
Sekian lama membujuk akhirnya Marwah berhasil membawa Fero pergi dari sana,ia mengajaknya untuk ikut ke sebuah apartemen yang di tempatinya,di sana Fero sempat terkejut saat mendapati seorang gadis lain berparas sama.
Begitu juga gadis tersebut yang kini tengah menatapnya heran.
" Marwah,siapa dia?" tanya gadis tersebut,sambil melirik wanita asing yang datang bersama Marwah.
" Dia kak Diana,aku bertemu dengan nya tadi di jalan." jelas Marwah,ia pun langsung mengenalkan Fero pada gadis yang kini sudah di ketahui bernama Shafa.
Marwah sempat menarik tangan Shafa untuk sedikit menghindar dari Fero,setelah itu ia membisikan sesuatu,dan tidak lama Shafa pun mengangguk,setelah di rasa cukup mereka pun kembali menghampiri Fero.
" Maaf ya, kak Diana duduk dulu." ujar Marwah sambil membawa Fero untuk mendarat kan bokongnya di sebuah sofa ruang tamu,ia lalu bergegas pergi ke dapur hendak mengambilkan minuman,namun tak lama ia kembali.
" Shafa di kulkas tidak ada minuman?" tanyanya.
" Bukannya tadi kau pamit untuk belanja,lalu mana belanjaan mu?" timpal Shafa.
" Ya ampun,,aku lupa." lirih Marwah,seketika ia menepuk jidat sendiri, merutuki kebodohannya karena sempat melupakan niatnya untuk keluar tadi,maksud hati ingin berbelanja, ia malah bertemu dengan Fero yang tengah bertengger di atas tiang jembatan,karena panik ia sampai melupakan tujuannya.
" Sudah biasa." gumam Shafa sambil memutar bola matanya jengah.
Shafa terkekeh tak enak hati,ia lalu beralih menatap Fero.
" Maaf ya kak,di sini belum ada minuman, kami baru pindah ke sini beberapa hari lalu."terang Marwah,ia lalu meraih ponselnya hendak memesan minuman di sebuah aplikasi.
"Tidak apa apa, Kalian kembar?" tanya Fero.
Keduanya mengangguk dengan kompak,membuat Fero tersenyum.
"Manis sekali." gumam Fero.
" Tak ada yang manis,kak! aku sama sekali tidak mau mirip dengannya,dia menyebalkan,wajah ku cantik tapi dia malah meniru ku." sewot Marwah.
" Enak saja,aku lahir lebih dulu,jadi bukan aku yang meniru mu." balas Shafa tak kalah sewot.
__ADS_1
" Tapi kau meniru ku saat masih dalam kandungan ibu."balas Marwah.
" Mana ada,seandainya aku tau bahwa aku akan mirip dengan mu,aku akan minta pada tuhan agar dia mau merubah wajah ku." sahut Shafa.
Kedua kakak beradik yang selalu nampak kompak itu malah beradu mulut di hadapan Fero,tanpa mereka sadari jika seseorang tengah memperhatikan mereka dengan perasaan cemburu.
Terlahir menjadi anak tunggal menjadikan Fero sebagai pribadi yang tertutup, lebih sering menghabiskan waktu sendiri,berteman sepi,tak ada yang bisa ia ajak bicara atau saling lempar ejekan seperti yang tengah ia lihat di hadapannya sekarang, memiliki saudara adalah keinginan Fero sejak dulu,walau saat kecil ia memiliki seorang kakak angkat yang baik,tapi nyatanya seiring berjalan waktu,anak serigala tetap lah serigala,tidak akan berubah menjadi kucing menggemaskan,ia akan tetap menunjukan sisi predatornya.
Mengingat hal itu seketika dada Fero terasa sesak,matanya mulai berembun,hingga isakan pun tak dapat di hindari,ia mengangkup wajahnya dengan telapak tangan,Shafa dan Marwah di buat terkejut,mereka langsung merengkuh,memeluk dari sisi kanan dan kirinya.
" Kak,kau bisa ceritakan masalah mu sekarang,kami akan setia mendengarkannya,tidak usah khawatir kami selalu bisa di andalkan dalam menyembunyikan rahasia." ucap Marwah seraya menggerakan tangannya di depan bibir seolah tengah menguncinya rapat rapat.
" aku bisa memberitahu masalah ku pada kalian,tapi aku membutuhkan pelukan dari kalian." lirih Fero.
" Baiklah, kami mengerti,kak Diana pasti masih membutuhkan waktu yang tepat untuk menceritakannya,tenang saja bahu kami masih lebar,kami akan selalu ada saat kak Diana membutuhkannya,kak Diana harus percaya pelangi selalu datang setelah turun hujan." ujar Shafa,meskipun mereka baru kenal, namun entah kenapa saat melihat mata sayu,dan isakan pilu dari Fero,mereka bisa melihat bahwa wanita di hadapannya memang benar benar tengah terluka.
