Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
35.Membawa pergi


__ADS_3

Selesai dengan meetingnya Narend memutuskan untuk segera pulang ke apartemennya,karena tak ada lagi yang harus di kerjakan di kantor,kemunculan Fero dalam benak dan fikirannya membuat ia tak bisa berfikir lebih jauh,konsentrasinya terbagi dua,walaupun akhirnya persentasi yang ia sampaikan membuahkan hasil yang memuaskan.


Saat dalam perjalanan pulang,pria itu sama sekali tak menghiraukan seruan Nizam yang begitu bersemangat,merasa takjub dan juga ada rasa bangga terhadapnya.


" Kamu hebat,aku tak menyangka jika kamu bisa berbicara lantang seperti itu di hadapan banyak orang,bahkan tuan Bayu sekali pun berhasil kamu kalahkan." ujar Nizam seraya menepuk bahu Narend,namun pemuda itu masih tetap bergeming.


Menatap lurus ke depan dengan perasaan kalut,saat Bimo dan juga Fero tak membalas pesanya,nomer ponselnya pun tak dapat di buhungi,ia semakin frustasi ,merasa jika roda mobilnya berjalan lambat.


" Berhenti bicara,jalankan mobilnya dengan benar." ujar Narend sedikit kesal.


Membuat Nizam terhentak,namun meskipun begitu ia tetap menuruti perintah Narend.


Setelah beberapa lama,akhirnya mereka pun sampai di halaman apartemen,Narend langsung keluar dari mobil dan berlalu tanpa berbasa basi terlebih dulu pada Nizam,membuat pemuda itu kembali merasa curiga.


Narend berjalan menuju dimana kamarnya berada dengan langkah lebar,entah kenapa perasaannya semakin tak karuan,hingga tak lama ia pun sampai,dan kini perasaan tak enak yang ia rasakan sejak tadi terjawab sudah,saat mendapati apartemennya berantakan,dengan bercak merah yang berceceran di atas lantai,sementara Fero dan juga Bimo tak nampak di sana.


Dengan segera pria itu pun mengubungi pihak keamanan yang bertugas di apartemen tersebut,mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,tak membutuhkan waktu lama,ia pun berhasil mendapat informasi dari cctv yang terpasang di sekitar kamarnya.


" Kurang ajar!" Seketika rahangnya mengeras dengan tangan yang terkepal kuat,saat ia melihat dari layar laptop milik petugas keamanan,ketika sang kekasih di seret paksa keluar dari apartemennya dengan kasar, hingga mendapat perlakuan tidak baik dari beberapa orang pria yang tak di kenalinya.


Pemuda itu pun langsung berlalu,ia tahu kemana harus pergi sekarang,dan tak lama ia pun sampai di depan gerbang kediaman Bayu anggoro.


Beberapa orang pria bertubuh besar langsung menghadangnya,berusaha menghalanginya agar tidak dapat masuk,namun Narend tak menyerah begitu saja,ia menghajar mereka satu persatu,hingga tiba tiba suara ledakan dari senjata api terdengar beberapa kali, yang berasal dari dalam rumah mewah tersebut,di ikuti suara teriakan beberapa orang yang berada di sana.

__ADS_1


Dengan cepat Narend berlari,memastikan apa yang terjadi,dan seketika matanya membulat, saat melihat Fero tengah berdiri dengan tubuh yang nampak gemeteran, sambil memegang senjata api di tangannya, dan siap untuk menarik pelatuknya kembali pada beberapa pengawal yang berusaha menangkapnya,selain itu juga terdapat beberapa orang pria yang ia lihat tadi di cctv sudah terkapar,entah mereka masih hidup atau sudah tak bernyawa.


" Berhenti,atau aku akan membunuh kalian!!" teriak Fero,sambil mengarahkan senjatanya ke arah beberapa pengawal tersebut.


" Fero!!" suara halus yang terdengar menenangkan,berasal dari ambang pintu,seketika gadis itu melirik,ia langsung berlari dan berhambur memeluknya.


" Bawa aku pergi Narend,bawa aku pergi!" lirihnya dengan suara bergetar,isak tangisnya terdengar pilu hingga pria itu tak tahan lagi untuk mendengarnya.


" Jangan menangis,aku akan membawa mu pergi." Pemuda itu langsung mendekapnya dengan erat,menangkup pipi mulus itu,dan menatapnya.


seketika amarahnya kembali meluap saat melihat wajah cantik itu kini banyak di penuhi luka memar,serta darah yang keluar dari hidung dan juga sudut bibirnya.


Narend merebut pistol yang berada di tangan Fero,lalu mengarahkannya pada beberapa pria yang hendak menyerangnya.


Para pengawal nampak terkejut, terlebih dengan Rika dan Jessica yang sejak tadi duduk manis di atas sofa sambil menyaksikan pertunjukan yang menegangkan itu terjadi secara live di hadapannya.


Kedatangan Bayu secara tiba tiba itu sungguh tak mereka duga. Sebagai dalang dalam masalah tersebut tentu saja mereka semakin tak bisa berkutik,terlebih saat Bayu sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah yang tak bisa di jelaskan.


" Ada apa ini?" teriak Bayu,saat melihat keadaan istananya yang berantakan,dengan beberapa barang pecah yang berserakan,juga terlihat asing dengan warna merah yang dominan.


Warna yang haram terlihat di rumah itu,kini malah nampak memenuhi seisi ruanganya.


" Setelah melihat hal ini,apakah anda masih ingin terus mengejar dunia, dan menyibukan diri dengan bekerja? tanpa ada keinginan untuk mengabiskan masa tua dengan menjaga dan menemani putri anda satu satunya ini?" ucap Narend, yang lagi lagi membawa usia dan kata tua .

__ADS_1


Ia berdiri tak jauh dari Bayu,sambil membawa Fero dalam pelukannya.


Bayu seketika menatapnya,lalu ia melirik Fero yang tengah menenggelamkan wajahnya di bahu Narend.


" Fero, katakan pada ayah apa yang terjadi?" ujar Bayu dengan suara beratnya.


" Tanyakan saja pada istrimu itu." sahut Fero tanpa menoleh.


Kini Bayu menatap Rika yang tengah menundukan kepala dengan tatapan matanya yang tajam,sebelum ia membuka suara Narend menyelanya.


" Maaf tuan,jika anda memang tak bisa menjaga Nona Fero,serahkan saja dia padaku,izinkan aku membawanya pergi dari rumah ini,anda tidak usah khawatir aku akan menjaganya dengan hidupku." ujar Narend dengan lantang.


" Silahkan,selesaikan dulu masalah anda dengan Nyonya Rika,permisi!" tambahnya lagi.


Tanpa menunggu persetujuan atau pun penolakan dari Bayu,pria itu pun langsung berlalu,membawa Fero pergi dari rumah itu.


" Fero, berhenti!!" teriak Bayu,namun nampaknya mereka tak menghiraukannya.


" Fero!! berani kamu keluar dari gerbang itu,itu artinya kamu bukan anakku lagi,dan jangan harap nama mu bisa terdaftar sebagai ahli waris ku?" teriak Bayu lagi,berhasil menghentikan langkah mereka,Narend menatap Fero seolah meminta keputusan,dan cepat Gadis itu mengangguk yakin, sambil menggengam tangan Narend,ia kembali melangkahkan kakinya keluar dari gerbang rumah mewah tersebut.


Terimakasih sudah membaca,,jangan lupa like komen dan votenya.


__ADS_1



__ADS_2