Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
68.menjalani hidup masing masing


__ADS_3

1 minggu berlalu,Narend masih juga tak ada kabar,namun Fero tetap berusaha sabar,ia tahu bahwa ada alasan tertentu mengapa Narend melakukan itu padanya.Dan ia pun yakin jika Narend akan kembali suatu saat nanti.


Setelah beberapa kali mendapat bujuk dan rayuan dari Kevin,akhirnya gadis itu bersedia meneruskan semua bisnis sang ayah,dan Kali ini untuk pertama kalinya ia datang ke prusahaan,menjadi satu-satunya ahli waris dari mendiang Bayu anggoro mewajibkannya untuk lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam hal apapun,tentu saja hal itu menjadi tantangan sekaligus cobaan yang berat baginya.


Bagaimana tidak,seorang gadis yang biasa duduk manis di hujani kekayaan , di limpahi kemewahan bak putri raja,kini harus mati matian berjuang demi berjalannya bisnis yang di dirikan ayahnya sejak dulu.


" Aku benci ini!!" teriak Fero sambil mengacak rambutnya, saat Kavin menyerahkan beberapa berkas untuk kesekian kalinya.


"Kau mau menyiksaku." geram Fero,dengan tatapan membunuhnya.


" Maaf Nona!setelah tuan Bayu meninggal banyak pekerjaan yang sudah lama terbengkalai,itu sebabnya kita harus menyelesaikannya sedikit demi sedikit mulai sekarang." jelas Kevin.


" Apanya yang sedikit? sudah berapa ribu lembar kertas yang aku tanda tangani hari ini,kau gila." keluh Fero saraya melempar sebuah pena yang sejak jadi di genggamnya.


" Akkhh,maaf! Kalau begitu sebaiknya kau istirahat dulu." ucap Kevin sedikit panik seraya merangkul pundak Fero,dan membawanya untuk duduk di sebuah sofa,jangan biarkan gadis itu mengamuk di hari pertamanya kerja.


" Ini sudah waktunya makan siang,kau mau makan apa?" tanya Kevin,seolah membujuk.


" Bawakan semua makanan yang ada,tenaga ku sudah terkuras habis hari ini!" titah Fero,masih dengan wajah yang terlihat kesal.


" Ah,baiklah. Akan aku pesan kan,kau memang harus banyak makan." ucap Kevin semangat.


Selama menunggu makanan datang,Kevin terus berceloteh,memberitahu apa saja yang harus di lakukan Fero sebagai direktur utama dari perusahaan tempat mereka berada sekarang.


Tak hanya itu Fero pun masih harus mengelola beberapa perusahaan yang lainnya,namun untuk saat ini Kevin masih berbaik hati, membiarkan Fero melakukan pekerjaan yang masih terbilang cukup mudah.Karena akan ada saatnya Fero mengerjakan pekerjaan yang jauh lebih sulit dan pastinya akan membuatnya lebih sibuk,sama seperti apa yang di lakukan Bayu semasa hidupnya.

__ADS_1


Sementara itu Fero bahkan sama sekali tak menghiraukan apa yang Kevin ucapkan,gadis itu malah asik merebahkan tubuhnya sambil memejamkan mata.


" Ayah pergi terlalu cepat,seharusnya dia menjual perusahaan - perusahaannya terlebih dulu sebelum meninggal." lirih Fero dengan suara yang lemah.


" Issshhh,,itu lebih baik,daripada ayah mu mati meninggalkan hutang." balas Kevin.


"Setidaknya aku tidak perlu repot- repot meneruskan bisnis ayah."


" Jadi kau lebih suka membayar hutang-hutangnya?" ucap Kevin,berhasil mengalihkan perhatian Fero.


Gadis itu kembali duduk sambil menatap Kevin penuh penasaran.


" Apa ayah mau mati meninggalkan hutang?" tebak Fero,membuat Kevin tersenyum sinis.


" Ya,dan sialnya dia berhutang pada tuan Bayu." ujar Kevin.


" Tapi ayah ku sudah meninggal,itu artinya kau sudah berbebas dari hutang-hutang ayah mu."


