
Kehadiran si kembar membawa keceriaan bagi Fero,dengan berbagai cara kedua gadis itu berusaha membuatnya tersenyum,melihat kerja keras mereka dalam menghiburnya, membuat Fero merasa terharu,karena tak ingin mengecewakan keduanya,Fero pun semakin bersemangat untuk bisa menerima keadaan, hingga sedikit demi sedikit Fero pun berusaha untuk melupakan kejadian yang menimpanya,dan kini ia bertekat untuk memulai hidupnya yang baru.Ia percaya dengan apa yang si kembar katakan 'akan ada pelangi setelah turun hujan.'
Kali ini si kembar mengajaknya karaoke,bermodal barang yang tersedia di kamar apartemenya,mereka memutar musik dari ponselnya,lalu menyambungkannya ke speker aktif.
Fero tak menyangka,kedua gadis yang nampak alim itu bisa melakukan hal hal yang biasa di lakukan gadis pada umumnya.
Dengan suara pas pasan mereka menyanyikan beberapa lagu ceria,sambil menggerak gerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri,tak jarang pula mereka pun berjingkrak jingkrak,Fero yang hanya duduk sambil memperhatikan keduanya sudah mulai terpancing,tentu saja itu memang dunianya, hal menyenangkan yang sudah lama tidak pernah ia lakukan.
Namun ia merasa sedikit ada yang kurang, setelah melihat meja yang nampak kosong,hanya terdapat beberapa botor air meneral.
" Apa kalian tidak punya wine?" tanya nya,seketika si kembar menghentikan aksinya,mereka sempat tertegun dan saling melempar pandang, dengan wajah yang kebingungan,setelah beberapa detik kemudian keduanya serempak menggelengkan kepala.
" Kami tidak meminum wine." ujar Shafa.
Fero pun mengangguk faham,tanpa menunggu lama ia langsung merebut microfon yang ada di tangan Shafa dan mulai melanjutkan nyanyiannya, seperti biasa Fero meliuk liukan tubuhnya dengan erotis saat Shafa dan Marwah sengaja memutar musik DJ, mereka begitu menikmati momen menyenangkan itu,hingga tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat.
Tiba tiba terdengar suara bel berbunyi,saat itu juga mereka langsung di buat ketar ketir,tak jauh seperti pengunjung karaoke yang tengah mengalami penggerebekan oleh pihak satpol PP,si kembar kalang kabut berusaha membereskan kekacauan yang mereka perbuat,mereka menyuruh Fero untuk bersembunyi di dalam kamar,sementara Marwah segera membukaan pintu.
" Bang Narend?" seru Marwah ia membulatkan mata saat melihat kakak angkatnya itu datang dengan membawa luka lebam di wajahnya.
" Kalian sedang apa, kenapa lama sekali membuka pintunya?" tanya Narend sambik mengerutkan kening saat melihat wajah gugup adik angkatnya itu .
" Kami sedang menyiapkan keperluan untuk ke kampus besok." sahut Marwah sedikit berdusta.
__ADS_1
" Bang Narend sendiri kenapa,baru juga sembuh sudah mendapat luka baru lagi." gerutu Marwah sambil membawa Narend duduk hendak membantu mengobatinya.
Pria itu tak menyahut,bola matanya terus berkeliling memperhatikan suasana apartemen yang baru di tempati si kembar beberapa hari lalu.
" Kalian betah tinggal di sini?" tanya Narend.
" Ya,kami betah." sahut Marwah sambil mengoleskan obat luka yang ia dapat dari Bayu tadi.
" Syukurlah,memang kalian sudah yakin akan pindah kuliah ke sini?" tanya Narend lagi,dengan Cepat Marwah mengangguk mantap.
" Ya sudah,yang jelas dimana pun kalian berada,kalian harus tetap hati hati,jaga diri baik baik,jaga pula kepercaan ayah dan ibu jangan sampai mengecewakannya." seloroh Narend panjang lepar selayaknya seorang kakak pada adik adiknya.
" Iya,bang! Marwah tau." balas Marwah dengan wajah malas.
" Shafa di mana?"
" Di kamar." sahut Marwah.
" Shafaa!!!" suara Narend menggema di ruangan itu,membuat Fero yang berada di dalam kamar sempat tersentak saat mendengar suara itu.
Ya ,suara itu,suara yang selama ini ia rindukan,suara berat dengan ciri khasnya yang terdengar begitu lembut dan menenangkan,tiba tiba saja dadanya kembali sesak,rasa rindu kembali menyusup ke dalam kalbu,semakin hari semakin menggebu,namun ia tak bisa berbuat apa apa,ia harus tetap berusaha mengubur perasaan itu,karena bagaimana pun ia harus bisa melupakannya,Ia tahu Narend pasti tidak akan mau menerimanya lagi setelah mengetahui keadaanya sekarang,yang kotor dan amat menjijikan,hingga tak pantas lagi untuk di perjuangkan.
Terlebih Narend sempat berkata jika ia menginginkan wanita yang bisa menjaga mahkotanya dengan baik sebelum ia menjadi suaminya.
__ADS_1
Mengingat Hal itu Fero semakin merasa bahwa tak ada lagi kesempatan untuknya bisa bertemu lagi dengan Narend.
Tanpa diduga,air matanya kembali menetes,saat mengingat nasibnya yang menyedihkan,melupakan orang tercinta tidak semudah membalikan telapak tangan.
Cinta memang menyakitkan, mungkin saja jika masalah lain yang Fero menghadapi,ia masih bisa mengendalikannya dengan mudah,namun jika sudah menyangkut soal hati dan perasaan ia menyerah, dan tak sanggup melakukan apa apa lagi selain menangis.
"Maafkan aku Narend ! Aku sangat mencintai mu, aku merindukan mu,ku harap kau selalu behagia dimana pun kau berada." lirihnya tanpa menghentikan isakannya.
...****************...
Tak lama Narend berada di sana,ia pun langsung pamit pada kedua adik kembarnya,ia pergi hendak melakukan sesuatu yang amat penting dalam hidupnya,mencari keberadaan sang kekasih yang di rindukannya selama ini,berharap pujaan hatinya dalam keadaan baik baik saja.
Kedua insan itu pun saling mendo'akan satu sama lain.
Kini Narend serta beberapa anak buah yang di utus Bayu memulai pencariannya, mereka mulai mencari informasi dari pihak rumah sakit saat terakhir Narend dan Fero bertemu,namun hasilnya nihil,pihak rumah sakit tak bisa memberitahu secara detail,hingga tak ada informasi yang mereka dapat selain tentang kepemilikan rumah sakit tersebut,Narend sempat terkejut saat mengetahui jika ternyata Fero adalah pemilik rumah sakit itu.Kini rasa penasaran yang sempat menyerang benaknya dulu terjawab sudah,pantas saja gadis itu mendapat perawatan dan pelayanan yang khusus.
Tak ada yang mengetahui dimana keberadaan Robin, dan kemana pria itu membawa Fero.Namun Narend tak akan mudah menyerah begitu saja.
Sementara di waktu yang sama,Rika pun mengerahkan anak buahnya,untuk mencari keberadaan Fero dengan tujuan berbeda,jika Narend dan Bayu mencari Fero demi keselamatanya,berbanding terbalik dengan Rika yang mencari Fero demi untuk menghabisinya.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊
__ADS_1