Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
75.perjodohan


__ADS_3

Fero nampak antusias,setibanya ia di negera Arab,senyum manis tak pernah surut dari bibirnya,ia begitu takjub akan keindahan, dan keramah tamahan dari beberapa warga yang ia jumpai di negara tersebut.


Walaupun Fero tidak bisa mengunjungi banyak tempat,karena beberapa larangan atau peraturan,namun ia tetap merasa puas,terlebih saat Salsa mengajaknya ke sebuah mesjid yang berada di kota jeddah,keindahan serta kemewahan yang di tunjukan mesjid tersebut mampu meluluh lantahkan hati Fero.Sambil menunggu Salsa dan lainya menunaikan ibadah,Fero terus mengitari bangunan megah itu dengan perasaan takjub.


Tak lama setelah itu,ia kembali merasakan sesuatu yang sulit jelaskan,jantungnya bergetar hebat,sama seperti saat ia pertama kali mendengar shalawat yang Salsa lantunkan ketika di rumah sakit.


Fero mulai berkaca-kaca,ia menatap dirinya sendiri,lewat sebuah cermin yang ada di dalam mesjid tersebut,terlihat sangat kecil dan sangat rapuh,ia menggambarkan seperti itu lah dirinya sekarang.


Setelah itu, ia kembali memperhatikan beberapa orang yang berlalu lalang,masuk ke luar mesjid.


" Apa aku bisa seperti mereka?" hati kecilnya berbisik.


Sekejab Fero memejamkan mata,berdebatan dalam hati mulai mengusai akal sehatnya.


...****************...


Sementara itu,Narend kini tengah di rundung kegelisahan.dalam hatinya masih di penuhi nama sang kekasih,namun ia juga tak dapat menolak tawaran Al,tentang perjodohan.


Jujur saja,ia memang tidak akan bisa menerima perjodohan tersebut,namun sekuat apapun ia berusaha, ia tidak akan pernah bisa kembali pada Fero.


" Ibu,aku harus bagaimana,sekarang?" Narend mengadu pada Alvi,setelah Al berlalu, usai menyampaikan masalah perjodohan itu.


" Ibu tidak bisa berbuat banyak,ibu tau itu sangat sulit,tapi semua keputusan ada di tangan mu,ibu dan ayah akan selalu mendukung,asal kamu bisa mempertanggung wajabkan keputusan mu itu." ucap Alvi,sambil mengusap bahu Narend.


Tak ada jawaban yang memuaskan,akhirnya Narend hanya bisa mengangguk,setelah itu ia pun pamit.


Dalam perjalanan menuju asrama,Si kembar menghadang,mereka membawa Narend untuk duduk di sebuah bangku taman.


Si kembar hanya diam,sambil memperhatikan wajah Narend yang nampak sangat kusut,bahkan wajah tampanya tak lagi ketara,saking semrawutnya.


Si kembar menghela nafas berat,seraya menepuk bahu Narend,berusaha untuk menguatkan.


" Abang, sudah mengambil keputusan?" tanya Marwah,langsung di jawab dengan gelengan kepala.

__ADS_1


" Menurut kalian,apa yang harus abang lakukan?" lirih Narend.


" Abang harus cepat mengambil keputusan,karena paman Roby tidak akan bisa menunggu terlalu lama.Tapi jika kami boleh memberi saran,sebaiknya abang tolak perjodohan ini, kami tidak setuju jika abang menikah dengan wanita seperti kak Santi." seloroh Marwah dengan semangat,membuat Narend tersenyum ketir.


"Abang tidak bisa menolaknya.Kalian tau? ayah dan paman Roby adalah teman baik,bahkan paman Roby pernah ikut membantu ayah,dalam mengurus panti asuhan,kalau saja tidak ada paman Roby,mungkin bang Narend tidak akan bisa hidup dan tumbuh seperti sekarang ini." jelas Narend,membuat si kembar terdiam untuk beberapa saat.


Memang ada benarnya juga, selain Satria,Roby pun turut andil dalam pembangunan panti asuhan yang di dirikan Al dulu.Bahkan Roby termasuk salah satu donatur terbesar,yang setiap bulan mensisihkan sebagian rezekinya untuk para anak- anak panti,termasuk Narend.


Mungkin,ini saatnya untuk Narend, membalas kebaikan dari Roby.


" Jadi,bang Narend akan menerima perjodohan itu?" tanya Marwah.


" Hmmm." sahut Narend,sambil menganggukan kepala lemas.


