Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Berpamitan


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


"Astaga Anak ini, benar-benar minta di jewer. Raka kamu harus berbicara dengan lembut Nak, apa lagi dengan Wanita." Nasehat Rania pada putranya.


"Iya Mama, tapi dia itu bukan Wanita, tapi cewek aneh." Ucap Raka, Nadia yang tidak terima di ejek pun balas dengan memelototi Raka.


''Tante kedatangan Nadia ke sini, Nadia mau berpamitan Tante.'' Ucap Nadia dengan kepala tertunduk.


''Mau pamit kemana Nak?'' Tanya Rania, ia begitu terkejut mendengar Nadia berpamitan.


''Nadia akan pergi ke London, untuk mengurus salah satu perusahaan Papa. Kemungkinan, Nadia akan menetap di sana.'' Ucap Nadia.


''Lo, kok gitu Nak, Kasian Tuan Santoso sendirian dong di tinggal sama non Nadia.'' Ucap Ibu Ella yang kebetulan juga baru datang untuk membantu kepulangan Rania.


''Iya Bu, Papa sendiri di sini. Mau bagaimana lagi, ada masalah di perusahaan sana. Jadi mau tidak mau Nadia harus segera kesana.'' Ucap Nadia.


..........


Setelah pulang dari rumah sakit, Rania pun langsung kembali ke rumahnya. Sedangkan Nadia, selesai mengantarkan Rania, Ia pun langsung pergi ke bandara. Entah apa yang di rasakan oleh Raka, dia sedari tadi hanya diam saja. Bahkan memandangi Nadia jauh lebih lama dari biasanya. Perasaan apa yang ada di hatinya, hanya Raka yang tahu.


''Sayang, sekarang lebih baik aku akan mengantarmu untuk istirahat di kamar. Kamu istirahat dulu ya, Sore aku harus pergi keluar kota, karena ada meeting.'' Ucap Arshel kepada Rania.


''Raka juga sama Mah, Raka juga ada keperluan. Jadi maafin Raka ya Ma, kalau Raka tidak bisa menemani Mama sore ini.'' Ucap Raka. Raka sungguh ingin sekali menemani Mamanya, tapi mau bagaimana lagi urusannya kali ini sangat penting.


''Iya, tidak apa-apa, lagi pula di rumah ini Mama tidak sendirian, kan ada banyak pelayan juga.'' Ucap Rania.


Setelah berpamitan, kini Raka sudah berada di kantornya, sedang rapat dengan beberapa klien, ia beberapa kali Kehilangan tender, karena tidak fokus memikirkan Mamanya dan seringnya bolak balik ke rumah sakit. Namun kali ini, ia pun gagal fokus kembali. Karena tiba-tiba sekelebat bayangan Nadia hadir di hadapannya.


''Apa-apaan ini, kenapa malah gadis aneh itu yang muncul.'' Ucap Raka kemudian mengibaskan tangannya supaya bayangan Nadia menghilang.


Sesaat menghilang, namun tak lama kemudian, Nadia hadir lagi dari arah pintu dengan membawa dokumen.


Raka langsung berdiri dan mengusir Nadia, yang di kira bayangan atau halusinasinya. Padahal itu Nadia asli, karena memang ada kerja sama dengan perusahaan Raka, itu sebabnya Nadia belum berangkat pergi ke Luar Negri.

__ADS_1


''Apa-apaan si! Aku datang nganterin dokumen penting, kenapa malah di usir.'' Ucap Nadia.


''Bohong! kamu bukan Nadia, karena Nadia yang asli sudah pergi siang tadi.'' Ucap Raka.


''Ya!! Bisakah kau lepaskan tanganku!'' Ucap Nadia, karena tangannya dari tadi di tarik-tarik oleh Raka.


''Jadi, ini beneran. Bukan halusinasiku kan?'' Ucap Raka.


''Tentu saja! kamu pikir aku apa? hantu!'' Ucap Nadia dengan sebal. Maksud hati ingin mengantarkan dokumen malah di kira hantu, bukankah itu sangat menyebalkan.


''Atau jangan-jangan kamu sedang memikirkanku ya.'' Ledek Nadia dengan senyum manisnya sungguh membuat siapa saja yang melihatnya terpesona.


''Siapa yang mikirin gadis aneh sepertimu! seperti kurang kerjaan saja.'' Elak Raka, ia sungguh malu karena ketahuan sedang berhalusinasi tentang Nadia.


