Tempat Terakhir

Tempat Terakhir
Aku dan Para Wanita


__ADS_3

Kedatangan Kak Jefrin ke Indonesia membuat banyak pertanyaan dalam hati ku. Aku ingin menanyakan sebab si brengsek itu menceraikannya, jika memang ada wanita lain, seperti apa yang ku dengar dari beberapa rekan ku, maka aku akan menghancurkannya.


"Hai kak, boleh Fikar temani?" tanya ku yang menyapanya, namun dia hanya tersenyum. Kini kami ada di roop top, Kak Jefrina memandang lurus kearah tanaman yang berada didepan tepat menghalangi balkon.


"Fikar, kakak tau kamu ingin bertanya banyak hal, tapi ketahuilah saat ini kakak tidak mau menjadi beban dalam fikiran mu adik ku."


"Kak Jefrin, Fikar akan selalu mendukung apapun yang kakak tentukan, Fikar mengerti bagaimana perasaan kakak, tapi mohon beritahu Fikar semuanya, supaya semuanya tidak simpang siur." Aku terus menatapnya yang mulai meneteskan air mata. Aku menghapus bulirannya. "Ada Fikar kak, jangan pernah takut, Fikar akan berikan yang terbaik untuk Deluna dan kakak." Kak Jefrina sudah lumayan rileks sekarang, dia membuka mulutnya dan mulai bercerita.

__ADS_1


"Gefin menceraikan kakak memang karena wanita lain Fikar, tapi kakak bersukur semua itu terjadi karena itu lebih baik untuknya dan kelangsungan hidup aku dan Luna." "Bagaimana bisa itu menjadi yang terbaik kak, lelaki itu memang brengsek dari dulu, andai saja Fikar menghancurkannya sedari dulu kakak tidak akan seperti sekarang." Aku tersulut emosi, aku begitu ingin mencabik laki-laki itu.


"Fikar, Gefin menghamili wanita itu, sama seperti apa yang ia lakukan pada ku dulu, tragisnya wanita itu masih berusia belia, kakak menyetujui semua itu hanya karena kakak takut wanita itu mengalami apa yang kakak alami. Fikar mungkin sakit untuk kakak tapi ini yang terbaik untuk Luna, Luna tidak perlu ayah seperti dia, begitu pula kita tidak butuh pria seperti papi." Kak Jefrina tersenyum menatap ku, aku memeluknya. Aku benar-benar kagum pada kakak ku yang berhati besar seperti ini, kak semoga kau temukan kebahagian mu di rumah ini.


"Kak, Fikar mau bertanya, tolong jawab dengan jujur, kenapa mami waktu itu sembunyikan pernikahan papi dengan wanita itu, apakah alasan mami sama seperti kakak?"


"Jadilah pria yang selalu menjaga kehormatan, keluarga dan seorang wanita, karena disanalah kamu akan menjadi terhormat, harta dan tahta mu tidak berlaku jika kamu tidak menghormati hal-hal itu." Mami selalu berkata begitu sejak ia mengetahui bahwa aku sudah mulai tertarik dengan wanita.

__ADS_1


Sekarang aku bersyukur karena telah menghalalkan seorang wanita sebelum aku terbuai oleh manisnya bujuk rayu dunia.


Aku tau apa artinya memahami dari istri ku, berprilaku lembut, dan memuliakannya. Semua yang ku lakukan pada Adila ternyata hampir tidak pernah dirasakan para wanita ini. Hati ku hancur seakan mau protes dengan sekenario yang telah Allah tuliskan, kenapa saat aku memberikan hal terbaik, kehidupan yang sangat hangat dan penuh dengan kebahagian dalam rumah ini, tapi berbanding terbalik dengan apa yang orang lain berikan kepada mami dan Kakak ku, ingin sekali aku marah pada pada Allah, tapi aku sadar aku hanyalah seorang hamba, yang tugasnya berbuat baik di dunia, mengabaikan semua yang orang lakukan pada ku.


"Fikar, kakak sudah lebih baik, kakak hanya mau kamu menjadi pria yang penuh tanggung jawab, kakak tidak ingin kamu menyakiti siapa pun, kamu pria lembut penuh dengan toleransi dan kebijaksanaan, sedari dulu hanya Fikar pembela kakak." Kak Jefrin terus menyuarakan kekagumannya kepada ku dia mencumi kening dan memengelus kepala ku.


"Apapun yang kalian para wanita butuhkan, katakan pada ku, aku akan selalu berusaha memenuhinya." Kami berlalu kalut dalam buaian angin dan derita dalam hati masing-masing

__ADS_1


__ADS_2