Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Jayden


__ADS_3

๐Ÿ’ Happy Reading ๐Ÿ’


''Bagaimana jika aku tidak ingin berteman denganmu?, tapi ingin menjadi pacarmu.'' Ucap Devano.


''Kau ini berbicara apa? Ngawur saja!'' Alin sungguh tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona, ia sungguh malu karena baru pertama kalinya ia dekat dengan seorang pria dan ini sangat dekat sekali.


''Aku tidak berbicara sembarangan! dalam hidupku aku tak pernah main-main, apa lagi dalam urusan asmara.'' Ucap Devano.


''Oh ya?'' Aku tak percaya pun!'' Ucap Alin, ia sudah hafal bagaimana sifat cowok ya, ia tidak mungkin ketipu sama cowok yang cuma umbar janji.


''Baiklah!, kalau begitu apa yang harus aku buktikan kepadamu agar kamu percaya.'' Ucap Devano, namun ia belum juga melepaskan pelukannya.


''Hem,,'' Apa ya? Begini saja! kalau kamu datang ke rumahku, dan menemui kedua orang tuaku, lalu melamarku aku akan percaya kepadamu.'' Ucap Alin. Ia sengaja menantang Devano, karena Iya yakin itu tidak mungkin. Apalagi seorang Devano yang sedang di gandrungi banyak wanita, pasti akan pikir-pikir jika ingin melamar Alin. Karena ia tidak akan bebas dan cari-cari wanita lagi.


''Baiklah!'' Hanya itu kan ujianmu? jika aku datang ke rumahmu Dan melamarmu! kamu harus menerimanya dan siap-siap menjadi istriku. Karena permintaanku kali ini bukan hanya sebatas pacar lagi, tapi istri! ingat itu.'' Ucap Devano. Kemudian Ia pun melepaskan pelukan Alin lalu pergi begitu saja dari ruangannya.


''Apa-apaan dia itu! Hei kau yang memelukku, sekarang kau yang meninggalkanku begitu saja!, Jangan harap aku menerimamu! aku tidak akan pernah menerima lamaranmu! ingat itu!'' Teriak Alin.


''Uups,'' Kenapa aku berteriak-teriak di ruangan orang, pasti akan banyak orang yang mendengarnya. Aduh, bagaimana ini?, Alin pun kemudian pergi meninggalkan ruangan Devano.


Di sisi lain Ailen baru tau siapa pendonor yang mendonorkan sumsum tulang belakang untuk Nadia, setelah ia tak sengaja mendengar Natan berbicara di sebuah Ruangan, setelah ia tadi membuntuti Natan. Ia bermaksud ingin memarahi Natan karena menabraknya tadi.


''Jadi kau yang menjadi pendonornya untuk Nadia bro?'' Tanya Natan.


''Iya, tadinya aku pikir jangan sampai ada yang tau, tapi kini kau juga mengetahuinya. Aku harap Raka tidak tau.'' Ucap Jayden, ia masih belum pulih pasca operasi, dan masih membutuhkan banyak perawatan.


''Apa kau yakin, Raka tidak mengetahuinya? karena Setahuku, Raka sudah menyelidiki mu setelah kemarin malam kau menghilang begitu saja.'' Ucap Natan.


''Aku tahu, Raka pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat. Tapi aku sudah lega sekarang, Nadia sudah tertolong.'' Ucap Jayden.

__ADS_1


''Jay, Apakah Nadia itu adalah cinta pertamamu itu?'' Tanya Natan. Iya, memang sudah menjadi rahasia umum untuk mereka berlima. Apapun yang terjadi pada salah satu di antara mereka, pasti mereka akan mengetahuinya.


''Tapi Nadia tidak pernah mencintaiku Tan, Dia hanya mencintai Raka seorang. Jadi meski cintaku tidak terbalas, tapi aku berharap orang yang aku cintai tetap sehat walafiat dan aku tetap bisa melihatnya tersenyum, meski senyuman itu Bukanlah Untukku.'' Ucap Jayden.


