Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
65.Keputusan Narend


__ADS_3

Sepulangnya dari pemakaman,Narend kembali ke apartemen,wajahnya yang masih nampak muram semakin menimbulkan kecurigaan,hingga Al tak lagi bisa menahan diri untuk tidak bertanya,dan akhirnya ia pun memutuskan untuk menghampiri Narend.


" Ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Al.


" Tidak ayah,aku baik baik saja." Narend masih mencoba untuk menyangkalnya.


" Narend ! ayah sudah mengenal mu sejak kamu masih kecil,ayah tau dengan sifat mu,jadi jangan pernah mencoba untuk menyembunyikan sesuatu pada ayah." desak Al,membuat Narend terdiam seketika.


Ya,itu memang benar,hubungan antara mereka selayaknya anak dan orang tua pada umumnya,Narend tak pernah bisa menyembunyikan masalah sekecil apapun pada Al,bagi Narend, Al adalah sosok ayah yang sempurna, bisa ia jadikan teman dalam setiap momen tertentu.


Hingga tanpa fikir panjang,Narend pun akhirnya bersedia untuk menceritakan masalahnya pada Al.


"Aku memang sangat mencintainya,bahkan selama ini aku sudah berusaha mempertahankan hubungan ini, dan menerimanya dengan tulus, tapi setelah aku melihatnya bicara dengan Tuhannya,aku merasa perbedaan kita ini terlalu jauh,manik manik tasbih ku tidak akan pernah bisa bersatu dengan rosarionya." jelas Narend dengan suara bergetar,seolah tengah menahan tangis.


" Jadi kamu akan menyerah begitu saja?" tanya Al.


" Aku tidak bisa memaksanya,jadi lebih baik kita berjalan di jalannya masing masing." balas Narend.suaranya terdengar parau,dan sesekali ia menyeka sudut matanya,berusaha untuk tetap kuat dengan keputusan yang sudah ia buat.


" Ayah mengerti dengan perasaan mu,dan itu memang benar,tapi kamu tidak bisa memutuskan ini semua sendiri,bicara lah denganya baik baik,walaupun kamu mengadahkan tangan,sementara dia melipatkan tangan,tapi ayah tau kalian memiliki harapan dan do'a yang sama,dan ayah yakin apapun hasil keputusannya nanti,itu yang terbaik untuk kalian." nasihat bijak dari Al langsung di angguki Narend,kendati demikian Narend merasa itu hal yang sulit,ia tak akan sanggup melihat saat Fero terluka dan kecewa jika ia menyampaikan keputusannya secara langsung di hadapan gadis itu.

__ADS_1


Narend merasa frustasi,rasa gundah berkecamuk dalam benaknya,perasaanya masih terus saja bertolak belakang dengan ucapannya.


" Maafkan aku Fero! aku memang mencintai mu,tapi sekuat apapun dan sampai kapan pun kita mempertahankannya,kita tetap berbeda." lirih Narend,tanpa terasa cairan bening yang sejak jadi ia bendung dalam pelupuk mata,sedikit demi sedikit mengalir deras saling berkejaran hingga membasahi pipinya.


Narend tak bisa lagi menahan tangisnya,saat ia memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Fero,seolah tak ingin membuat gadisnya itu terluka terlalu dalam dengan perpisahan yang telah ia putuskan.


" Aku yakin,dengan cara ini,seiring berjalannya waktu, kamu akan bisa melupakan aku." gumamnya.


Sementara di kediaman mewah milik Bayu anggoro,Kevin masih setia menemani Fero,walau gadis itu kini sudah nampak lebih baik, karena ia fikir tangisan dan air mata yang berlarut larut tak akan bisa menghidupkan ayahnya kembali,hanya saja Fero merasa kecewa dengan ketiadaan sang kekasih di sisinya,dalam keadaan seperti ini,ia malah harus mendengar ocehan Kevin tak henti hentinya mengoceh.


"Aku tidak habis fikir,kemana perginya si bawang merah dan ibunya itu,kenapa mereka sampai sekarang tidak datang juga." ucap Kevin dengan kesal.


" Ada yang harus aku sampaikan."sahut Kevin,seraya mendaratkan bokongnya di sebelah Fero.


" Apa?" tanya Fero dengan penuh rasa penasaran.


" Surat wasiat dari ayah mu."


" Apa kau gila? tanah kuburan ayah ku saja masih merah,dan kau sudah membicarakan surat wasiat!" bentak Fero sambil melayangkan tatapan tajamnya.

__ADS_1


" Tidak,bukan seperti itu." ujar Kevin yang mulai ketar ketir.


" Katerlaluan! tapi kenapa ayah ku mempercayakan surat wasiat itu pada mu?"tanya Fero heran.


" Entahlah,mungkin karena aku orang kepercayaan nya." balas Kevin dengan percaya diri,membuat Fero tersenyum sinis seolah mengejek.


" Yang benar saja?ayah ku punya banyak orang kepercayaan,kenapa dia harus mempercayai orang bodoh seperti mu." ejek Fero.


" Heyy ,Nona! jangan salah,meskipun begini aku itu sekretarisnya." timpal Kevin,langsung membuat Fero tersedak air yang di minumnya.


" Kau serius?"


"Ya."


" Apa butik mu bangkrut,sampai sampai kau harus merangkap jadi sekretaris ayah ku?" ucap Fero dengan senyum yang nampak menyebalkan,hingga membuat Kevin memutar bola matanya jengah.


" Jaga bicara anda,Nona manis! butik ku masih baik baik saja,malah sekarang aku sudah memiliki beberapa cabang,dan asal kau tau,sekarang butik itu aku serahkan pada istri ku,,hahaha!!! sepertinya hilangnya diri mu membawa dampak baik untuk ku." balas Kevin,dan sepertinya hanya dia yang berani dan mampu mengimbangi keangkuhan Fero.


Kedekatan di antara keduanya memang sudah berjalan sejak lama,orang tua keduanya telah menjalin hubungan yang cukup dekat sejak mereka masih kecil,namun karena keangkuhan Fero yang sudah tertanam sejak kecil,gadis itu lebih senang menyendiri,dan tak mudah menerima orang baru,meskipun Kevin selalu berusaha untuk mendekatinya, setelah beranjak dewasa,tanpa di pungkiri rasa penasaran dan ketertarikan sempat Kevin rasakan,namun untung saja rasa itu tak berlangsung lama,karena Fero tak pernah menganggap dirinya ada.Malah gadis itu hanya menganggapnya sebagai pemilik butik langgananya saja.

__ADS_1


Dan akhirnya kini Kevin telah menemukan seorang gadis yang sudah ia nikahi beberapa bulan silam.


__ADS_2