Takdir Cinta miss arogan

Takdir Cinta miss arogan
63.Rumah sakit


__ADS_3

Robin tak bisa lagi tinggal diam,Setelah mendapat penolakan dari Bayu,ia terus menerus memaksa Max untuk membuka suara.


Namun nampaknya Max sudah terlalu lemah dan tak berdaya,hingga ia tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun.


" Dasar!! tak berguna." geram Robin,seraya mendorong tubuh Max,hingga pria itu tersungkur. Narend dan Robin akhirnya memutuskan untuk pergi,dengan langkah gontai keduanya keluar hendak meninggalkan rumah mewah tersebut,usaha mereka untuk membuktikan kejahatan Rika ternyata tak membuahkan hasil.


Namun langkah keduanya terhenti,saat Jessica datang secara tiba tiba di waktu yang tepat.Gadis itu menghampiri Rika dengan wajah dan mata yang lelah,dan terkantuk kantuk.


" Ibu,kau meninggalkan ponsel mu di kamar ku,aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak, karena benda ini terus saja berbunyi dari tadi." sungut Jessica sambil menyerahkan benda pipih tersebut pada sang Ibu,tanpa menyadari kondisi sekeliling sudah mulai menegang.


" Berikan pada ku!" ujar Bayu sambil merampas ponsel yang masih dalam genggaman anak tirinya.


Perlakuanya yang sedikit kasar membuat Jessica terhentak,hingga akhirnya gadis itu pun mulai sadar dengan kehadiran Fero dan juga beberapa orang di sana,termasuk Max yang sudah terkapar di lantai dengan tubuh yang mengenaskan.


" Kau!!" lirihnya dengan suara tercekak,seraya menatap Fero tak menyangka.


Fero tak menyahut,ia hanya membalasnya dengan tersenyum sinis.


" Ibu,ada apa ini?" gumamnya lagi,sambil menatap Rika yang kini terlihat semakin kalang kabut,wanita itu bahkan tak lagi berani menunjukan wajah angkuhnya sama sekali.


Menyadari hal itu,Jessica tak lagi banyak bertanya,ia pun hanya bisa menyembunyikan dirinya di balik punggung sang ibu.


Suasana di dalam rumah tersebut semakin terasa mencekam,Robin dan Narend masih tetap berdiri di ambang pintu,memastikan apa yang akan terjadi selanjutnya,setelah Bayu mengetahui semua bukti yang ada pada sebuah ponsel yang kini tengah berada dalam genggaman tangannya. Tak ada satu orang pun yang berani membuka suara,hanya tarikan dan hembusan nafas yang terdengar saling bersahutan.


" Kurang ajar!!" semua nampak terkejut,saat tiba tiba Bayu membanting ponsel tersebut hingga hancur.


Pria paruh baya itu langsung melayangkan tatapan tajamnya pada sang istri.


"Keterlaluan! Apa yang sebenarnya kau inginkan,kenapa kau sampai berbuat seperti itu pada anak ku? padahal aku sudah memberikan semuanya untuk mu,aku juga sudah mempercayakan semuanya pada mu!!" ucap Bayu dengan suara bergetar,namun masih terdengar tegas,antara marah dan kecewa tergambar jelas di wajah tuanya,kali ini tak ada yang bisa ia lakukan,selain meratapi kebodohannya,yang selama ini telah di butakan oleh cintanya pada sang istri.


Tiba tiba saja pria paruh baya itu terduduk lemas di atas sofa seraya memegang dadanya yang terasa sesak.


" Ayah!!" teriak Fero seraya berhambur untuk menghampirinya,raut wajahnya nampak panik saat melihat sang ayah memejamkan mata dengan nafas tersenggal.


Robin dan Narend langsung bergerak cepat,keduanya membawa Bayu untuk segera di larikan ke rumah sakit.


" Jika sampai terjadi apa apa pada ayah ku, aku bersumpah kalian tidak akan bisa hidup tenang." geram Fero, sebelum ia berlalu menyusul Narend dan Robin.

__ADS_1


" Ini gawat,Jessi! kita harus segera pergi dari rumah ini." Rika nampak semakin panik,dan langsung bergegas menarik tangan Jessica untuk masuk ke dalam kamar.


Wanita itu mengemas semua barang barang berharga miliknya, karena tak ingin pergi dengan tangan kosong,ia pun tak lupa untuk mambawa surat surat berharga milik Bayu yang sebelumnya memang sudah di percayakan padanya.


" Tapi Bu,kita mau pergi kemana?" tanya Jessica di sela sela aktifitasnya mengamas barang.


" Jangan banyak bertanya,cepat ambil barang barang berharganya saja,jangan sampai membuat para pengawal curiga." gertak Rika.


Hingga akhirnya kedua wanita itu berhasil membawa semua barang berharga milik keluarga Bayu,termasuk perhiasan peninggalan mendiang Diana.


Para pengawal yang melihatnya nampak biasa saja,tanpa menaruh curiga sedikit pun,saat kedua wanita itu keluar dari rumah mewah tersebut dengan membawa tas berukuran cukup besar.


