Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Baru Tumbuh


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


'Bohong.... pasti ada yang dia pikirkan kak. Jika aku melihatmu, Rasanya kau ini seperti sedang jatuh cinta.'' Ucap Taqy.


''Siapa yang jatuh cinta! kau ini sok tahu.'' Ucap Raka, kemudian ia pun lebih memilih meninggalkan ruangannya. Dan untuk sementara menghindari si cerewet Taqy.


''Haiiis, Kau ini.'' Bisa tidak jangan meledek Raka dulu. Karena sepertinya ada yang tidak beres dengan Raka.'' Ucap Jayden.


''Sudah ku bilang, Raka itu sedang jatuh cinta! Ajay devgan!'' Ucap Taqy sambil meledek kakaknya, karena tak percaya dengan yang ia katakan.


''Kau!'' Berani sekali mengganti-ganti Namaku!'' Ucap Jayden kemudian ia pun menghampiri Taqy dan ya.... biasalah cowok bahasa jawanya gelud, tapi dalam mode bercanda.


Raka tengah melajukan kendaraannya menuju Taman kota, di sana Raka duduk termenung memikirkan apa yang baru saja Taqy ucapkan, ia juga berpikir kenapa akhir-akhir ini pun rasanya ingin selalu bertemu dangan Nadia.


''Apa benar aku sudah jatuh cinta dengan Nadia, Tidak...tidak! ini tidak mungkin. Tapi kenapa setiap kali bertemu aku merasa senang.'' Ucap Raka.


Dan ternyata tak jauh dari Raka duduk, Raka melihat Nadia sedang duduk sambil memakan es krim. Raka pun senang, ia bertekad akan menyampaikan perasaannya pada Nadia sekarang juga.


Namun baru beberapa langkah, Raka menghentikan kakinya. Ternyata Nadia tidaklah sendirian, Raka melihat Nadia dengan seorang pria. Pria itu sedang memberikan sebuah minuman kepada Nadia. Dan saat pria itu menoleh, ternyata pria itu adalah Jayden.


Karena tadi Jayden membelakangi Raka. Raka pun kemudian mengurungkan niatnya, lalu duduk kembali ke tempat semula. Ia Masih memikirkan apa yang baru saja ia lihat.


''Apakah perempuan yang dimaksud oleh Taqy adalah Nadia? Apa Kak Jayden menyukai Nadia?'' Itulah pertanyaan yang berkecamuk dalam hati dan pikiran Raka.


Raka sungguh tidak menyangka, Jika benar bahwa perempuan yang disukai oleh Jayden adalah Nadia, maka Raka harus bersiap-siap untuk mengubur dalam-dalam rasa cinta yang baru saja tumbuh.


Belum juga bersemi sudah patah duluan. Oh nasib, sama kayak authornya. Sabar ya Raka.


Dan tanpa di duga, Nadia dan Jayden melihat Raka. Mereka pun menghampiri Raka. ''Raka!'' Kau sedang apa di sini?'' Tanya Jayden, Nadia masih saja diam melihat Raka, ia sungguh tidak menyangka bahwa ia bisa bertemu dengan Raka di sini.


''Apa lagi, saat ini ia sedang bersama dengan Jayden. ''Apa mungkin Raka akan berpikir macam-macam tentang dirinya.'' Itulah yang saat ini Nadia pikirkan.

__ADS_1


''Aku hanya sedang mencari angin Kak! Kebetulan sekali, kita bisa bertemu di sini.'' Ucap Raka.


''Ya, Aku sedang ada janji dengan Nadia. Oh iya, Perkenalkan ini Nadia, perempuan yang pernah aku ceritakan kepadamu dulu.'' Ucap Jayden Seraya memperkenalkan Nadia.


Raka tidak ingin membuat Jayden salah faham. Raka pun dengan terpaksa berpura-pura untuk berkenalan kembali dengan Nadia. ''Hai,'' Raka.'' Ucap Raka, Seraya mengulurkan tangannya untuk menyalami Nadia.


Nadia pun memperkenalkan dirinya juga. ''Hai juga.'' Aku Nadia, teman Kak Jayden.'' Ucap Nadia.


''Teman?'' Kau pikir kau hanya temannya. Kak Jayden menyukaimu, bahkan kau sendiri tidak mengetahuinya. ''Tunggu dulu, mungkin Nadia juga mengetahuinya. Dan mungkin saja mereka saling mencintai.'' Batin Raka dalam hati.