" Kak Diana,tinggal dimana?" tanya Shafa,membuat Fero seketika bergeming,ia bingung harus menjawab apa,namun karena tak mendapat jawaban,si kembar langsung mengeluarkan dugaan bahwa Fero memang tengah membutuhkan tempat tinggal.
...****************...
Sementara di tempat lain,Narend tengah berusaha untuk bisa masuk ke dalam rumah tuan Bayu,ia masih saja tak percaya saat mendapati banyak karangan bunga duka cita yang di tunjukan untuk Fero,pemuda itu terus berontak saat para mengawal menghadangnya,hingga akhirnya baku hantam pun tak bisa terhindari,Narend menghajar satu persatu penjaga di depan gerbang rumah mewah itu.Hal tersebut berhasil mencuri perhatian pemilik rumah,Bayu serta istri anak tirinya langsung berhambur keluar,tiba tiba saja mata mereka terbelalak,melihat pria yang selama ini tak mereka harapkan kedatangannya.
" Kau!! dasar kurang ajar,kau masih berani menunjukan batang hidung mu di hadapan ku?" geram Bayu,pria paruh baya itu menghampirinya dan langsung melayangkan tinjuannya.
" Kemana kau membawa putri ku,hah?" tanya Bayu dengan suara berat,tangan yang mencengkram kerah kemeja Narend terasa bergetar,akibat menahan emosi siap meledak.
" Saya ke sini justru untuk menemuinya." balas Narend.
Pemuda itu masih nampak santai,saat berhadapan dengan pria yang kini tengah menatapnya tajam,seolah tengah mengintai dan siap menyerangnya kapan saja.
Hingga satu tinjuan kembalu mendarat di pipinya.
" Kurang ajar,apa yang ada dalam fikiran mu,apa kau mengalami amnesia akibat koma kemarin,bukannya kau sendiri yang membawanya pergi dari rumah ini!!" bentak Bayu,membuat Narend bergeming,otaknya bekerja keras mengingat kejadian yang menimpa mereka sebelum ia koma.
__ADS_1
" Maaf tuan,bisa kita bicara sebentar dengan kepala dingin,kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah." ujar Narend.
" Tak ada yang perlu di bicarakan,Fero sudah tidak ada lagi di sini,bahkan mungkin dia sudah tak ada lagi di dunia ini,jadi aku harap kau pergi dari sini." sahut Rika yang muncul dari balik punggung Bayu.
" Ada yang ingin aku sampaikan mengenai nona Fero." ujar Narend seraya berusaha meyakinkan,tanpa di duga pria paruh baya yang di kenal arogan dan keras kepala itu mengangguk setuju.
" Bicaralah!" titah Bayu,sambil mengajak Narend untuk duduk di kursi yang berada di halaman rumah mewahnya.
" Apa Robin sempat membawa Fero ke sini?
" Robin?" Bayu mengerutkan kening saat mendengar ucapan Narend.
" Iya,apa anda tidak tau tentang penusukan yang di alami Nona Fero?" tanya Narend lagi.
" Penusukan?" lagi lagi Bayu di buat mengerti, namun raut wajahnya berubah penuh rasa khawatir.
" Apa yang sebenarnya terjadi pada putri ku?" suara Bayu kembali menggema,nampak jelas rasa khawatir yang begitu besar dalam raut wajah tuanya.
"Nona Fero sempat mengalami penusukan oleh orang tak di kenal,saya sudah membawanya ke rumah sakit,di sana kami bertemu Robin,dia bersikeras untuk membawa Nona Fero pergi,dan saya sudah berusaha melaranganya,tapi dia malah menyerang,hingga akhirnya saya mengalami koma selama enam bulan,dan setelah itu saya tidak tau lagi kondisi nona Fero."
" Kemungkinan besar,Nona Fero masih bersama Robin sekarang." ucapnya lagi,seketika Bayu bergeming,ia lalu menatap Narend,mencoba meyakinkan dirinya, dari apa yang sudah Narend ucapkan,memang tak ada keraguan yang terpancar dari wajah tanpannya.
Setelah menimbang nimbang,memang tak ada salahnya untuk mencoba,mencari keberadaan Robin,demi menghapus rasa penasarannya.
" Aku tidak setuju, aku yakin Fero sudah meninggal,selama ini kita sudah berusaha mencarinya kemana pun,tapi tidak berhasil,untuk apa mencarinya lagi,biarkan saja, mungkin dia sudah tenang di sana." Rika membuka suara,membuat Bayu menjadi bimbang,namun hati kecilnya masih terus meracau,hingga akhirnya Bayu kembali menatap Narend matanya sarat akan makna seolah meminta pendapat.
" Aku akan terus mencarinya." tegas Narend tanpa bisa di ganggu gugat.
" Baiklah,aku percayakan semua pada mu,bawa beberapa pengawal ku untuk membantu mu."ujar Bayu,membuat Narend tersenyum,ia menganggukan kepala dengan semangat,setelah itu ia pun pamit.
Bersamaan dengan itu Rika pun kembali mengubungi orang suruhannya untuk mencari keberadaan pria yang bernama Robin,demi mendapatkan gadis yang selama ini di incarnya.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊
__ADS_1