Tentang Dia

Tentang Dia
Kenangan masa kecil 2


__ADS_3

Masih di rumah Arshel


Sinar mentari yang malu-malu mengintip dari balik jendela kamar yang kini sedang Rania tempati membangunkan Gadis itu agar tak terus terlelap dalam mimpinya.


" Huah..... sudah pagi ternyata, " ucap Rania lalu tanpa sengaja Ia pun melihat jam dinding.


Dan waaaaaaaaa..... astaga aku telat, " ucap Rania lagi lalu ia pun buru-buru masuk ke kamar mandi dan sebelum itu ia kembali lagi merapikan tempat tidurnya lalu Masuklah ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri dan bersiap-siap ke kantor.


Kini ia sudah selesai rapi dan memakai kembali bajunya yang kemarin eh jangan salah ya tadi malam dipinjami baju Ibunya Arshel dan malamnya bajunya Rania dicuci makannya pagi bisa dipakai lagi.


Saat ia menuruni tangga ia disuguhkan dengan pemandangan yang wow jarang-jarang ia melihat malaikat tampan sedang berkutat di dapur menggunakan celemek memegang wajan dan spatula wow sungguh pemandangan pagi yang menyenangkan.


Namun saat Rania masih melamun Iya disadarkan oleh panggilan yang keras dan hampir merusak gendang telinga Rania, " Sampai kapan kau akan memandangiku terus, " ucap Arshel yang entah dari kapan ia sudah tiba-tiba berada di depan Rania.

__ADS_1


" Oh mama.... astaga, " Sejak kapan Pak Bos berdiri di depanku, " ucap Rania tanpa sadar.


" Kau saja yang melamun terus aku tahu kalau aku ini tampan dan juga mapan Kau tidak perlu memandangiku seperti itu sampai-sampai air liur menetes, " ucap Arsel dengan tampang yang menyebalkan bagi Rania.


" Yeee.... siapa juga yang memandangi bapak , saya itu sedang melihat makanan yang bapak masak, " elak Rania yang tak mau kalah .


" Baiklah baiklah kau yang benar sudah jangan banyak bicara ayo cepat kita makan nanti kita telat pergi ke kantor, "ucap Arsel kemudian Ia pun berlalu pergi ke meja makan untuk sarapan pagi.


Maka tak heran Arsel pandai memasak sampai-sampai membuat Rania sedikit minder karena biasanya yang sering masak adalah Kak Farhan dan Rania hanya tinggal menunggunya Sambil Bermain handphone.


Namun Walau begitu Rania tahu kok cara memasak dan ada beberapa masakan yang bisa dimasak oleh Rania masakannya juga tak kalah enak karena kakak Farhan sendiri juga yang mengajari Rania memasak.


Dan saat merasakan bubur buatan Arsel rasanya Rania teringat kembali dengan Kak Farhan tanpa terasa air matanya pun ikut menetas dan itu pun tak luput dari pandangan Arsel.

__ADS_1


" Kenapa kau pagi-pagi menangis Apakah bubur buatanku tidak enak....? " ucap Arshel sambil mengambil tisu dan mencoba mengelap air mata Rania.


" Oh.... Maafkan saya pak karena merusak mood pagi bapak, masakan Bapak Enak kok hanya saja saat saya memakannya tiba-tiba saya teringat kembali dengan Kak Farhan,"ucap Rania.


" Apa kalian saling mencintai...? " tanya Arshel dengan hati-hati karena ia tak ingin kembali mengingatkan Rania tentang Farhan dan membuatnya sedih kembali.


" Tentu saja kami saling mencintai bahkan kami akan menikah Lihatlah kami sudah bertunangan, " ucap Rania sambil menunjukkan Jari tangannya yang ada cincin yang pernah diberikan oleh Farhan.


" Aku tahu kau sangat mencintai Farhan tapi kau juga tidak bisa larut dalam kesedihan terus-menerus Farhan pasti akan Sedih melihatmu seperti ini kamu harus bangkit Rania, " ucap Arsel yang mencoba memberi semangat kepada Rania.


" Wow kesambet apa Pak Arsel pagi-pagi tumben bicaranya lembut sekali berbeda dengan yang tadi menyebalkan, "batin Rania yang cekikikan dalam hati.


Terima kasih teman-teman sudah mau membaca novel buatan malam semoga kalian suka ya tinggalkan like comment dan vote agar malah tambah semangat fighting

__ADS_1


__ADS_2