" Lalu,bagaimana dengan Kak Fero?aku tau bang Narend masih sangat mencintainya,sebaiknya fikirkan dulu,jangan mudah mengambil keputusan.Karena bukan hanya kak Fero saja yang akan terluka,tapi bang Narend,kak Santi,bahkan ayah pun akan terluka." seloroh Shafa panjang lebar.


" Ya,menikah tanpa di dasari cinta,tidak akan membuat kalian bahagia." tambah Marwah.


" Tapi,kalian tahu,bukan? abang dan Fero tidak akan bisa bersama,mungin dengan cara ini,abang bisa melupakan dia." balas Narend.


Tidak ada salahnya untuk menunggu sebentar lagi,aku yakin jodoh tidak akan kemana.Kalau pun bukan kak Fero,tapi tuhan pasti akan menggantikannya dengan yang lebih baik." timpal Shafa.


Mambuat Narend terkekeh gemas,menimpali ocehan kedua adik kecilnya,yang kini telah berubah,menjadi seorang penasehat bijak,seolah-olah mereka mengerti banyak, akan hal semacam itu.


" Kalian masih kecil,tapi kenapa bisa punya pemikiran sedewasa ini?"seloroh Narend,membuat si kembar kesal.Karena lagi-lagi Narend menganggap mereka anak kecil,walau sebenarnya usia mereka sudah menginjak 20 tahun,meskipun di umurnya yang sudah terbilang cukup,mereka belum pernah merasakan jatuh cinta.


Obrolan mereka seketika terhenti,setelah seorang gadis datang menghampiri ketiganya.


" Maaf,sepertinya aku menganggu kalian." ujar wanita tersebut,dengan suara yang di buat manja,si kembar langsung memasang wajah ketus,serta tatapan sinis,sama persis seperti ibunya dulu.


" Sebenarnya, aku ke sini untuk menemui bang Narend." ujar Santi,namun lagi-lagi Narend dan si kembar tak menghiraukanya.


" Bang Narend,bisa kita bicara?" ucap Santi lagi,sambil melirik pada si kembar, seolah meminta mereka untuk pergi dari sana,namun si kembar tetap diam di tempat,sambil mengapit tubuh Narend di sisi kanan dan kirinya.

__ADS_1


" Kenapa? kamu mau bicara apa?" tanya Marwah,masih dengan wajah sinisnya.


" Aku perlu bicara empat mata, dengan bang Narend." balas Santi.sambil menunjukan wajah tak suka,dengan kehadiran si kembar di antara mereka berdua.


" Tidak bisa,kami sudah lebih dulu di sini dengan bang Narend,dan kami juga belum selesai bicara." sahut Shafa.


"Kalau begitu,bang Narend bisa ikut aku sebentar." pinta Santi.


" Tidak! kamu tau,kan? ketika seorang pria dan wanita berduaan,ketiganya adalah setan." balas Shafa lagi.


Sementara Narend hanya bisa diam,dan tak banyak bicara,ia menyerahkan sepenuhnya pada si kembar,untuk menghadapi wanita seperti Santi.


" Apa yang ingin kamu bicarakan?bicara saja di sini.Kalau tidak,


kamu bisa pergi." ucap Narend tegas,membuat si kembar tersenyum smirk.


" Tapi,tidak di sini." gumam Santi,dengan wajah memelas.


" Kenapa? apa karena kami? tenang saja,kami tidak akan menganggu kalian,anggap saja kami tidak ada." ujar Marwah santai,dengan wajah menyebalkan,dan hal itu membuat Santi kesal,hingga akhirnya ia pun pergi,dengan menghentakan kaki,juga mulutnya yang tak berhenti menggerutu sepanjang jalan.


Si kembar tertawa puas,setelah berhasil menyingkirkan Santi.


"Jujur, Aku lebih suka kak Fero.Meskipun dia seperti itu,tapi aku tau,dia memiliki hati yang tulus."lirih Shafa, Bukan tanpa sebab,mereka tak menyukai Santi.


Selain sikap Santi yang di nilai kurang baik,Gadis itu pun selalu menjadi sumber masalah bagi si kembar.


Sejak di bangku sekolah menengah atas, dulu.


Santi selalu berusaha mengalahkan si kembar,dalam setiap bidang mata pelajaran,maupun frestasi,dengan cara tak sehat.


Tak hanya itu,Santi pun selalu ingin terlihat lebih menonjol di banding teman sebayanya.


Bahkan tak jarang,mereka berkelahi akibat perbedaan pendapat,dan sejak itu lah ketiganya tidak pernah akur setiap kali bertemu.

__ADS_1


...****************...


JGN LUPA LIKE,KOMEN,DAN VOTENYA YA..😊😊😊


__ADS_2