
Selesai menghubungi Narend,Fero bergegas keluar, memulai aktifitasnya kembali seperti biasa dengan pakaian rapi dan staylist yang tentunya dari barang barang branded,harga celana jeas juga kaos yang di pakaiannya pun tak main main,begitu juga dengan tas dan sepatunya, yang selalu berhasil membuat jiwa para kaum missquen meronta ronta,di tambah lagi dengan paras yang cantik dan lekuk tubuhnya yang menawan ,sudah pasti tak kan ada kaum pria yang bisa perpaling darinya,banyak yang menilai jika ia sudah memenuhi kreteria gadis yang good looking,
Namun sayangnya ia bukan tipe wanita yang mudah untuk di dekati pria maupun wanita,terlebih setelah ia mendapat kekecewaan dari sahabat dan kekasihnya dulu,sudah pasti ia akan menutup rapat hatinya untuk orang orang yang hanya ingin memanfaatkannya saja.
" Fero,kamu tidak sarapan dulu." ucap Bayu,ketika gadis itu berjalan menuruni anak tangga yang langsung berhubung ke ruang makan,ia berlenggang begitu saja
tanpa ingin menyapa seluruh keluarga yang sudah berada di meja makan.
" Aku tidak terbiasa makan dengan orang asing." sahutnya tanpa menghentikan langkah kakinya.
" Fero! tunggu dulu." teriak Bayu,berhasil membuat Fero diam,ia lalu memutar tubuhnya mengadap sang ayah.
"Kemari!" titah Bayu,dengan malas Fero pun menghampirinya.
" Jesicca akan kuliah di kampus mu,jadi kalian bisa berangkat bersama,kau mau kan memberi tumpangan untuknya? ayah belum mendapat supir untuknya,jadi ayah tidak bisa memberinya mobil karena dia belum bisa menyetir." jelas Bayu,membuat Fero menyunggingkan sudut bibirnya lalu melirik sinis pada Jessica yang nampak sudah berpakaian rapi.
" Lain kali,jika ingin masuk ke keluarga kaya seperti ini,kau harus banyak belajar dulu,setidaknya belajar menyetir lah,agar kau tak merepotkan orang lain." cibir Fero sambil memutar bola matanya jengah.
" Maaf,aku tak biasa memberi tumpangan pada orang lain,mobil ku terlalu berharga untuk dia tumpangi." tolak Fero santai,dan berhasil membangkitkan amarah Rika,wanita paruh baya itu mengebrak meja tanpa segan sambil mengacungkan pisau stainless di hadapan wajah Fero,suasana di dalam ruang makan tersebut kembali terasa menegangkan,para pelayan yang berada di tempat tersebut sudah ketar ketir,mencari sosok pawang yang bisa menjinakan singa betina itu.
Namun mereka semakin putus asa saat mendengar jika Narend tak ada lagi di sana,dan sudah pasti kekacauan di rumah ini tak akan bisa di hindari,pekerjaan mereka akan bertambah jika semua perabotan di sana hancur,bukan apa apa, hanya saja sangat di sayangkan,barang barang di sana terlalu mahal untuk di hancurkan begitu saja, bahkan harganya bisa mencapat tiga kali lipat gaji mereka.
Otomatis Jiwa missquen nya seolah ikut meringis,saat melihat barang barang itu hancur lebur akibat lemparan yang di layangkan Fero.
__ADS_1
" Sekali lagi kau berani merendahkan kami,aku tak akan segan segan melukai wajah mu ini." ancamnya,namun Fero malah tergelak,ia meraih tangan Rika dengan gerakan jijik lalu menurunkan tangan tersebut.
" Ayah,darimana kau mendapat preman seperti ini,aku jadi ragu apa dia pantas di panggil ibu? apa dia pantas di jadikan istri?" Fero memperhatikan Rika dari ujung kaki hingga ujung kepala,sambil melipat kedua tangannya,lalu menggelengkan kepala.
" Hentikan,Fero! jika kau tak mau memberi tumpangan tak masalah,ayah sendiri yang akan mengantarnya." ucap Bayu,ia tak menyadari ucapannya itu akan kembali menorehkan luka untuk Fero,luka yang selama ini masih menggores di hatinya kini bagaikan tersiram air garam,semakin terasa perih dan semakin sulit untuk di sembuhkan.
Bagaimana tidak,selama 20 tahun hidupnya sebagai putri kandung dari Bayu anggoro,ia tak pernah sekalipun tau bagaimana rasanya di antar atau di jemput saat sekolah,dan Kini Jessica yang baru beberapa hari bisa mendapatkan perhatian sebesar itu dari sang ayah.
Ahhh,,,dunia ini memang tidak adil.
Fero seketika melirik Bayu,ia menunjukan senyum sinis sekaligus mencibirnya.
" Silahkan,lakukan apa pun yang ayah mau,jika perlu ayah bisa memperkenalkannya pada seluruh kampus jika dia adalah anak tirimu,mungkin sebagian orang akan percaya,tapi aku juga tak bisa menghentikan beberapa pendapat orang lain yang menilai jika dia lebih pantas menjadi simpanan ayah." Fero semakin terkekeh saat membayangkannya.
