Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
34.Kalah saing


__ADS_3

Setelah mendapat izin dari Fero,Narend pun segera pergi, dan tak butuh waktu lama ia sudah sampai di kantor.


Nizam nampak sibuk menyiapkan berkas berkas yang akan ia bawa,sementara Narend sudah duduk manis di atas sofa sambil memperhatikan gerak gerik Nizam yang masih belum menyadari kedatanganya.


Beberapa kali pria tampan berlesung pipi itu melirik jam di pergelangan tangannya,lalu menghela nafas kasar,seolah waktu berputar dengan begitu cepat.


" Ada yang bisa ku bantu?" akhirnya Narend membuka suara,melihat Nizam yang nampak kelelahan.


" Aah,,kau! sejak kapan kau di situ?" tanya Nizam akhirnya bisa bernafas lega.


" Sekitar 15 menit yang lalu." ujar Narend,ia lalu beranjak dan menghampiri sekretarisnya itu.


" Pelajari ini,kau harus bisa mempresentasikanya dengan baik,jangan sampai mempermalukan perusahan kita." titah Nizam sambil menyerahkan beberapa berkas ke tangan Narend.


Kekasih Fero itu pun menerimanya,ia lalu kembali duduk di sofa dengan tumpukan kertas di tangannya.


" Jangan lama lama,kita harus ke sana tepat waktu,jangan sampai mengecewakan mereka,seharusnya kau datang sejak pagi." seloroh Nizam sedikit kesal pada atasannya itu.


" Bawel sekali."Narend hanya meliriknya sesaat,setelah itu ia pun melempar kecil berkas tersebut ke atas meja.


" Kalau begitu ayok! kita pergi sekarang." ajak Narend, namun Nizam malah bergeming,seolah tak yakin,ia menatap Narend tak percaya,bagaimana bisa ia mempelajari berkas berkas itu hanya dengan hitungan menit?


" Pelajari dulu dengan benar,perusahaan yang akan kita ajak kerjasama bukan sembarang perusahan." ucap Nizam tegas,namun Narend masih nampak santai,ia lalu merapikan penampilannya.

__ADS_1


" Aku sudah mempelajarinya."ucap Narend yakin,setelah itu ia keluar lebih dulu dari ruangan tersebut dan pergi begitu saja.


Dengan segera Nizam pun menyusulnya,mereka pergi menuju ke tempat dimana meeting tersebut di adakan.


Saat dalam perjalanan,Nizam masih nampak tak tenang,tangannya terlihat mengetuk ngetuk stir mobil dengan jari jemarinya,raut wajah penuh kekhawatirannya pun tak bisa ia sembunyikan,sesekali ia melirik Narend yang terlihat lebih santai seolah tanpa beban.


" Kau tau kita akan berhadapan dengan siapa?"


" Ya,perusahaan asal Korea milik Kim Hyun Joo." sahut Narend dengan cepat.


" Bukan hanya itu,di sana kita juga akan bertemu dengan beberapa orang dari perusahaan lain,saingan kita cukup banyak,aku tidak yakin perusahaan Kim akan memilih kita untuk menjadi rekan bisnisnya." ujar Nizam sedikit putus asa,mengingat perusahaannya masih seumur jagung dan belum cukup berkembang jika di banding dengan beberapa perusahaan yang akan menjadi saingannya.


" Kita usaha saja dulu,berhasil atau tidaknya urusan nanti,setidaknya kita sudah mencobanya." jawab Narend,membuat Nizam sedikit tenang.


Narend dan Nizam sempat tak percaya, ternyata pemilik perusahaan tersebut masih terbilang sangat muda,hanya selisih dua tahun dengan mereka,namun kemanpuanya memang tak bisa di ragukan,pria berdarah Korea itu berhasil mengembangkan perusahaan turun temurun dari orang tuannya hanya dengan kurun waktu satu tahun,semenjak ia menetap di tanah air dua tahun yang lalu. Ia menyambut Narend dan Nizam dengan ramah,dan mempersilahkannya untuk duduk sambil menunggu beberapa orang dari perusahaan lain.


