
Usai makan siang,Kevin kembali masuk ke dalam ruangan Fero dengan tergesa gesa,pria itu langsung menarik tubuh Fero dan membawanya pergi dari tempat itu,Fero yang masih nampak bingung hanya bisa mengikuti langkah Kevin sambil terus menggerutu.
Hingga akhirnya mereka sampai di lobby,Kevin pun meminta Fero untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau membawa ku kemana?"
tanya Fero sewot.
"Kita harus mendatangi perusahaan Kim,ada kesalahpahaman yang harus segera di selesaikan." ujar Kevin.Seraya menghidupkan mesin mobil.
" Kesalah fahaman apa?" tanya Fero tak mengerti.
" Ibu dan saudara tiri mu sudah menjual beberapa saham perusahaan milik ayah mu pada tuan Kim,itu sebabnya kita harus segera mengambilnya kembali." jelas Kevin.
" Iisshhh,,belatung-belatung itu ternyata masih hidup." lirih Fero sambil menyenderkan punggungnya,rasa lelah yang menyerang tubuhnya bertambah berkali kali lipat,setelah mendengar masalah tersebut,sehingga membuat Fero tak dapat berfikir jernih.
" Biarkan saja,aku tidak akan jatuh miskin hanya karena kehilangan beberapa saham." ucap Fero pasrah.
Namun Kevin takan menyerah begitu saja,karena menjaga dan mempertahankan semua kekayaan Bayu adalah salah satu tanggung jawabnya.
" Tidak bisa,kita harus berusaha mempertahankan saham - saham itu."tegas Kevin,membuat Fero semakin kesal.
"Kau berani mengatur ku!!" teriak Fero.
" Ok,maafkan aku! aku bukan ingin mengatur mu,tapi ini sudah menjadi tugas ku,mempertahankan apa yang sudah menjadi milik mu,apa kamu akan diam saja ketika mereka mengambil milik mu?setidak nya kita harus bisa menangkap mereka untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya." ucap Kevin berhasil membungkam mulut Fero,hingga akhirnya gadis itu pun terdiam,mencerna ucapan Kevin dengan baik.
Tidak menunggu lama keduanya pun sampai di perusahaan Kim ,perusahaan besar asal Korea tersebut kini telah berkembang semakin pesat setelah di kelola oleh generasi ke tiganya.
Kedatangan Fero di sambut hangat oleh Joo,yang tak lain adalah cucu dari pemilik perusahaan tersebut sekaligus CEO di sana.
" Apa kabar nona? senang bisa bertemu dengan anda." sapa Joo,seraya mengulurkan tangan.
" Aku baik." balas Fero tak mau basa basi.
" Syukur lah,aku dengar kabar kematian Tuan Bayu,aku turut berduka atas itu,semoga kau selalu di beri ketabahan,aku yakin ini pasti sulit untuk mu." ucap Joo lagi sambil menunjukan senyum sinisnya,mengingat hubungannya dengan tuan Bayu tak begitu baik,setelah kejadian beberapa bulan lalu saat ia menolak untuk bekerja sama.
" Terima kasih,tapi kedatangan ku kemari bukan untuk meminta belas kasihan mu." balas Fero.
" Lalu?" tanya Joo,seolah tak mengerti.
" Seperti yang anda tahu,aku ke sini untuk mengambil kembali saham-saham yang sudah ibu tiri ku jual ."
__ADS_1
" Mengambil? semudah itu?" ucap Joo.
" Aku akan mengembalikan uang mu."
" Aaakkhh,,itu tidak perlu,aku tau kau sedang dalam kesuliatan sekarang,bahkan untuk biaya pengobatan ayah mu saja kalian sampai harus menjual saham." ucap Joo seolah mengejek,hal itu tentu membuat Fero tersulut emosi,gadis itu menatap Joo dengan mata yang menyeramkan,seolah ingin menelanya hidup-hidup.
" Anda pasti salah faham,untuk biaya mengobatan ayah ku,aku tak perlu menjual saham,jika perlu, aku bahkan masih sanggup membiayai pengobatan semua pasien yang ada di seluruh rumah sakit." ucap Fero dengan lantang.
" Ya,ya. Aku percaya itu,tapi kalau kau ingin saham mu kembali, kau harus....." ucap Joo terhenti,setelah itu ia malah memperhatikan penampilan Fero dari atas sampai bawah dengan tatapan mencurigakan,tak lama terlihat seringai dari bibirnya.
" Kau harus tidur bersama ku malam ini." ucap Joo tiba tiba,sontak membuat semua orang yang berada di sana terkejut,termasuk sekretaris Sam yang sejak tadi berdiri di belakang Joo.
Namun tanpa di duga,Fero malah tertawa geli menimpali ucapan Joo tadi.
" Kau serius mau tidur dengan ku?aakkhh,,,aku tidak percaya ini." ejek Fero sambil menatap jijik pada Joo.
" Kau emang masih muda,tampan,dan menarik tuan,tapi....." lagi-lagi ucapan Fero terjeda.
tak lama setelah melihat raut wajah penasaran,Fero kembali berucap dengan sedikit berbisik.
" Aku suka laki-laki kuat." bisiknya,di akhiri dengan kekehan yang menggelikan.Dan setelah itu Fero pun pergi tanpa mengucapkan apa - apa lagi.
