Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
70.Berkelahi


__ADS_3

Usai bertemu Salsa,Fero teringat akan kedua adik kecilnya,yaitu si kembar,tanpa fikir panjang ia pun meminta Kevin untuk mengantarkannya ke apartemen,tempat dimana kedua gadis itu tinggal,sesampainya di sana Fero langsung menekan bel,tak lama kemudian pintu pun terbuka,nampak seorang gadis muda muncul dengan muka bantalnya.


" Kau kesini lagi?" ucap Cyra,gadis tengil yang sempat Fero temui beberapa waktu lalu,pertemuan pertama mereka memang tersekan kurang baik,meskipun begitu Cyra tetap mempersilahkan Fero masuk.


" Dimana si kembar?" tanya Fero.


" Mareka masih di kampus?" sahut Cyra sambil menguap beberapa kali,terlihat jika gadis itu baru saja bangun tidur.


" Lalu,kau sendiri tidak sekolah?" tanya Fero,melihat dari postur tubuhnya yang mungil,ia tahu jika gadis tengil itu masih berusia belasan tahun.


" Aku sudah lulus." jawab Cyra malas.


" Lalu kenapa kau masih di sini?"


" Lalu menurut mu, aku harus kemana? aku sudah tidak punya tempat tinggal lagi." balas Cyra,seraya kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa,hal itu membuat Fero semakin penasaran.


" Lalu orang tua mu?" tanya Fero lagi,membuat Cyra mendengus kesal,sambil meliriknya sinis.


" Jangan banyak bertanya,aku sedang tidak mau membahas masalah itu."seloroh Cyra,lanjut gadis itu pun memilih memejamkan mata,tanpa memperdulikan Fero yang masih mematung dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya.

__ADS_1


" Iisshh..dasar bocah tengil!!" sungut Fero kesal,sambil melempar bantal sofa yang langsung mendarat di kepala Cyra.Dan tentu saja gadis itu tak terima,ia pun langsung bangun dan membalas lemparan Fero,hingga akhirnya terjadilah aksi saling serang,bantal sofa yang menjadi senjata kini sudah nampak tak berbentuk,semua isinya nyaris berhamburan,tak hanya itu,bahkan rambut dari keduanya pun nampak berantakan,akibat jambakan dan cakaran,perkelahian masih terus berlanjut dan semakin sengit,namun untung saja si kembar datang di waktu yang tepat.


" Astagfirullah,Cyra!!" pekik si kembar,saat melihat apartemenya bak kapal pecah.


" Hentikan!!" si kembar langsung berhambur, berusaha melerai pertikaian tersebut,walau nampaknya usaha mereka sia sia,kerena keduanya masih terus meronta-ronta tanpa ada yang mau mengalah.


sampai akhirnya dengan terpaksa Shafa pun mengambil seember air dari kamar mandi dan menyiramkanya pada mereka.


" Aaakkhhh,,,Shafa!!" Fero dan Cyra berteriak histeris secara bersamaan.


" Kenapa,hah?" sahut Shafa sambil berkacak pinggang.


Selang beberapa lama,kedua gadis berbeda usia itu kembali ke luar,menghampiri si kembar yang sudah siap untuk mengintrogasi.


"Duduk!!" titah Shafa tegas,dengan cepat keduanya pun langsung menurut patuh, Cyra dan Fero duduk bersebelahan sambil menundukan kepala,selayaknya bocah yang tengah mendapat hukuman,sikap tegas yang di turunkan sang ayah memang begitu lekat dalam diri si kembar,itu sebabnya gadis seangkuh Fero saja bahkan sampai bertekuk tulut di buatnya,dan tentu saja ini kali pertamanya ia melihat sisi lain dari si kembar.


"Sekarang coba jelaskan,kenapa kalian sampai berkelahi seperti itu?" tanya Shafa dengan mimik wajah yang serius,membuat semua orang bergidik ngeri,bahkan tak ada yang satu pun yang berani membuka mulutnya,sampai saatnya Marwah ikut bertanya.


" Cyra !!!" panggil Marwah lembut,namun masih terdengar horor.

__ADS_1


" I,,,iya,Marwah?" sahut Cyra gelagapan.


" Apa ada yang bisa kamu jelaskan?" tanya Marwah masih dengan nada yang lembut,namun terkesan menuntut.


"Dia yang lebih dulu memukul ku." seloroh Cyra,yang sedikit demi sedikit mulai berani menceritakan semua masalahnya,sampai akhirnya terjadi perkelahian itu.


"Aku selalu mendapat sial, Setiap kali bertemu dengan orang itu."rengek Cyra,sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah Fero,ia pun melingkarkan tangannya di pinggang Marwah dengan manja,berharap Marwah akan membela dan melindunginya dari tatapan tajam yang di layangkan Fero saat ini.


" Astaga,dasar bocah menyebalkan." gumam Fero,sambil mengela nafas panjang, berusaha untuk tetap sabar,mengingat Cyra memang masih sangat muda, dan tentu saja bukan tandingannya.


Jangan sampai reputasinya sebagai gadis arogan hancur gara-gara bocah ingusan itu.


" Kamu tau,Shafa!saat itu aku sedang marah pada ayah,lalu tiba-tiba dia datang,dan mengambil ojek yang aku pesan lebih dulu,bagaimana aku tidak kesal." ucap Cyra lagi,membuat Fero tak bisa tinggal diam, hingga ia pun akhirnya membuka suara.


" Astaga,,kejadian itu sudah lama,dan kau masih mengingatnya?" protes Fero.


" Aku rasa kau memang sudah lama menaruh dendam pada ku." tambah Fero lagi.


" Anggap saja begitu." timpal Cyra,membuat semua orang menggelengkan kepala,setelah itu Cyra memilih melarikan diri,menghindari nasihat-nasihat bijak yang mungkin akan terucap dari bibir si kembar tanpa henti.

__ADS_1


" Tolong,maafkan sikap Cyra,kak! dia masih terlalu muda,itu sebabnya terkadang dia memang seperti itu." ujar Marwah merasa tak enak hati,dengan sikap Cyra yang memang sangat menyebalkan,hal itu di sebabkan karena tuntutan dari sang ayah,yang selalu memintanya untuk bersikap dewasa,di usianya yang masih terbilang cukup muda,terlebih Cyra adalah anak perempuan pertama dari tiga bersaudara, seolah menjadi harapan bagi keluarga,Cyra di tuntut untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri,Karena hal tersebut Cyra pun tumbuh menjadi pribadi yang sedikit membangkang dan keras kepala,hal itu ia lakukan sebagai bentuk protesnya terhadap orang tuanya.


__ADS_2