" Bahkan pelayan di sini lebih baik darinya." tambah Fero santai,sementara Rika semakin menjadi,amarahnya tak biaa di bendung lagi,ia sudah mengarahkan pisau tersebut ke wajah Fero,membuat semua orang di sana berteriak histeris, begitu juga Bayu dan Jessica, namun untungnya,Fero bergerak lebih cepat, dengan segera gadis itu menahan tangannya dan mencekalnya dengan kuat.
" Kau berani pada ku?" tantang Fero,ia lalu meraih garpu yang tergeletak di atas meja makan tak jauh darinya,lalu mengarahkannya tepat ke hadapan mata Rika.
" Berani kau menyentuh ku seujung kuku pun,aku tak akan segan untuk melukai wajah jelek mu itu,bahkan hanya dengan garpu ini kulit keriput mu itu bisa terkelupas dengan mudah." imbuhnya lagi,seraya menghempaskan cekalan tangannya,lalu kembali melangkahkan kaki pergi begitu,tanpa ingin mendengar umpatan dan teriakan yang di lontarkan Rika untuknya.
"Hhuuhh,, Keren kan aku?" ucap Fero pada dirinya sendiri,saat ia sudah berada dalam mobilnya,gadis itu masih sempat sempatnya mengeprak telapak tangannya dengan gerakan menghapus bedu,ia lalu meraih tissu basah dan mengusapkanya pada telapak tanganya.
" Tangan ku terlalu berharga untuk menyentuhnya." tambahnya lagi,lalu mulai menyalakan mesin mobilnya dan tak lama ia pun pergi menuju kampusnya.
__ADS_1
Sementara itu,Narend sudah berada di halaman sebuah perkantoran,ia menatap gedung yang menjulang tinggi itu dengan perasaan ragu,apa ia masih pantas menginjakan kakinya di sana? sementara ia sendiri yang sudah mengundurkan diri waktu itu,apa dia masih di butuhkan di perusahaan itu? apa sudah ada yang menggantikan posisinya? beberapa pertanyaan muncul dalam benaknya.
Tiba tiba saja,seseorang menepuk bahunya dari belakang,Narend langsung menoleh pada pria yang berdiri di sampingnya.
" Kenapa berdiri di sini? ayo masuk!" ajak pria tersebut.
Narend mengangguk lalu mereka pun berjalan bersama masuk ke dalam gedung perkantoran tersebut,para staf serta resepsionis memundukan kepala hendak memberi hormat untuk menyambutnya kedua pria tersebut.
" Bagaimana kabar mu?" tanya Narend, pada pria seumurannya yang tak lain adalah Nizam,pemuda tampan dengan lesung pipitnya yang menawan.
" Aku baik,kamu sendiri bagaimana?" tanya balik Nizam.
"Aku juga baik."balas Narend,kemudian pemuda itu mempersilahkan Narend untuk duduk saat mereka sudah sampai di ruangannya.
" Syukurlah,bagaimana pekerjaan baru mu? paman Al bilang jika kamu mengundurkan diri di perusahaan ini untuk menjadi bodyguard." tanya Nizam semakin antusias untuk mendengar cerita dari Narend.
" Tak berjalan lancar,aku ke sini justru untuk mencari pekerjaan,apa masih ada lowongan?" tanya Narend tanpa basa basi,membuat Nizam tergelak sambil menggelengkan kepala,ia menyenderkan punggungnya di sofa.
" Kamu ini bicara apa? tentu saja perusahaan ini selalu terbuka untuk mu,bahkan ruangan mu saja masih kosong,sebenarnya sudah sejak lama aku ingin menyuruh mu kembali ke sini,tapi paman Al selalu melarang ku.dia malah mengutus Azzam untuk membantu ku,tapi kamu tau sendiri bagaimana anak itu." Nizam terlihat menghembuskan nafas kasar,ia sudah cukup lelah dan kualahan jika harus menangani perusahaan ini sendiri tanpa bantuan siapa pun.
Sejak dulu saat mereka masih kecil, mereka memang tak saling mengenal,karena Narend besar di panti asuhan,sementara Nizam tinggal bersama neneknya,hubungan mereka mulai terjalin saat Al dan Satria mendaftarkan mereka ke fakultas yang sama dengan jurusan yang sama pula,hingga akhirnya mereka pun di pertemukan kembali di perusahaan SM group yang berdiri di bidang industri pangan,memproduksi makanan dan minuman instan,sebagai seorang manajer dan sekretarisnya hubungan mereka semakin dekat layaknya saudara,dan tentu saja mereka telah menjadi salah satu anak angkat dari keluarga Aljalari yang bisa di andalkan,bahkan mereka telah berhasil mengembangkan perusahaan tersebut dalam waktu yang cukup singkat.
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE KOMEN DAN VOTENYA JUGA..
__ADS_1