
Satu hari setelah aku menghubungi Irma. Irma menghubungi ku mengenai kasusu yang terjadi pada Rasya, Aku bertemu dengan Irma di kantor polisi.
"Maaf Pak saya bisa bertemu dengan Irma?" Tanya ku pada polisi yang berjaga di depan. "Sudah punya janji sebelumnya?" Mengingat Irma adalah seorang kepala di kantornya pastilah harus buat janji. "Sudah pak, dia yang hubungi saya satu jam lalu." "Baik silahkan masuk, ruangannya ada disebelah kanan ruang tunggu."
Aku segera memasuki ruangannya, aku duduk berhadapan dengan Irma. "Dila, aku akan jelaskan, kami sudah memulai penyidikan, ini memang ancaman yang diberikan kepada Rasya, kami sudah menyelidiki dengan sedetail mungkin, kamu silahkan mengajukan gugatan pencemaran nama baik, wanita yang ada dalam video itu bukanlah Rasya, kami sudah menangkap pelakunya dan kami sedang mengintrogasinya untuk keuntungan apa dia mengancam Rasya dengan video itu."
"Dimana orangnya biar aku yang temui dia, akan ku patahkan rusuknya!" Aku geram dengan pelakunya, Irma mengajak ku untuk bertemu, tapi sebelumnya aku sudah berjanji pada Irma untuk menyerahkan nya saja pada pihak yang berwajib.
Nyaris aku memberi bogem mentah pada orang itu, ketika kami bersi tegang tadi.
"Apa kau fikir adik ku mainan yang bisa kau permainkan? jangan pernah sentuh dia! atau kau habis hari ini juga!" begitu banyak seruan ku yang dibarengi dengan nada tinggi.
"Adik mu akan aman jika dia mau menerima penawaran ku, tapi dia menolak, maka dari itu saya akan lebih mengancamnya, jika saya tidak bisa mendapatkannya maka tidak ada pula yang bisa memilikinya."
Jadi pria ini sangat terobsesi dengan Rasya, dia itu sebenar mencintai Rasya tapi dia berlaku keras karena Rasya menolak.
"Kamu mencintai Rasya? ingin memiliki Rasya? tapi memperlakukan Rasya seperti ini? membuatnya malu dan merasa rendah?" Tanya ku bertubi-tubi pada pria dihadapan ku ini.
__ADS_1
"Saya sangat mencintai Rasya, saya sudah berlaku lembut padanya, saya sudah membujuknya, namun dia selalu menolak bahkan dia pergi dengan pria lain yang lebih miskin lebih jelek dari ku! Apakah adik mu itu mendapat kepuasan lain? hahha bisa jadi adik mu itu hanya butuh kepuasan."
"Diam!!! Adik ku bukan wanita sembarangan, Adik ku wanita yang tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, apalagi berlaku hanya untuk memuaskan hasratnya, adik ku sangat menjaga nama dan kesuciannya."
Pria itu tersenyum picik, namun setelah lama kami berbicara alasan sebenarnya pria ini hanya untuk membujuk Rasya menerima cintanya. "Bagaimana jika kau hapus video itu dan kita buat kesepakatan?"
"Apa yang bisa menjadi kesepakatan? apakah kamu bisa membuat adik mu menjadi milik ku?"
Dengan susah payah aku memutar otak tidak mungkin aku mengadai masa depan adik ku dengan pria pisikopat seperti dia.
"Berjanjilah pada ku berlaku lembut dan tidak bersikap brengsek lagi, saya tau kamu sebenarnya orang yang baik, saya tau kamu sangat mencintai Rasya, jika kamu ingin memiliki Rasya saya akan bantu, namun berjanji pada saya jangan berlaku seperti ini lagi, sama saja kamu merendahkan nya, cinta itu mengagung kan, cinta itu mensucikan, jangan menghinanya seperti ini, dia akan menjauh dari mu. Saya akan bantu kamu, supaya Rasya bisa menerima kamu."
Setelah itu semua aku kembali menemui Rasya mengungkap kebenaran dari Rasya sendiri.
"Sya apa benar pria bernama Mahardi Ari Wijaya adalah pria yang kamu tolak?"
Rasya menyimpan raut tanya pada wajahnya.
__ADS_1
"Iya kak, Hardi adalah sahabat ku dulu, dia berubah prosesif semenjak aku kenal dengan kak Alan, teman kakak di taekwondo, bahkan kak Alan pernah berkelahi dengannya karena sikap prosesifnya pada ku."
"Alan? kamu mengenal Alan dari mana? Apakah kamu sebenarnya juga ada rasa terhadap Mahardi?"
"Aku mengenal Alan sewaktu acara kampus, aku menjadi panitia diacara itu, kami dekat dengan tidak sengaja, ketika aku sedang menerima panggilan mu waktu itu dia mengenali suara mu, dan bertanya aku pun bercerita tentang mu kak, tentang aku menyukai Mahardi atau tidak?... Aku memang telah jatuh cinta padanya tapi kakak..." Rasya menggantung ucapannya.
"Mahardi adalah orang yang prosesif, aku tidak yakin aku bisa membina hubungan yang lebih dari sahabat dengannya."
"Sya, kamu bisa menjadikan Mahardi sebagai sahabat, berarti dalam hati kecil mu kamu bisa menjalin hubungan baik dengannya, cobalah terima dia, dia pria yang baik menurut kakak."
"Kak, untuk apa kakak bela Mahardi didepan ku? kakak kenapa bisa kenal dan berbicara seperti ini?"
"Rasya, pria dibalik masalah mu adalah dia." Rasya memberontak dalam hatinya.
"Setega itu dia pada ku kak? Hardi bisa berbuat sesukanya seperti itu?" Aku berusaha membuat Rasya tenang membangun image baik untuk Hardi.
"Ya, tapi semua itu dia lakukan karena dia mencintai kamu Sya, bahkan dia sudah membuat kesepakatan dengan kakak, dia akan berubah sikap pada mu, agar kamu bisa menerimanya, beri dia kesempatan Sya, mungkin ini jalan terbaiknya, kamu harus bisa melihat ketulusan darinya Sya jangan hanya keprosesifan dia yang kamu lihat, lihat dari dua sisi."
__ADS_1
Kami berlalu dalam pendapat masing-masing, sampai Rasya berfikir ulang dan mau menerima kesepakatan itu.