" Sial !!" umpat Joo kesal,pria itu mengendurkan dasi yang terasa mencekik,selama hidup ini kali pertamanya ia mendapat penolakan yang memalukan dari seorang gadis.
" Tentu saja tidak." sahut Joo.
" Tapi kau terlihat serius." ucap Sam lagi.
" Diam kau! aku hanya memancingnya saja." ujar Joo.
" Tapi bagaimana kalau tadi dia mau?"
" Aku sendiri yang akan menolaknya." jawab Joo sambil bersungut-sungut.
Sementara itu Fero masih terus terbahak,ia tidak menyangka akan mendapat tawaran seperti itu dari seorang pria yang di ketahui sebagai penyuka sesama jenis.entahlah dari nama rumor itu berasal,namun hal tersebut memang sudah bukan rahasia umum lagi, bagaimana tidak,pria yang memiliki paras menarik serta kekayaan yang tak perlu ragukan itu,sama sekali tidak pernah terlihat menggandeng seorang gadis pada setiap momen yang di hadirinya,sekali pun banyak wanita yang rela menawarkan dirinya,namun Joo tetap tidak pernah tertarik.
" Ini kali terakhir aku bertemu dengannya,jangan sampai aku bertemu lagi." tegas Fero.
"Baiklah,aku akan mengurus saham-saham itu,dan aku sudah mengerahkan semua anak buah ku untuk menangkap ibu dan adik tiri mu." balas Kevin.
" Saham tidak terlalu penting,aku lebih tertarik pada dua benalu itu." ucap Fero,namun Kevin tak lagi menghiraukan,pria itu menjalankan mobilnya menuju ke sebuah tempat.
__ADS_1
Tak lama,mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah butik,Fero mengeryitkan dahi setelah melihat bangunan butik yang pernah menjadi langganannya dulu,ternyata banyak sekali perubahan yang terjadi selama ia tak mengunjunginya.
"Kau mau ikut masuk? " ajak Kevin seraya membukakan pintu mobil.
" Boleh juga,sudah lama kita tidak minum bersama." ujar Fero,yang hanya di balas dengan senyuman.
Sesampainya di dalam butik,lagi-lagi dahi Fero mengerut,gaun- gaun yang terpajang di sana tidak seperti biasanya,malah tak ada satu pun gaun yang bisa Fero kenakan,karena kini butik tersebut di penuhi berbagai jenis pakaian tertutup seperti gamis syar'i dan lain sebagainya.
"Apa-apaan ini?" guman Fero,sambil memutar bola matanya,nenyapu setiap penjuru ruangan,hingga tanpa sengaja tetapanya terhenti pada sesosok pria dan wanita yang tengah berciuman.
" Astaga!!" pekik Fero reflek,dan langsung menutup mulutnya,tanpa sengaja ia pun menjatuhkan sebuah patung manekin.
Kevin langsung melepaskan ciumanya.
" Sorry,kalian lanjutkan saja,aku tidak melihatnya." ujar Fero,lalu ia pun langsung pergi melarikan diri.
Sementara Kevin terkekeh merasa salah tingkah,saat sang istri menatapnya dengan kesal.
" Kenapa tidak bilang, jika nona Fero ikut ke sini." ujar Salsa,gadis cantik yang berhasil Kevin nikahi beberapa bulan lalu.
" Maaf, aku lupa." kilahnya.Seraya membantu merapikan pakaian dan juga hijab yang di pakai Salsa.
Setelah itu Kevin pun mengajak Salsa untuk menemui Fero yang kini tengah duduk kursi bagian depan butik.
" Jadi benar,kau sudah menikah?" tanya Fero saat melihat Kevin dan Salsa bergandengan tangan.
Dengan bangga Kevin pun menjawab.
" Tentu saja,kau fikir aku bohong."
Fero beralih menatap Salsa,tanpa di pungkiri,parasnya yang cantik,berbalut gamis dan hijab warna senada, menambah kesan anggun saat di lihat,tak hanya itu, gadis itu pun memiliki senyum yang menawan,siapa yang tidak tertarik,bahkan Fero pun di buat takjub sampai tak bisa berkata kata.
" Hai nona,selamat datang dan salam kenal,suami ku banyak bercerita tentang anda,ternyata anda lebih cantik dari yang aku bayangkan." sapa Salsa ramah,seraya mengulurkan tangan.
" Terimakasih,ku rasa kamu lebih cantik,aku sampai tidak percaya kenapa kau mau menikah dengannya." ujar Fero seraya melirik Kevin,membuat Salsa kembali menunjukan senyum manisnya.
Fero dan Salsa berbincang cukup lama,menceritakan awal mula saat mereka bertemu,perjuangan yang harus mereka lalui,di mana keduanya memiliki keyakinan yang berbeda,restu dari kedua orang tua yang tak kunjung di dapat, hingga akhirnya mereka pun menikah dan bersatu seperti sekarang ini,semuanya Salsa ceritakan seolah sudah lama saling mengenal.
Dan entah kenapa Fero pun merasa nyaman,ia bersedia mendengarkanya dengan antusias,bahkan tak terasa waktu begitu cepat berlalu,dengan berat hati Fero memutuskan untuk pamit, dan berjanji mulai saat ini ia akan lebih sering menemui Salsa .
...****************...
__ADS_1
JGN LUPA LIKE ,KOMEN,DAN VOTENYA JUGA YA..😊😊