Hingga satu persatu wakil dari beberapa perusahaan mulai berdatangan,dan orang yang datang terakhir berhasil membuat Narend terkejut,begitu juga dengan orang tersebut.


Tuan Bayu anggoro salah satu pengusaha terkaya di negara ini,yang memiliki beberapa perusahaan besar yang tersebar di seluruh penjuru dunia itu pun turut hadir,ikut memperebutkan kerjasama yang di tawarkan perusahaan Kim.


Bayu seolah tak terima dengan hadirnya Narend di sana,sorot matanya tak lepas dari mantan pengawalnya tersebut yang kebetulan duduk tepat dihadapannya.


Begitu juga dengan Narend,yang membalas tatapan itu tak kalah bengis,sorot mata keduanya seolah memancarkan aliran listrik yang terhubung satu sama lain,bendera perang mulai berkibar.

__ADS_1


Keduanya berseteru dalam diam.


Suasana mulai tegang,saat satu persatu mulai menyampaikan pesentasinya,hingga tak terasa kini tinggal dua orang terakhir,yang akan menyampaikan presentasinya,berusaha memperebutkan perhatian kliennya.


Dan Kini saatnya Narend yang berdiri gagah di hadapan banyak orang,menyampaikan gagasan dan idenya dengan baik dan begitu lantang,serta mudah di pahami,tentu saja bagi Joo yang notabenya berasal dari luar negeri bisa lebih mengerti baik dari segi bahasa atau pun gerak tubuh.


Tak butuh waktu lama,kini gilaran Bayu,pria paruh baya yang terbilang paling sepuh di antara orang yang berada di sana pun tak mau kalah,iapun menyampaikan presentasinya dengan cukup logis,karena memang hal itu sudah biasa ia lakukan,ia berbicara dengan sangat percaya diri.


" Jika anda bersedia bekerja sama dengan saya,saya akan menikahkan anda dengan putri saya satu satunya." ujar Bayu di akhir kalimatnya,sambil melirik Narend dengan senyuman menyeringai,membuat semua orang yang berada di sana menganga tak percaya,begitu jiga Narend yang kini sudah mengepalkan tangannya di bawah meja.


Namun beda halnya dengan Joo yang malah tergelak hingga memegang perutnya yang terasa tergelitik.


Suasana semakin tegang,saat keputusan akhir yang akan di sampaikan Joo,hanya ada beberapa perusahan yang terpilih dan salah satunya adalah perusahaan SM group.


" Maaf,tuan Bayu! saya tidak bisa bekerja sama dengan anda, tawaran anda memang menarik,tapi saya tidak bisa menerimanya,setiap hari banyak gadis mengantri menunggu giliran untuk saya tiduri,jadi untuk apa saya menikah?" ujar Joo dengan bahasa yang belum Fasih,membuat semua orang terkekeh mendengarnya.


Padalah mereka sudah mengira jika Joo akan menerima Bayu untuk bekerjasama.


" Lagi pula mengingat usia anda, sudah saatnya untuk anda istirahat,dan menikmati hasil dari kerja keras anda selama ini,jadi sekarang biarkan yang muda yang berkarya. " tambah Sam sebagai sekretaris Joo yang tak lain adalah adik sepupunya sendiri.


Ucapannya membuat Bayu tak terima,ia mengebrak meja dengan kesal.


"Cukup tuan! saya tidak keberatan jika anda tak bersedia bekerjasama dengan saya,karena tanpa bantuan anda pun,perusahaan saya sudah berdiri dan berkembang pesat, tapi saya tak terima dengan perlakuan anda terhadap saya,dengan membawa usia,asal kalian tahu,usia tidak menjamin keberhasilan seseorang,akan saya pastikan perusahaan ini akan hancur,dan kalian akan menyesal." ancam Bayu,membuat semua orang bergeming,namun Joo masih nampak santai sambil duduk sedikit memutar kursinya ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Narend,yang menunjukan seringainya,ia manarik sudut bibirnya membentuk senyum mengejek.


__ADS_2