Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
44.Hadiah


__ADS_3

" Aku mengerti,terimakasih sudah menjaga Fero selama ini,mulai sekarang aku juga akan ikut andil dalam menjaganya." Narend menepuk bahu Robin.


" Ya,aku harap juga begitu,dia sudah sangat mencintaimu,jadi jangan pernah coba untuk mengecewakannya." sahut Robin,hingga Narend mengangguk.


Kedua pria itu pun mengakhiri berbincangannya,saat terik matahari mulai menusuk dan membakar kulit,mereka kembali masuk ke dalam kamar,menghampiri Fero yang ternyata sudah terbangun dan nampak lebih segar,gadis itu menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat Narend masih setia berada di sana.


" Aku kira kamu sudah pulang." ucap Fero,sambil berusaha mengangkat satu tangan yang tak terpasang infus untuk meraih tubuh kekasihnya.


" Aku tidak akan pulang, sebelum memastikan keadaan mu." balas Narend,yang langsung meraih tangan Fero dan duduk di sampingnya


" Aku sudah lebih baik,kau tidak perlu khawatir,ada kak Robin juga di sini,kau harus ke kantor bukan?" ujar Fero,dengan ragu Narend mengangguk,ia tau perusahaan tempatnya bekerja pasti sangat membutuhkan keberadaannya sekarang,terlebih tak ada Nizam di sana.Ponselnya pun tertinggal di apartemen,tak bisa ia bayangkan sudah berapa banyak panggilan yang masuk ke ponselnya saat ini.


" Ya,aku harus ke kantor." ucap Narend.


" Ya sudah,kau pergi saja,tapi jangan lama lama." Fero mengendurkan genggaman tanganya,mengizinkan Narend untuk pergi,dengan berat hati pemuda itu pun mengangguk,lalu mengecup keningnya sebelum ia pergi.


Setelah Narend pergi,gadis itu beralih menatap Robin,air wajahnya berubah serius,banyak pertanyaan dan kekhawatiran yang menyelimuti hatinya, sudah sedari tadi ia ingin berbicara empat mata dengan kakak angkatnya itu.


" Kak,kenapa aku di bawa ke rumah sakit ini." protes Fero.


" Narend yang membawa mu." jawab Robin dengan wajah datar,sejenak Fero terdiam,menghela nafas dengan kasar sebelum kembali melayangkan pertanyaan lagi.


" Lalu apa dokter dan perawat di sini sudah tau aku."


" Ya,tapi kau tenang saja,yang tau hanya dokter dan perawat yang menangani mu semalam,selain itu aku pastikan tak ada yang mengetahuinya,aku sudah mengurusnya langsung."


" Syukurlah." lirih Fero,belum ada yang tahu pasti alasan kenapa gadis itu menyembunyikan identitas kepemilikan dari rumah sakit tersebut,yang jelas ia hanya ingin menyelematkan dan menyembuhkan banyak orang sakit, dengan cara mengobati dan menbebaskan biaya, tanpa harus menunjukan jati dirinya di hadapan orang.


Ide tersebut muncul begitu saja dan murni hasil dari kekabutannya,hingga akhirnya terciptalah tindakan yang mulia.

__ADS_1


" Lalu bagaimana kabar Bimo dan Ibunya Salsa?" tanya Fero lagi.


" Bimo sudah aku kirim ke luar kota,dan dia sudah menikah dua hari yang lalu,dia juga menitipkan salam dan mengucapkan banyak terimakasih untuk mu."terang Robin.


Ya,saat kejadian lalu,dimana Fero dan Bimo di seret dari apartemen Narend oleh orang suruhan Rika,pengawal tersebut di bawa ke sebuah gedung kosong,mereka menghajarnya dan hampir menghabisi nyawanya,namun untung saja Robin datang di waktu yang tepat,hingga ia bisa menghentikan aksi brutal yang di lakukan orang suruhan Rika dan behasil melepaskan Bimo.


"Keadaan Ibu Salsa juga lebih baik dari sebelumnya,ia juga mengucapkan banyak terimakasih padamu,tapi sepertinya Salsa tidak tau kebaikan yang sudah kau perbuat." tambahnya.


" Syukurlah,aku cukup senang walau hanya mendengarnya dari kakak,soal Salsa aku tidak perduli,aku tidak pernah berharap ucapan terimakasih dari siapa pun ,karena ucapan terimakasih hanya akan terucap dari mulut orang yang faham arti kata menghargai."


