Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
43.Masa lalu


__ADS_3

Narend tak bisa lagi tinggal diam,saat melihat kedekatan antara Fero dan pria tersebut,hingga tanpa di sadari ia menunjukan sisi posesifnya.


" Fero,siapa laki laki ini?" tanyanya.


" Saya akan memberitahumu nanti,biarkan nona Fero beristirahat." sahut pria tersebut.


Sontak membuat Narend menoleh padanya sambil melayangkan tatapan tajam,namun pria itu tetap bergeming seolah apa yang di ucapkanya barusan tak berarti apa apa.


" Kakak benar,aku akan memberitahumu nanti,kau juga pasti lelah sebaiknya istirahat." ujar Fero,berhasil mengalihkan tatapan Narend yang sejak tapi menatap pria itu.Narend pun kembali menatap sang kekasih.


" Baiklah kalau begitu,anda bisa keluar! aku akan menjaganya di sini." Narend kembali melirik pria yng sudah mendaratkan bokong di sofa.


" Tidak bisa,saya yang akan menemani Nona Fero di sini,sebaiknya anda saja yang pergi." balas pria itu lagi,membuat Narend semakin kesal,ia ia mengepalkan tangan,terlihat urat urat menonjol dari buku jarinya.


Melihat hal itu Fero langsung membuka suara.


" Kalian tidak ada yang mau mengalah?" Fero melirik Narend dan pria yang tengah di sofa bergantian,keduanya tak menjawab.


"Baiklah kalau begitu,mendapat penjagaan dari dua pria tampan tidak ada salahnya." ucap Fero santai , namun membuat darah Narend semakin mendidih.


" Boleh aku tidur di sini?" pintanya sambil menunjuk ruang yang masih kosong di samping Fero.

__ADS_1


" Kau yakin?" tanya Fero seolah memastikan.


" Ya."


" Tentu saja." dengan senang hati Fero mengizinkan sang kekasih tidur di sampingnya,gadis itu tersenyum saat Narend mulai merangkak ke atas tempat tidur,lalu merebahkan tubuhnya di.


" Tumben kau ingin tidur dengan ku." ujar Fero.


" Aku tak mau kehilangan mu." bisik Narend seraya berbaring menyamping,menghadap kekasihnya, Fero seketika mengulum bibirnya,rasanya ingin terbahak namun nyeri bekas oprasi di perutnya masih sangat terasa.


"Dasar curang, Kau menggodaku di saat aku tak bisa berbuat apa apa,padahal saat ini aku ingin sekali memperkosa mu." balas Fero,membuat Narend terkekeh,ia lalu mengecup kening dan pipi Fero sebagai ucapan selamat tidur,tanpa menghiraukan pria yang masih duduk di atas sofa ,pria itu pun nampaknya tak masalah,masih santai seolah tak melihat apa apa,lebih tepatnya raut wajahnya begitu datar seperti sebuah robot manusia yang sudah di program sedemikian rupa.


Pagi pun menjelang,hangatnya sinar matahari mulai menyusup,menembus dinding kaca rumah sakit,sedikit demi sedikit Narend mulai membuka matanya setelah samar samar mendengar suara seseorang tengah membicarakan sesuatu,pemuda itu pun beranjak,melihat bayangan pria yang belum di ketahui namanya itu lewat jendela yang di tutupi tirai tipis,nampak tengah berdiri di atas balkom sambil memakai handsfree di telinganya,sepetinya ia tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.


" Maafkan aku,karena aku tidak bisa menjaga mu dengan baik,beri lagi aku kesempatan untuk menunjukan rasa cintaku,sungguh aku sangat mencintaimu." bisiknya tepat di telinga Fero.


Tiba tiba saja bayangan mengerikan saat kejadian kemarin malam kembali terbayang,seketika ia teringat pada pelaku yang menyamar sebagai kurir makanan tersebut.


" Aku harus segera menemukan orang itu." gumamnya.


Pemuda itu mulai menyibakan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya,lalu berjalan menuju kamar mandi hendak mencuci wajahnya,tak lama ia keluar menghampiri pria yang masih berada di atas balkon.Pria tersebut meliriknya sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan,memperhatikan bangunan dan gedung gedung pencakar langit yang memadati ibu kota dari atas ketinggian.

__ADS_1


" Ada yang bisa anda jelaskan pada saya,siapa anda sebenarnya,dan apa hubungan anda dengan Fero?" tanpa mau berbasa basi,Narend langsung bertanya ke intinya.


" Nama ku Robert,tapi Nona Fero memanggil ku Kak Robin,aku mengenalnya sejak dia masih bayi,dulu ibu ku bekerja sebagai pelayan di rumahnya,mungkin lebih tepatnya pelayan pertama yang bekerja di rumah itu,sebelum tuan Bayu berhasil menjadi sekarang ini ,Nyonya Diana orang yang sangat baik,dia memperlakukan ibu ku dengan sangat baik,saat ibu ku sakit dia yang membiayai semua pengobatanya,beliau mati matian untuk bisa membuat ibu ku kembali sehat,tapi setelah apa yang sudah ia lakukan,tuhan berkata lain,ibu ku meninggal,saat usia ku 5 tahun,seketika dunia ku hancur,saat itu aku hanya bisa menangis di pusara ibu.


Tapi Nyonya Diana datang,dia merengkuh ku dan mengapus air mataku,membawa ku ke dalam hidupnya,merawatku dan membesarkan ku,memperlakukan ku sebagai anaknya,hingga akhirnya Nona Fero lahir,kasih sayangnya padaku tak juga pudar,kami tumbuh bersama dengan penuh kasih sayang.


Setiap hari dia berpesan,agar aku bisa selalu menjaga Nona Fero,bahkan kata katanya pun sudah di luar kepala.


' Kalian anak anak ibu,sebagai saudara kalian harus saling menjaga,Robert sebagai kakak,harus bisa menjaga adiknya,dan Fero sebagai adik harus bisa menghormati menghargai kakaknya.' Kata kata itu masih terngiang di kepala ku sampai saat ini."


" Tapi selama ini aku tak pernah melihat mu di rumah Tuan Bayu?" Narend semakin penasaran.


" Ya,aku sudah lama tidak tinggal di sana,sejak Nyonya Diana meninggal,kehidupan Tuan Bayu berubah drastis,usahanya semakin berkembang, dia bisa mempekerjakan banyak pengawal,hingga kehadiran ku seakan tak di butuhkan lagi,oleh sebab itu aku memilih keluar dari rumah itu,tapi meskipun begitu aku tidak akan pernah lupa dengan tanggung jawab ku terhadap Nona Fero,sampai kapan pun ."


" Jadi selama ini kau juga menjaganya?"


" Ya,aku berusaha menjaganya dengan cara ku sendiri,meskipun masih sering di kecolongan, karena selain itu aku juga harus menuruti semua perintahnya,kau akan tau lebih banyak lagi tentangnya,setelah kau hidup lebih lama dengannya."


" Jadi Tetaplah bersamanya,cintai dia dengan sepenuh hati mu,jika kau berani menyakiti dan mengecewakannya,jika kau tidak mati,maka aku tidak akan membuat hidup mu tenang." ancam pria tersebut,sambil menepuk bahu Narend.


Rasa penasaran yang ada dalam benak Narend ,sedikit demi sedikit mulai berkurang,masih banyak yang belum ia ketahui tentang Fero,hingga ia pun berjanji akan hidup lebih lama dengannya,dan berusaha agar bisa menua bermasanya.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..☺☺


__ADS_2