
🍓Selamat membaca Teman-teman🍓
Jangan Lupa tinggalkan jejak ya. Like,Rate,Vote,kritik dan saran kalian. Sebagai bentuk dukungan dari teman-teman.
Happy Reading
🍷....................................🍷
Sudah 1 minggu lebih Arshel masih setia dengan persembunyiannya. Tanpa ia ketahui' sebenarnya Rania sudah mengetahui kalau slama ini Arshel mengawasinya.
Nia masih enggan menemui Arshel. Ia ingin melihat sejauh mana Arsh akan memperjuangkannya.
"Pagi kakaku tersayang." Ucap Rania yang begitu senang saat melihat kakaknya pagi ini. Entah kenapa Rasanya ia ingin dekat-dekat dengan kakaknya.
"Nia!!" Kakak masih harus memeriksa berkas-berkas ini!. Bisakah kamu jangan memeluk kaka begini dulu!. Ucap Alex. Bukan karna ia risih karna dipeluk adiknya namun karna memang pekerjaannya kali sangat mengharuskan ia untuk segera menyelesaikannya.
"Baiklah...baiklah". Kemudian dengan terpaksa Rania pergi meninggalkan kakaknya. Ia sendiri bingung mengapa ia rasanya ingin dekat dengan kakaknya.
Namun tak berselang lama, saat Nia pergi Jalan-jalan__ia melihat seorang anak yang sedang memakan sebuah gulali. Rania merasa sangat menginginkannya, namun harus yang di makan anak tersebut.
Yang jadi masalahnya "Anak tersebut saat ini sedang bersama dengan ayahnya. Ayahnya terlihat sangat menakutkan, badannya besar berotot dan banyak tato ditangan dan area wajah."
Kemudian Rania meminta salah satu pengawalnya untuk meminta gulali milik anak tersebut. Namun semua pengawal yang di suruh tak ada yang berhasil, bukan karna tak mampu melawan Ayahnya anak tersebut. Melainkan Nia menyuruh para pengawal untuk memintanya baik-baik.
__ADS_1
Namun anak tersebut tetap kekeh. Meski sudah di iming-imingi uang sebagai ganti gulali tersebut. Hingga membuat sang Ayah anak tersebut menjadi sangat geram karena dikira mengganggu.
Arshel masih setia mengamati istrinya dari jarak yang lumayan dekat. Ia ingin membantu Rania sebenarnya, namun ia terlalu takut jika Rania akan pergi dan tak mau lagi bertemu dengannya.
Dengan Rasa tak sabar akhirnya Rania sendiri yang mendatangi Ayah dan Anak tersebut. Kemudian ia pun mengatakan "bahwa saat ini Anaknya benar-benar menginginkan gulali tersebut sambil mengelus-elus perutnya.
Dan tanpa disangka sang anak malah langsung memberikannya dan mencium perut Rania.
"Tante". Apa dede bayinya sangat menyukai gulaliku?. Ucap anak itu yang baru diketahui Rania, kalau namanya Rio.
"Iya sayang." Sepertinya dede bayinya sangat suka sekali." Ucap Rania.
Setelah asyik berbincang-bincang dengan Rio kecil, Rania kembali meneruskan niatnya untuk berjalan-jalan_sambil memakan gulali disepanjang jalan.
Setelah lelah berjalan-jalan, Rania memutuskan untuk kembali ketoko rotinya. Namun sebelum sampai Nia sengaja memberhentikan langkah kakinya.
Dan benar saja saat Nia sengaja berbalik!!. Tepat dibelakang Rania, "Mas Arshel!!" Bisakah kamu tidak mengikutiku lagi?. Ucap Rania.
"Nia maafkan aku. Aku tidak bermaksud menguntitmu......
"Lalu kalau bukan penguntit!. Disebut apa dong?. Ucap Rania memotong ucapan Arshel. Sungguh rasanya Rania sudah jengah dengan kelakuan Arshel.
"Apa tidak bosan apa, mengikuti orang setiap hari?. Ucap Rania.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah bosan Nia". Aku tau selama kita menikah, aku belum pernah membuatmu bahagia. Aku tidak bermaksud menguntitmu, aku hanya tidak bisa jauh darimu."
"Apa kau tau sayang?" Selama 3 bulan ini aku seperti orang gila. Dan saat aku mengetahui keberadaanmu, itu membuatku sangat bahagia." Ucap Arshel yang matanya sudah terlihat berkaca-kaca.
"Lalu jika sudah mengetahui keberadaanku, apa yang akan Mas Arshel lakukan?. Tanya Rania Yang berusaha untuk tidak luluh kembali saat Arshel menatapnya dengan sendu.
"Bisakah kamu memberikan Mas kesempatan 1x lagi sayang?. Mas berjanji akan memperbiki semuanya, dan membuat kelurga kecik kita bahagia." Ucap Arshel.
Rania pun dibuat bimbang di satu sisi ia masih enggan kembali dengan Arshel. Namun disisi lain ia juga tidak ingin Anaknya lahir tanpa kasih sayang dari orang tuanya yang lengkap.
Rania masih setia menatap manik mata suaminya. Ia ingin mencari kebohongan dari setiap kata yang sudah Arshel ucapkan. Namun yang ia dapat hanya tatapan sendu yang merindu. Ia bingung haruskah ia memaafkan Arshel dan kembali bersama Arshel.
"Baiklah" Aku akan memberi Mas 1x kesempatan lagi, tapi berikan aku waktu dulu Mas!!. Aku akan memberikan jawaban 1 minggu lagi." Ucap Rania.
"Apa!!". 1 minggu itu kelamaan nanti keburu lebaran kelinci. Pokoknya aku mau kamu kembali besok." Ucap Arshel.
"Ya!!!!" Kenapa malah Mas yang memaksa. bukankah seharusnya Mas itu merayuku baik-baik, "ini malah memaksa!! apa-apaan ini." Batin Rania.
"Pokoknya besok aku akan menjemputmu!!.
"Ya!!!!" Apa kau yakin berani??.
"Kenapa aku tidak berani!!. Aku akan bilang langsung kepada kakek Johnson." Ucap Arshel Kemudian ia pun pergi berlau meninggalkan Rania yang masih setia mengumpati Arshel. Karena sebelum pergi Arshel sempat mencium Rania.
__ADS_1