''Heleh! ngaku aja kenapa, kaya dunia bakal kiamat aja kalau kamu ngaku.'' Ucap Nadia, yang masih tak berhenti meledek Raka. Raka pun akhirnya melarikan diri dengan masuk kembali keruangan rapat yang ia tinggalkan tadi.


Semua orang yang ada di ruangan rapat pun berdiri, lalu duduk kembali setelah di persilahkan oleh Raka.


Setelah selesai dengan Rapatnya Raka pun menghampiri Nadia yang masih mengobrol dengan Paman Alex. Alex yang melihat keponakannya menghampiri, kemudian ia pun berpamitan kepada Nadia, ia ingin keponakannya itu benar-benar berjodoh dengan Nadia.


''Baiklah Paman, salam buat Bibi Vivi ya.'' Ucap Nadia, Kemudian Alex pun berlalu meninggalkan Nadia dengan senyum yang tersungging di wajahnya.


Tak lama kemudian datanglah Raka menghampiri Nadia.


''Belum pulang?'' Tanya Raka.


''A? Maaf maksud aku kamu lagi bicara sama saya?'' Ucap Nadia.


''Tentu saja bicara denganmu, lalu kalau bukan denganmu, dengan siapa lagi?'' Ucap Raka dengan kesal. Entah kenapa ia dan Nadia tak pernah bisa akur bahkan cuma bicara saja sudah membuat Raka kesal.


''Ooo'' Bicara denganku, siapa suruh tak sebut Nama. Lagi pula kita gak akrab tumben-tumbenan tanya-tanya.'' Ucap Nadia.


''Kenapa aku tiba-tiba menyesal sudah bertanya padamu.'' Ucap Raka, kemudian ia pun berlalu pergi meninggalkan Nadia.

__ADS_1


''Ya!! kenapa malah pergi? Aku cuma bercanda, tunggu! teriak Nadia kemudian ia pun berlari menyusul Raka.


''Sungguh cepat sekali larinya.'' Gerutu Nadia setelah ia bisa berbarengan dengan Raka.


''Kamu saja yang cebol, dan larinya seperti bebek.'' Ledek Raka, bahkan tanpa sadar Raka tertawa lepas membuat Nadia terpukau sesaat setelah melihat Raka tertawa.


''Enak saja! tinggi ku udah di atas rata-rata ya, kamu aja yang larinya kaya di kejar maling. Padahal jalan santai kan juga tidak apa-apa.'' Ucap Nadia dengan cemberut.


''Iya-iya, setelah ini kau mau kemana? biar sekalian aku antarkan kalau mau pulang.'' Ucap Raka tanpa ia sadari sepertinya hatinya yang beku pun mulai meleleh.


''Wiiih,'' Sepertinya matahari benar-benar terbit dari barat ya? Seorang Raka Adhitama yang selalu menganggapku Gadis aneh hari ini ingin mengantarkanku pulang.'' Ledek Nadia, Nadia hari ini sungguh sangat senang sekali karena bisa menggoda Raka habis-habisan.


''Baiklah lebih baik kau pulang sendiri,'' Ucap Raka, yang sebal sedari tadi selalu di ledek oleh Nadia.


Namun entah kenapa suasana yang tadinya hangat tiba-tiba menjadi kelabu.


''Raka! kamu nggak perlu nganterin aku, Selain untuk mengantarkan dokumen tadi, Aku sebenarnya juga ingin berpamitan denganmu secara langsung.'' Ucap Nadia. Raka pun berhenti lalu berbalik untuk mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Nadia selanjutnya.


''By Raka, Semoga kita ada kesempatan untuk bisa bertemu lagi.'' Ucap Nadia sambil melambaikan tangannya. Raka yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum, namun entah kenapa dalam hatinya seakan ia tak rela.


''By juga gadis aneh, semoga kita bisa bertemu kembali juga.'' Ucap Raka sambil membalas lambaian tangan Nadia.


Nadia pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian ia pun berlari pergi masuk ke mobilnya, mobilnya pun melaju semakin jauh hingga tak lagi terlihat dalam pandangan Raka.


-


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya. Like, Rateβ˜†5, Vote komen dan sarannya. Mala akhir-akhir ini kurang semangat. Jadi mohon dukungannya ya Teman-teman, jangan lupa ya.


Salam Sayang Dari Raka πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2