" Tidak semudah itu,selama garis keturunan Bayu anggoro masih ada,aku tidak akan bisa bebas." ucap Kevin dengan wajah yang mulai serius,hal itu membuat Fero sedikit bergidik,hawatir sesuatu yang tak di inginkan terjadi padanya.


" Kau tidak ada niatan untuk menghabisi ku,bukan?" ucap Fero ragu,membuat Kevin terbahak.


" Kau masih terlalu polos,nona manis!!" seru Kevin sambil mengacak rambut Fero karena gemas.


" Awas saja,aku yang akan lebih dulu menghabisi mu." ancam Fero,semakin membuat Kevin terbahak.

__ADS_1


" Sudahlah,kau makan saja,masih banyak yang harus aku kerjakan." ucap Kevin usai makanan yang di pesannya datang.


Pria itu pun pergi dan membiarkan Fero menghabiskan makanannya sendiri.


Sementara di tempat lain,Narend pun menjalani hidupnya sebagai pemuda biasa,mengerjakan apa pun yang ia bisa,bahkan tak jarang ia membantu para petani di ladang sayur milik Al yang masih berada di kawasan pondok.


" Minum dulu,Bro!" ucap Yusuf,yang dengan sengaja datang membawakan minuman untuk sahabatnya itu.


" Terimakasih." balas Narend,seraya menyeka keringat yang membasahi seluruh tubuhnya setelah seharian berjemur di bawah terik sinar matahari.


Yusuf terus saja memperhatikan Narend,ada sedikit rasa iba yang terpendam dalam benaknya,melihat salah satu sahabat dekat yang sudah lama tinggal di kota,menjadi seorang manajer,berpakaian rapi,memakai jas dan dasi setiap hari,naik turun mobil mewah,kini harus kembali ke desa dan menjalani hidupnya seperti rakyat biasa pada umumnya, dengan kaos lusuh dan juga celana ala kadarnya.


" Padahal hidup mu sudah enak Rend,tinggal di kota,punya apartemen mewah,pekerjaan mapan,penghasilan besar,mobil tinggal pilih mau pakai yang mana,tapi kenapa malah balik lagi ke sini ?" ucap Yusuf sambil menghela nafas panjang,ketika mereka duduk di sebuah gubuk kayu tepat di pinggir ladang.


" Bagaimana pun kehidupan ku di kota,asal ku memang dari sini, Suf." balas Narend.


" Iya sih,Rend.Tapi bagaimana jabatan mu di kantor,ayah Al sudah mempercayakan semuanya pada mu." ujar Yusuf lagi.


" Aku sudah menyerahkan semuanya pada Nizzam,aku yakin dia pasti bisa menanganinya dengan baik, kamu tau sendiri,aku tipe orang yang tidak bisa konsinten dalam segi apapun,lagi pula mumpung masih muda dan ada kesempatan, aku ingin mencoba semua pekerjaan yang ada."ucap Narend dengan antusias.


" Ya,kamu memang benar,seharusnya dulu aku mengikuti mu,kuliah di indonesia dan kerja di perusahaan ayah,mungkin nasib ku sekarang tidak akan seperti ini." lirih Yusuf,dengan tatapan kosong,mengingat masalalunya saat ia memilih melanjutkan pendidikan di Kairo,mengikuti jejak ayah angkatnya,karena semua yang ia lakukan dulu semata mata hanya untuk membalas kebaikan Al,setelah ia kembali ke tanah air,rasa suka terhadap lawan jenis tak dapat di hindari,terlebih saat keduanya di haruskan sering bertemu sebagai seorang guru dan murid,seriring berjalanya waktu benih - benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya,namun sayang kisah asmaranya tak berjalan mulus karena gadis yang di cintainya pergi tanpa memberi harapan.


...****************...


Assalamualaikum,,ada yang kangen othor gak???

__ADS_1


Kalo kangen kasih dukungannya dong!!!othor do'ain Di tahun yang baru ini semoga semuanya di berikan kesehatan,dan kelancaran dalam hal apapun, temasuk othor semoga selalu di beri kemudahan dalam setiap masalahanya ,entah itu d dunia halu,maupun nyata...😊😊😊


__ADS_2