Tempat Terakhir

Tempat Terakhir
Kehangatan yang Dirindukan


__ADS_3

Malam sudah larut namun Arsal belum juga mau memejamkan matanya, ditambah sang bunda yang telah mengantuk dan Ayahnya yang juga belum pulang.


Adila mencoba menghubungi Zulfikar, namun tak jua tersambung.


"Aduh, bang ayah kok jam segini belum pulang ya? bunda jadi khawatir nih." gelisah Adila yang tak dimengerti Arsal.


"Nyonya tidur saja, kasian yang di dalam perut juga butuh istirahat, biar abang nanti saya yang temani." Ucap Mbak Darmi.


"Mbak, mana tega Adila biarin Arsal masih on begitu sementara Adila tidur, biar sebentar lagi aja Adila tunggu kak Zul." Cukup lama Adila menemani sang putra bermain di kamarnya, hingga Adila tak kuat lagi menahan kantuk dan tertidur di lantai puzel milik Arsal.


Zulfikar pun kembali ke rumah dengan kemeja yang cukup berantakan seperti habis tersiram kopi atau semacamnya.


" Assalamualaikum, mbak Dila dimana?" tanya Zulfikar pada mbak Darmi yang baru saja selesai dengan pekerjaannya.


"Waalaikum salam tuan, ada di kamar den Arsal tuan, tadi nyonya tunggu tuan." jelas mbak Darmi.


Zulfikar segera menaiki anak tangga menuju kamar Arsal, dia melihat Arsal yang masih bermain sementara Adila tidur dengan pulas di lantai.


Zulfikar mencium kening Arsal.

__ADS_1


"Anak ayah kenapa belum tidur tunggu ayah pulang ya? emm? tapi jangan sampai selarut ini sayang kasian tuh bunda sama dede bayi, sampai ketiduran gitu." Zulfikar menggendong Adila untuk pindah ke kamarnya.


Dengan susah payah Zulfikar menggendong Adila yang bobotnya sudah bertambah.


"Honey, tidur yang nyeyak yah, saya tidurkan Arsal sebentar." Sambil mengecup kening istrinya dan mengelus lembut perut Adila yang sudah mulai membesar.


Zulfikar kembali ke kamar Arsal setelah mandi dan berganti pakaian.


"Nah, Abang Arsal, ayo sudah malam waktunya bobo, nih susunya di minum sudah ayah buatkan." Zulfikar mengendong putranya sambil memegang botol susu yang tertancap ke mulut sang putra.


Dengan nada lembut dan mengalun Arsal berhasil di tidurkan oleh Zulfikar, memang suara merdu solawat sang ayah obat tidur yang paling ampuh untuk Arsal.


" Terimakasih ya Allah keluarga ku semakin komplit, jadikan kami keluarga yang penuh cinta dan kasih kepada mu ya Allah, jangan berhentikan kebahagiaan ini selamanya." Zulfikar mengecup jidat sang istri dan putranya, tak lupa ia mencium perut sang istri, dan tertidur di samping sang putra.


Adila bangun sebelum azan subuh berkumandang, ia melihat ke sebelah kanannya, kemesraan antara anak dan ayah, Zulfikar yang tidur terlentang, berserta sang putra yang tidur tengkurap dia atas dadanya.


Adila mencium kening Zulfikar, lalu mencium putra kecilnya.


Zulfikar mengeliat, "Honey, kamu sudah bangun? maaf ya saya pulang telat sampai larut, dan menyebabkan kamu ketiduran di lantai, kamu capek banget ya semalam menemani Arsal."

__ADS_1


Adila tersenyum lalu menyenderkan kepala ke dada suaminya.


"Bee, makasih ya sudah gendong aku sampai tidurin Arsal juga, padahal aku tau kamu capek banget."


"Honey, saya minta maaf sama kamu kalau di minggu ini saya akan selalu pulang terlambat, karena sekarang saya yang menanggung jawabi 2 perusahaan sekali gus, karena Fano kan cuti selama 3 bulan kedepan."


Adila duduk dan mencium bibir suaminya dengan pelan, namun sang suami malah menahan tengkuknya, hingga memperdalam ciuman itu, Adila ingin berhenti takut Arsal yang berada tepat di dada Ayahnya itu terbangun, namun Adila seakan menginginkan lebih dari hanya sebuah kecupan singkat.


"Kamu gak ridu saya honey?"


"Bee, masih pagi, ada Arsal juga kan?"


"Kalau udah siang dan gak ada Arsal, kamu mau?"


Adila mengangguk,


"Ya sudah, nanti siang saya suruh Mami ambil Arsal, dan saya mau manja manja sama kamu, udah lama gak di belai belai, sampai kumis dan jenggot saya seperti ini."


Kalau bisa di hitung mungkin semenjak Adila dinyatakan hamil kembali, Zulfikar tidak pernah lagi merasakan kehangatan dan kelembutan tangan Adila, bukan dengan kesalahan Adila tentunya, tapi pekerjaan nya sebagai CEO serta penanggung jawab utama perusahaan yang sedang naik daun itu, membuat waktu nya bersama si Manja dan si tampan terkuras habis.

__ADS_1


__ADS_2