Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
73.Karaoke


__ADS_3

Keesokan harinya kondisi Fero semakin membaik,terlihat dari wajahnya yang nampak lebih segar dan ceria,dan akhirnya ia pun di perbolehkan untuk pulang.


Kevin dan Salsa yang menemaninya semalaman turut bahagia,mereka dengan setia membantu Fero keluar dari rumah sakit itu.


Sepanjang perjalanan pulang,lantunan shalawat tak pernah berhenti berputar,dari audio yang berada di dalam mobil mewah miliknya,seolah sudah menjadi candu,


Fero pun sengaja memasang volume full,hingga nyaris memekakan telinga.Mungkin saja lantunan shalawat tersebut bisa Fero jadikan sebagai terapi untuk kesehatan mentalnya pascatrauma.


Kevin dan Salsa hanya pasrah,tanpa bisa berbuat apa-apa,pasangan itu membiarkan Fero malakukan apa saja yang di kehendaki,sesekali hanya saling melirik dengan wajah yang nampak kebingungan,apalagi saat Fero ikut bersenandung mengikuti alunan, walau lirik dan makhroj nya masih tak beraturan,Fero tetap mengikutinya dengan suara lantang.


Hal itu membuat Kevin dan Salsa mengulum bibir,menahan tawa.


" Kevin,hari ini kita mau kemana?" tanya Fero tiba-tiba,saat menyadari bahwa pria itu tengah menertawakanya.


" Kita pulang saja." sahut Kevin.


" Dokter bilang aku stres,aku butuh hiburan.Jadi, sebaiknya kita ke klub, atau karaoke?" tanya Fero antusias,namun wajah dinginnya masih tak bisa di hilangkan.


"Kalau begitu, Sebaiknya kita ke dokter lain saja." sahut Kevin,membuat Salsa tak kuasa menahan tawanya lagi.Namun tidak dengan Fero,gadis itu malah berteriak kesal,sambil menendang begian belakang jok, yang di duduki Kevin.


" Sialan!!" umpatnya.


" Kau masih butuh banyak istirahat,lagi pula mana ada tempat karaoke yang buka di pagi hari seperti ini?" ujar Kevin,membuat Fero mendengus kesal.


Tak lama kemudian,mobil pun berhenti tepat di depan rumah mewah peninggalan mendiang Bayu.


Beberapa penjaga dan pelayan langsung menyambut Fero dengan sedikit membungkukan badan.

__ADS_1


" Buatkan aku tempat karaoke di sini,sekarang juga!" titah Fero tiba-tiba,sontak membuat semua orang terkejut,termasuk Kevin dan Salsa.


Beberapa pengawal melirik Kevin,seolah meminta persetujuan.


" Cepat,tunggu apa lagi!!" teriak Fero,seketika itu pun para pengawal dan pelayan sibuk berhamburan,walau tak tahu apa yang harus mereka lakukan,mengenai tugas yang di perintahkan nona mudanya sekarang,itu terlalu mendadak.


" Sayang,aku rasa kita memang harus membawanya ke dokter lain." bisik Kevin,sambil terus memperhatikan tingkah Fero yang terlihat aneh,karena gadis itu terus bersenandung tanpa lelah.


" Entah lah." Salsa menggelengkan kepala, tak bisa berkomentar.Melihat Fero yang tengah terkena racun shalawat, ia hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuknya.


" Salsa! aku penasaran,lirik lagu ini memakai bahasa apa?" tanya Fero, setelah menyadari, bahasa yang di pakai pada shalawat yang di dengarnya itu masih terlalu asing.


"Itu bahasa Arab." sahut Kevin dengan malas.


" Oh..Sepertinya aku harus menambahkan daftar negara yang harus aku kunjungi." gumam Fero.


Bagaimana,apa kau setuju?" tanya Fero,dengan antusias,membuat Kevin semakin terkejut,membulatkan mata lebar-lebar. Tak habis fikir,bagaimana nona mudanya itu bisa berfikir sejauh itu,dan untuk apa dia pergi ke negara Arab?pekerjaan di tanah air saja sudah membuatnya gila.


Jangan sampai Fero pergi ke Arab,karena itu akan membuat tugasnya semakin bertambah.


" Tentu saja,mengunjungi beberapa tempat di negara timur tengah,memang sudah menjadi impian ku sejak lama,seandainya aku punya banyak uang seperti mu,aku pasti akan melakukanya." sahut Salsa,seolah tak faham dengan apa yang di khawatirkan sang suami.


" Astaga!!" Kevin menutup wajahnya,merasa frustasi.


" Oke,Kevin!! kau bisa mengaturnya?"


" Apa? kenapa harus aku?" Kevin memelas.

__ADS_1


" Karena kau sekretaris ku,jadi kau harus membantu ku.Dasar bodoh!!"


Kevin menatap sebal pada Salsa,namun Salsa membalasnya dengan senyuman manis,dan kedipan maja,Kevin yang melihat hal itu kembali membulatkan mata,karena sebelumnya ia tak pernah melihat Salsa bersikap seperti itu,bahkan setelah mereka menikah sekalipun,Salsa tak pernah memiliki keberanian untuk menggodanya. tertawa merasa gemas.


" Perasaan ku tidak enak,apa mungkin jiwa mereka tertukar." gumam Kevin,sambil melirik Salsa dan Fero bergantian.


Dan akhirnya setelah seharian menunggu,sesuatu yang di inginkan Fero pun terwujud, para pelayan bekerja keras menyulap sebuah kamar kosong menjadi sebuah ruangan,yang begitu mirip dengan room karaoke pada umumnya,lengkap dengan barang dan elektronik yang canggih.


Fero nampak antusias dengan hal itu,ia langsung mencobanya untuk yang pertama kali,dan musik yang pertama ia putar tentu saja shalawat,hal itu sontak membuat para pengawal semakin bertambah syok.


Namun Fero tak perduli, sebuah pujian pun terucap dari bibirnya,karena merasa puas dengan hasil kinerja para anak buahnya.


" Kalian hebat juga! sebagai bayaranya,aku akan mengajak kalian semua berlibur ke negera Arab." seru Fero,lagi-lagi membuat para pelayan menatapnya heran.


Gadis itu bisa saja pergi keliling eropa,atau bahkan tempat wisata lainnya di dunia ini,tapi kenapa negara Arab yang ia pilih.Fikir mereka.


Meskipun tidak ada larangan,namun tetap saja hal itu masih menjadi tabu,karena ada beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa non muslim tidak di perbolehkan menginjakan kakinya di beberapa daerah,termasuk kota suci Mekkah dan Madinah.


...****************...


Guys..mohon koreksinya jika othor salah,agar bisa othor perbaiki lagi,tapi tolong jgn di bully ya,harap maklum karena masih belajar,cerita ini memang sedikit sensitif.☺


Dan othor ucapkan banyak terimakasih, buat pada reader yang masih setia membaca dan menunggu cerita ini.


Karena beberapa alasan,mungkin othor mau ganti judul ya,thor rasa judul yang sekarang gak sesuai sama alur ceritanya..sapa tau bestie2 di sini punya judul yang bagus dan sesuai, boleh lah bisik2..😊😊😊


Sekian dari othor,kurang lebihnya mohon maaf,happy reading and see u next time..😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2