''Astaga,'' Sahabatku ini memang murah hati sekali, Bahkan ia rela melepaskan perempuan yang ia cintai demi kebahagiaan sepupunya dan juga perempuan itu. Aku harap kau akan menemukan cinta sejatimu yang lain, dan bisa bersama. Bukan lagi cinta bertepuk sebelah tangan.'' Ucap Natan, Seraya menepuk pundak Jayden.


''Apa!'' Jadi orang yang mendonorkannya adalah kak Jayden, cowok yang menolong Nadia di bandara. Astaga, Nadia harus mengetahui soal ini.'' Ucap Ailen, kemudian ia pun bergegas pergi kembali ke ruangan tempat Nadia di Rawat.


Di tempat Nadia, Nadia kini tengah di suapi makan oleh Raka, dan tanpa mengetuk pintu dan permisi, Ailen langsung masuk begitu saja.


''Aah,'' maaf maaf aku tidak tau kalau kalian tengah bermesraan berdua.'' Ucap Ailen sambil menutup matanya dengan tangan satunya.


''Kau ini apa-apaan? siapa yang sedang bermesraan? Dia yang nyebelin dan pemaksa! aku tidak mau makan tapi dia malah memaksaku untuk makan.'' Ucap Nadia dengan cemberut.


''Hei kau ini, sudah jamnya makan siang, kau harus segera makan dan minum obat. Supaya cepat pulih kembali. Apa kau sangat betah di rumah sakit ini! sampai-sampai tidak ingin cepat sembuh dan tidak mau makan.'' Ucap Raka. Raka memang sungguh sangat cerewet, sepertinya ia benar-benar ketularan oleh Rania. Tentu saja ia akan meniru mamanya, kalau tidak meniru mamanya, meniru siapa lagi? masa iya meniru Tetangga.


''Tapi kan bisa nanti makannya, nggak harus sekarang. Aku masih kenyang, tadi habis makan buah-buahan yang di suapin oleh Ailen.'' Ucap Nadia.


''Apa Kau pikir aku gendut!'' Ucap Nadia, sambil melotot ke arah Ailen.


''Tidak tidak, kau tidak gendut. Kau sangat cantik kok.'' Jawab Ailen.


''Sudah bahasnya tentang gendut ya, karena aku punya sesuatu hal yang sangat penting. Dan itu menyangkut Nadia.'' Ucap Ailen.


''Hal penting apa?'' Tanya Alin tiba-tiba sudah datang dari arah pintu.


''Tapi sepertinya,,, bisakah kita hanya membicarakannya bertiga saja.'' Ucap Ailen.


''Memangnya kenapa?, aku tidak mau ada rahasia-rahasia lagi jika menyangkut soal Nadia, Aku itu pacarnya sekarang dan calon suaminya nanti. Jadi aku harap aku juga mengetahui apa yang akan kalian bicarakan nanti.'' Ucap Raka.

__ADS_1


Nadia pun kemudian memberi kode melalui mata kepada kedua sahabatnya itu. Alin dan Ailen pun mengerti lalu dengan segera membawa keluar Raka dan menutup pintunya.


''Hei, apa-apaan kalian ini! kenapa malah mengunciku?, buka pintunya!'' Teriak Raka dari luar.


''Beres.'' sekarang apa yang akan kau bicarakan jangan berbelit-belit! Aku jadi penasaran.'' Ucap Alin.


''Kau ini tidak sabaran, Kau dari tadi dari mana saja?, aku mencarimu kemana-mana! Tapi tidak ketemu.'' Ucap Ailen.


''Aku,,,'' baru saja mendapatkan Pasien tadi.'' Jawab Alin, ia mencoba memberi alasan yang lebih masuk akal. Agar mereka berdua tidak curiga.


''Kau tidak bohong kan?'' Tunjuk Nadia.


''Tentu saja aku tidak bohong, sudah jangan mengalihkan pembicaraan, katakan apa yang ingin kau katakan tadi.'' Ucap Alin mengalihkan pembicaraan mereka.


''Iya, kalian harus tau. Ternyata yang mendonorkannya kak Jayden.'' Ucap Ailen.


Nadia dan Alin pun terkejut.


''Kak Jayden.'' Ucap mereka berdua serentak.


-


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEโ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.


Salam Sayang Dari Devano๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2