Robin mengangguk setuju.


" Lalu siapa yang sudah berani mencoba melukai ku?"


"Aku akan segera menemukannya."


Akhirnya gadis itu kembali memejamkan mata sejenak,hingga akhirnya terdengar sebuah ketukan pintu,dan tak lama seorang perawat muncul,mengantarkan makanan.


" Permisi tuan,Nona!" ujarnya sambil membungkukan badan.


" Ini sarapannya,dan ada beberapa titipan barang dari orang orang yang mengaku pernah anda tolong." ucap perawat tersebut,membuat Fero dan Robin saling lirik.


" Barang apa?" tanya Robin.


" Anda bisa melihatnya di luar tuan,jika keberatan kami akan membereskannya."


Robin mengangguk,ia langsung membuka pintu,seketika matanya terbelalak sempurna,saat melihat banyak buket bunga beragam jenis dan beragam warna,serta kado kado yang masih terbungkus rapi,pria itu kembali ke dalam sambil melayangkan tatapan tajamnya pada perawat tersebut.


" Kau yakin itu semua pemberian orang orang yang pernah nona Fero tolong?" tanyanya dengan suara bergetar.

__ADS_1


" Sepertinya begitu,kami sudah memeriksanya terlebih dulu dan tak ada barang yang mencurigakan." jelasnya.


" Bukannya aku sudah bilang jangan sampai keberadaan nona Fero di ketahui banyak orang,lalu kenapa mereka bisa tahu Nona Fero ada di sini dan di rawat di sini?"


" Ma--maaf,soal itu sa-saya tidak tau tuan!" perawat tersebut menunduk ketakutan,nampak jelas dari tubuhnya yang gemeteran,serta suaranya yang terbata.


Tanpa menunggu lama,Robin pun keluar hendak menemui seseorang,untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,kenapa rahasianya bisa bocor dan sampai ke telinga banyak orang,kini pria itu tengah berjalan di koridor rumah sakit,lalu masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah,tanpa di duga rasa keterkejutannya pun bertambah saat melihat para pengawal telah sibuk menghadang ratusan orang yang berebut untuk bisa masuk ke ruangan di mana Fero berada.


Ternyata begitu banyak orang yang menyayangi Fero walau mereka sama sekali tak pernah bertemu secara langsung ataupun melihatnya,namun hanya dengan mendengar namanya saja sudah berhasil membuat mereka kagum dan jatuh cinta,jatuh cinta dengan kebaikan dan kedermawaannya.


Mereka tidak akan percaya jika Seandainya mereka tahu sosok nona Fero yang mereka kagumi, adalah Fero yang terkenal sebagai gadis yang sombong dan arogan.


" Tolong!! izinkan aku masuk sebentar saja,aku ingin sekali bertemu dengannya untuk mengucapkan banyak terima kasih,aku ingin sekali melihat sosok malaikat yang sudah menolongku." kira kira seperti itu lah yang mereka ucapkan.


Tanpa menunggu lama Robin pun menghampiri mereka dan menghentikan aksi saling dorong tersebut.


" Hentikan!!" teriaknya, sambil menunjukan wajah sangarnya.


" Nona Fero sedang sakit,jadi tolong biarkan dia istirahat."


"Kami menyayangi Nona Fero, Pastikan dia baik baik saja,dan jangan sampai terjadi apa apa padanya." teriak seseorang, langsung di setujui yang lainnya.


"Ya,nona Fero baik baik saja,dia hanya butuh istirahat,jadi tolong mengertilah,bubar sekarang juga, dan jangan lupa untuk mendo'akanya." ucap Robin tegas,dan akhirnya mereka semua menurut, lalu membubarkan diri.


Sementara itu Fero meminta perawat tersebut untuk membawakan salah satu hadiah tersebut ke dalam kamarnya,gadis cantik itu langsung menyunggingkan senyum saat mendapat buket bunga lily putih favorit mendiang ibunya,dan secarik kertas yang bertuliskan ucapan terimakasih juga harapan dan do'a yang di tunjukan untuknya.


" Aku tidak tau,apa dia tulus atau tidak dengan apa yang di tulisnya,tapi aku merasa senang,aku rasa ini hadiah paling indah yang pernah aku dapat,dan ini semua aku berikan untuk mu,Bu! ku harap ibu bahagia di sana." lirih Fero.


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE NYA YA..😊

__ADS_1


__ADS_2