Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
55.Kehilangan


__ADS_3

Fero kembali ke dalam kamar,lalu meraih pakaian yang tadi sempat ia lihat ,tanpa menunggu lama ia pun langsung memakainya,sambil mengeryitkan dahi ia manatap dirinya yang kini nampak anggun dengan pakain yang menutupi nyaris seluruh tubuhnya lawat pantulan cermin.


Kini giliran penutup kepala,Fero nampak kesulitan saat memakainnya,beberapa kali mencoba untuk memasangkannya,namun tetap gagal,hingga akhirnya ia pun menyerah.Gadis itu menaruhnya kembali ke tempat semula,setelah itu is melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur,tanpa terasa matanya mulai terpejam dan tak menunggu lama iapun terlelap.


Sementara si kembar yang kini tengah berada di kampus barunya, nampak antusias saat melangkahkan kaki sambil memperhatikan lingkungan di sekitar bangunan mewah itu,di sana pun banyak terdapat logo ANGGORO sebagai perusahaan yang bekerja sama dengan fakultas tersebut.


" Kampus ini tak kalah bagusnya dari kampus kita yang dulu." ujar Marwah,yang langsung di setujui sang Shafa.


" Bang Narend yang merekomendasikannya,dia bilang ini adalah salah satu fakultas terbaik di indonesia,banyak pengusaha pengusaha sukses lulusan dari sini." sahut Shafa.


Marwah hanya menganggukan kepala dengan menunjukan wajah takjubnya.


Setibanya di kantin kampus, tiba tiba sesuatu yang terpampang di sebuah papan informasi berhasil menarik perhatian mereka.


Keduanya mengerutkan kening,seraya memperhatikan dengan seksama foto orang hilang yang terpasang di papan informasi tersebut.


" Bukannya ini kak Diana?" tanya Shafa sambil melirik adik kembarnya.

__ADS_1


Sementara yang di lirik masih bergeming,dan tidak lama ia pun menggelengkan kepala.


" Aku tidak yakin." balas Marwah,mengingat wanita yang ia temui di sebuah jembatan penyebrangan orang beberapa hari lalu itu terlihat lebih kurus dengan wajah sedikit pucat tanpa sentuhan make up sedikit pun.


Berbeda dari yang ada di dalam foto tersebut, yang nampak lebih berisi dan juga cantik di balut sentuhan make up yang sempurna.


" Lagipula di sini sudah jelas namanya Feronicca." ujar Marwah sambil menunjuk sebuah nama yang tertulis di sana.


" Kau benar,sayang sekali padahal hadiah yang di berikan untuk orang yang berhasil menemukannya sangat fantastis,kita bisa kaya mendadak." ucap Shafa antusias.


" Tentu saja,dia anak tunggal Bayu Angoro,semua orang tau dia siapa,hadiah sebesar ini tidak ada apa apanya buat dia." balas Marwah sambil menunjuk nominal yang tertera di bawah fotonya.


Tak ingin terlalu memperdulikannya, mereka pun segera kembali ke kelasnya.


Di tempat lain,Narend menggelar pencarian secara besae besaran,dengan berbagai cara termasuk memalui situs online,hingga menyebar ribuan lembar pengumuman di setiap tempat,tak hanya sampai di situ ia pun mengerahkan semua warga masyarakat dengan mengiming imingi hadiah pantastis bagi orang yang berhasil menemukannya,hingga akhirnya semua orang berbondong bondong untuk membantu mencarinya.Dan bisa Robin pastikan jika kini tak akan ada lagi ruang bagi Fero untuk bergerak bebas,bahkan ia pun tak bisa memastikan nama musuh dan mana yang akan menolongnya,namun meskipun begitu ia tetap mengawasi Fero dari tempat yang tidak akan mudah di ketahui siapapun.


" Aku tak mengerti kenapa kau sampai melakukan ini demi menemukan gadis itu." ujar Nizzam pada Narend dengan sedikit kesal,sebab hsl itu pekerjaanya di kantor sempat terganggu.

__ADS_1


" Kau tidak akan mengerti." jawab Narend, sambil terus mengelus dan manatap layar ponsel yang menampilkan wajah gadis cantik itu dengan tatapan nanar.


" Apa karena gadis itu putri tunggal tuan Bayu,hingga kau tak bisa melepaskannya." cibir Nizzam dengan wajah seolah mengejek,sekitika Narend mematung,namun tak lama ia pun tersenyum sinis sambil menggelengkan kepala.


" Bukan hanya itu,tapi dia sudah pergi dengan membawa semua isi hatiku,kau tidak akan mengerti sebelum merasakannya." lirih Narend,seketika matanya kembali sendu,mengingat sang kekasih yang dulu selalu ada menemaninya,kini entah dimana keberadaannya,perasaan yang telah sepenuhnya ia berikan untuk Fero kini terasa begitu hampa,di saat pemilik hati tak lagi bersamanya jiwanya seakan melayang,kesedihan yang di rasapun begitu mendalam,ia bahkan merasa hidupnya berada dalam kegelapan, tak ada sepercik cahaya di sekelilinhnya,karena kini lentera yang selalu meneranginya telah padam dan mengilang.


Nizzam mengela nafas sambil menepuk bahu atasanya itu,meskipun ia belum pernah merasakan kehilangan seorang wanita yang di cintainya ,namun ia pun faham dengan apa yang di rasakan Narend.


"Jangan khawatir, Jika kau merelakan kekasih mu pergi dengan ikhlas, maka dia akan kembali pada mu meski dalam cara dan wujud yang berbeda." ucap Nizzam seolah memberi semangat.


Saat itu juga Narend meliriknya,ia manatap dengan matanya yang merah,cairan bening nampak berlinang di pelupuk mata,jika sekali saja ia mengedip, maka cairan tersebut berhasil terjun bebas dari sana.


" Aku harap juga begitu." balas Narend,yang langsung mendekap tubuh Nizzam,ia tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya,hingga kini ia pun menangis tersedu di bahu sang asisiten.


Nizzam nampak terkejut,namun sedetik demikian ia pun membalas pelukannya,sambil melingkarkan tangannya di punggung Narend dan sedikit menepuknya beberapa kali,selama hidupnya


Ia bahkan tak pernah melihat Narend begitu terpuruk seperti sekarang ini.

__ADS_1


Kini iapun sadar,apa pun alasan dan penjelasannya kelihangan akan selalu menyakitkan.


Narend masih terus terisak hingga tersedu sedu, Nizzam pun dapat merasakan punggungnya bergetar hebat,menandakan bahwa atasan sekaligus sahabatnya itu memang benar benar tengah rapuh,dalam situasi seperti ini mereka bahkan tak dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik,hingga akhirnya keduanya pun memutuskan untuk pulang lebih awal,meninggalkan pekerjaan yang masih menumpuk di meja kerjanya.


__ADS_2