia yang selalu membantu dan membiayai ibu ku." sahut Salsa lagi.
"Kenapa dia mau membiayai pengobatan ibu mu,Sepertinya kalian begitu dekat?" ujar Jesicca lagi.
" tentu saja,karena aku sahabatnya."
" Benarkah,kalau begitu katakan padaku tentang anak itu,apa yang dia sukai dan tidak dia sukai."Rika semakin tertarik,dengan hubungan persahabatan yang di akui Salsa,namun gadis itu malah bergeming,merasa jika ia tak begitu dekat dengan Fero,ia hanya datang pada Fero saat ada maunya,tentu saja ia tak tau apa yang di sukai dan tidak di sukai Fero.
Namun sebagai rahasia umum gadis itu tahu jika Fero tengah mengalami hemathopobia yang cukup parah, gadis itu takut akan darah ataupun hal hal yang berwarna merah.
__ADS_1
" Aku akan memberimu uang yang kau butuhkan,jika kau mau memberitahu ku." ujar Rika saat melihat Salsa yang terdiam seolah memikirkan sesuatu.
Mendengar hal itu seketika mata Salsa berbinar,tanpa menunggu lama lagi ia pun langsung memberitahukan tentang Fero sesuai yang ia tahu.
Dan tentu saja semua yang di katakan Salsa menjadi angin segar bagi ibu dan anak itu.
Ternyata untuk menyingkirkan putri kerjaan di rumah itu tak begitu sulit,hanya dengan warna merah gadis itu akan bertekuk lutut padanya.
Sementara di tempat lain,seorang pria misterius langsung bergegas menuju tempat di nama seorang ibu yang kini tengah berbaring di ranjang reyot, berjuang antara hidup dan mati,karena penyakit yang di deritanya selama lima tahun belakangan ini.
Tanpa menunggu persetujuan wanita paruh baya tersebut,ia langsung membawanya ke salah satu rumah sakit terbesar di kota itu,sesuai perintah dari nona mudanya.
Setelah sampai di rumah sakit,kedatangan pria tersebut langsung di sambut oleh para perawat sambil membawa sebuah brankar untuk pasien yang di bawanya,seolah sudah menjadi langganan,mereka sudah mengenal pria tersebut sebagai ambulance bernyawa.
" Tangani dengan baik,ini perintah Nona Fero!" ujar pria tersebut dengan tegas pada seorang dokter,seperti biasa,ia membawa Nama wanita yang sama sekali tak pernah mereka kenal,meskipun mana tersebut sudah tak asing di telinga.
Fero pun sedikit bisa bernafas lega,setelah menerima panggilan dari orang suruhannya,yang mengatakan jika ibu dari Salsa sudah di larikan ke rumah sakit dan dalam penanganan medis.
" Aku memang membenci mu,tapi aku sangat menyayangi ibu mu,aku sudah kehilangan Ibuku dan aku tidak mau kehilangan ibumu juga." lirihnya.
" Ibu,ku harap kau bahagia di sana,apapun yang aku lakukan semuanya untuk mu,jika aku tak bisa membahagiakan mu,setidaknya aku bisa membahagiakan seluruh ibu di dunia ini."
"terkecuali wanita itu,yang sudah berani merebut ayah dan kebahagian ku." tambahnya lagi.
*******
Pagi harinya,Fero baru saja terbangun dari tidurnya yang lelap,gadis itu merentangkan tangan sambil menguap lebar,sorot matahari menyusup ke sela sela jendela kamar,setalah merasa nyawanya terkumpul ia langsung membersihkan diri hendak pergi kampus.
__ADS_1
Tak lama gadis itu pun sudah siap dengan penampilan yang selalu sempurna,namun tiba tiba saja matanya terbelalak ketika ia keluar dari kamarnya.
Keadaan rumah berubah dalam waktu semalam,cat dinding yang semula berwarna kalem berubah menjadi merah pekat yang modinan,bunga mawar merah nampak di setiap penjuru ruangan.
Tubuhnya mulai gemetar,keringat keluar dari pori pori kulitnya,badannya terasa lemas dengan jantung berdetak cepat.
Gadis itu terkulai di lantai bersamaan dengan dadanya yang terasa sesak.
" SIAPA YANG MELAKUKAN INI SEMUA!!" teriaknya dengan sisa kemampuan yang di milikinya,para pelayan nampak khawatir namun mereka tak dapat berbuat apa apa. hanya memperhatikannya dari jauh tanpa mau mendekat ataupun menolongnya.
Tiba tiba gelak tawa terdengar menggema di sana,Rika dan Jessica menghampirinya dengan raut wajah paus.
" Bagaimana,kau suka?" tanya Rika,seraya mencengkram dagu Fero yang sudah nampak lemah,ketiadaan Bayu di rumah itu membuatnya semakin bebas untuk melakukan apapun pada anak tirinya.
" Kau!!" pekik Fero sambil meludah tepat mengenai wajah Rika yang berada di hadapannya.
Membuat Rika semakin marah.
" Dasar gadis kurang ajar." ia lalu menjambak rambut Fero dengan kuat,Jesicca diam diam membawa sebuah ember besar berisi darah sapi yang sengaja ia ambil dari tempat pemotongan sapi,kemudian gadis itu langsung menyiramkannya ke seluruh tubuh Fero,hingga gadis itu semakin tak berdaya,warna merah yang pekat serta bau yang kuat memenuhi seluruh tubuhnya.
Dan tak lama iapun terkulai tak sadarkan diri.
Bersamaan dengan itu Narend pun datang.
" Apa yang kalian lakukan?" teriak Narend saat berhasil masuk ke rumah itu setelah menghadapi beberapa penjaga di luar.
Rika dan Jessica tak menghiraukannya, mereka malah semakin puas,gelak tawanya terdengar sampai mereka berlalu.
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, DENGAN MEMBERI LIKE VOTE DAN KOMEN...😊