" Aku akan pergi ke rumah sakit untuk menemani suami ku di rumah sakit,kalian tolong jaga rumah ini baik baik. " titahnya pada para pengawal yang berjaga.


" Biar saya antar, Nyonya." salah satu pengawal berusaha menawarkan diri,namun Rika menolaknya dengan cepat.


" Tidak perlu,aku bisa membawa mobil sendiri." ujarnya lagi,dan akhirnya mereka pun mendapat kan kesempatan untuk melarikan diri, tak menunggu lama akhirnya Rika dan sang anak berhasil keluar dari rumah tersebut dengan membawa mobil mewah yang biasa Fero kenakan dulu.


Sementara di tempat lain,Bayu yang masih tak sadarkan diri, kini masih dalam penanganan medis.


Melihat hal itu Narend merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hatinya,menyadari bahwa perbedaan antara ia dan sang kekasih terlalu jauh,dan tak mudah untuk di satukan,bagaikan benteng yang sulit untuk di runtuhkan.


Nampaknya Fero belum sepenuhnya yakin dengan ucapanya dulu.


Hingga Narend pun tak dapat berbuat banyak,kecuali berusaha untuk tetap menenangkanya.


Tiba tiba Robin menghampirinya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


" Maaf,Nona! sebaiknya kau ikut aku ke gereja, untuk mendo'akan tuan Bayu." ajaknya. membuat Fero bergeming.


" Siapa yang mengizin kan mu untuk tetap di sini?" sahut Fero,sambil menatap dingin pada Robin,sepertinya ia tak akan mudah memaafkan Robin begitu saja,setelah apa yang sudah pria itu lakukan padanya.


" Maafkan aku,Nona! aku memang salah,dan aku benar benar menyesal ! " ujar Robin,dengan wajah datarnya.


" Pergi! aku tidak mau melihat wajah mu lagi." teriak Fero,sambil mendorong kuat tubuh Robin,paras cantiknya kembali terlihat sangar,nampak jelas gurat kemarahan di sana. Kata maaf dan kebaikan yang di lakukan Robin kini tak kan mampu mengobati luka yang telah ia goreskan sebelumnya.


" Berengsek!Apa kau tuli? aku bilang pergi!!" teriakan Fero terdengar menggema,hingga membuat para pengunjung di rumah sakit menatap ke arahnya.

__ADS_1


Namun Kendati demikian, Robin masih terpaku di tempat, Pria itu hanya bisa menundukan kepala,seraya menerima beberapa tamparan dan pukulan keras yang di layangkan Fero padanya.


Umpatan dan teriakan tak bisa lagi di hentikan,sekalipun Narend yang meminta,gadis itu terus meracau mengeluarkan semua kemarahan dan kekecewaan yang selama ini ia pendam sendiri.


" Lakukan apapun yang kau mau,jika itu bisa membalas semua kesalahan ku,jika kau ingin membunuh ku sekarang juga,aku akan menerimanya dengan senang hati." ucap Robin sambil mengeluarkan pistol dari balik Jas yang di kenakannya,lalu menyerahkannya pada Fero.


" Itu yang memang aku inginkan."


senyeringainya begitu menakutkan,tanpa fikir panjang gadis itu menerima senjata api tersebut, dan langsung mengarahkannya tepat di kepala Robin.


Melihat hal itu,Narend tak bisa lagi tinggal diam,ia segera menarik tangan Fero saat hendak menarik pelatuknya.


" Hentikan! apa yang kamu lakukan?" bentak Narend,sambil melempar pistol tersebut ke sembarang arah.


" Sudah sebaiknya kau pergi saya." titahnya,sambil melirik Robin.


Semua kejadian tersebut tak luput dari perhatian banyak orang,Namun mereka sama sekali tak menghiraukannya.Sementara Fero beralih melayangkan tatapan tajam pada Narend,ia tak terima saat Narend memperlakukannya seperti itu.


" Kau!!" jangan pernah mencampuri urusan ku." teriak Fero,sambil mengacungkan jari telunjuknya di hadapan Narend,amarahnya semakin tak terkendali,hingga ia tak lagi peduli dengan apapun termasuk kekasihnya sendiri.


Mendengar hal itu,Narend hanya tersenyum tipis,sambil sesekali mengembuskan nafas kasar,berusaha meredam emosinya.


Hingga beberapa saat,ia kembali berkata.


" Baiklah,aku minta maaf,aku tidak akan mencampuri urusan mu lagi." ujarnya,setelah itu ia pun berlalu begitu saja,meninggalkan Fero dan Robin yang masih mematung dengan fikirannya masing masing.


*******


******


***HAII GUYS,,MAAFKAN THOR YG AKHIR2 INI UPNYA MALAS2N,Karena ada beberapa kerjaan yg g bisa d tinggal,jdi Gk tau kenapa otak rasanya buntu klo udh capek.buat nghalu aja rasanya susah,


kayaknya butuh di instal ulang dan di refresh..😅😅


(Jadi curhat deh)😁😁


Mohon d mengerti ya,neng othor jga manusia biasa,,tapi ttep Minta d LIKE d KOMEN dan d VOTE juga...😅😅***

__ADS_1


__ADS_2