Karena tidak ingin mengganggu, Raka pun berpamitan untuk pergi. ''Maaf Kak, aku sepertinya ada urusan lain. ''Aku tidak bisa ikut bergabung dengan kalian. Aku pamit dulu ya, Sampai jumpa nanti di rumah.'' Ucap Raka. Ia pun berlalu pergi dari sana. Dadanya terasa sesak.


''Rasanya kenapa tiba-tiba aku ingin menangis,'' Ucap Raka.


''Tidak! kenapa aku harus menangis! seperti perempuan saja, lupakan Nadia. Kak Jayden sangat menyukai Nadia. Dan aku yakin, Nadia juga memiliki perasaan terhadap kak Jayden. Mereka pasangan yang serasi, aku tidak boleh mengganggu hubungan mereka.'' Ucap Raka.


Raka pun kemudian memilih pergi dari tempat itu, mobilnya pun melaju membelah jalanan kota Glasgow. Malam sendu, baru pertama merasakan jatuh cinta, Namun sudah menerima kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.


''Ah,'' Sudahlah! lebih baik sekarang aku mau ke kantor saja. Mungkin dengan menyibukkan diri, aku jadi melupakan perasaan yang tak seharusnya tumbuh di hatiku ini.'' Ucap Raka.


Kemudian ia pun segera melajukan mobilnya menuju kantor. Dan sudah beberapa minggu ini Raka jadi jarang pulang ke rumah. Raka lebih sering menghabiskan waktunya di kantor. Bahkan saat Raka pulang pun, jarang mengobrol dengan Jayden.


Paling hanya ngobrol sebentar dengan Taqy, seperti sedikit acuh kepada Jayden. Jayden sendiri pun merasa heran, apa yang sebenarnya terjadi kepada Raka? apa ia ada berbuat salah? tapi Raka tidak ada pembicaraan apapun padanya.


''Bahkan akhir-akhir ini, Raka pun sangat sulit untuk diajak mengobrol. Jayden bermaksud untuk bertanya kepada Raka, Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Kenapa akhir-akhir Ini Raka sedikit berubah.


Dan malam harinya...


Kebetulan malam Ini Raka pulang ke rumah. Saat Raka membuka pintu, Raka melihat Jayden sedang duduk di sofa, sepertinya Jayden sudah menunggu lama Raka. Bahkan di meja, terlihat makanan sudah mulai dingin.


''Kenapa pulangnya malam sekali?'' Tanya Jayden.

__ADS_1


''Karena pekerjaan ku banyak sekali hari ini kak, jadi sedikit telat pulangnya.'' Jawab Raka. Raka bermaksud untuk segera pergi ke kamarnya, namun tangannya di tahan oleh Jayden.


''Aku ingin berbicara sebentar dengan mu, Bisakah kau duduk dulu.'' Ucap Jayden dengan tatapan yang serius.


''Ada apa?, Sepertinya penting sekali?'' Tanya Raka.


''Aku yang ingin bertanya padamu?, Ada apa denganmu? Kenapa akhir-akhir ini kamu berubah! apa aku memiliki salah kepadamu?'' Tanya Jayden kepada Raka.


Raka pun hanya menggeleng.


''Tidak,'' Kau tidak ada salah padaku, pekerjaanku saja yang banyak di kantor. Jadi akhir-akhir ini aku jarang pulang dan kalaupun pulang, pulangnya pun larut malam.'' Jawab Raka.


Raka tidak mungkin kan memberitahu alasan yang sebenarnya. Kalau ia enggan untuk bertemu dengan Jayden dulu. Raka ingin benar-benar menata hatinya kembali. Melupakan cinta pertama itu tidaklah mudah! semudah membalikan telur di dalam penggorengan.


''Apa kau yakin, itu alasannya?'' Tanya Jayden, ia masih kurang percaya dengan alasan yang di berikan oleh Raka.


''Tentu saja, untuk apa aku berbohong.'' Jawab Raka.


''Aku tidak tahu, apakah alasanmu ini benar atau tidak. Karena menurutku, semenjak terakhir kali kita bertemu di taman, sikapmu sedikit berubah. Bahkan sekarang kau jarang mengobrol denganku.'' Ucap Jayden. Jayden pun mengeluarkan segala unek-uneknya yang sudah ia pendam beberapa hari ini. Jayden ingin benar-benar meluruskan masalah yang ada di antara dia dan Raka.


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEβ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.

__ADS_1


Salam Sayang Dari Nadia πŸ’—


__ADS_2