Tentang Dia

Tentang Dia
Di Culik


__ADS_3

Hai teman-teman apa kabarnya hari ini semoga semuanya dalam keadaan sehat dan selalu dalam perlindungan Tuhan Amin, dan semoga kalian semua tidak bosan ya Membaca cerita Mala Selamat menikmati.


...............


Di sebuah rumah yang mewah,


" Bagaimana, ?" tanya seseorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi kebesarannya .


"Sudah kakek ,Saya sudah melakukan apa yang kakek perintahkan .


" Lalu Bagaimana dengan keadaannya saat ini .....?.


" Kami selalu memantau nya sepertinya keadaannya mulai pulih , dan sepertinya nya hari ini dia pulang dari rumah sakit ,"ucap salah satu pria tersebut.


" Bukankah keadaannya belum pulih.... ?' Kenapa dia sudah pulang... ?" tanya pria paruh baya itu.


" Sepertinya dia hendak melarikan diri dari seseorang," ucap pria itu .


"Memang siapa yang ia hindari... ? Bukankah aku sudah menyuruh memantau dan menyelidiki seluruh kehidupannya.... ?.


"Saya sudah menyelidikinya Kakek , saat ini dia sedang dekat dengan Putra Aditama .


"Apa ??? ...Putra Aditama .....? kalau begitu perketat penjagaannya....!!.


"Kau tahu bukan Aditama meninggal karena kasus pembunuhan ,bahkan tidak ada yang tahu, " musuh seorang Aditama sangatlah berbahaya .

__ADS_1


"Aku tidak mau dia kenapa-kenapa ," kata pria paruh baya itu.


"Baik Kakek ," kami akan perketat penjagaannya.


" Oh ya Dan satu lagi , jangan sampai orang-orang tahu tentang kita ! termasuk dia!.


"Baik kakek, ".


Sinar cerah menelisik dibalik jendela kamar , "terasa hangat menyilaukan mata .


Rania terbangun dari tidurnya , namun saat ia terbangun Betapa terkejutnya iya ,karena ia sudah berada di tempat yang asing .


"Di mana ini.... ? kenapa aku tiba-tiba berada di sini? bukankah tadi aku masih di rumah Kak Silbi .


" Jangan-jangan aku diculik lagi ,"guman Rania .


Namun tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka.


(Ceklek )


Dan betapa terkejutnya Rania 😳😳😳


" Kenapa pak Arshel berada di sini ,? tanya Rania .


"Kenapa aku tidak bisa di sini , ini kan rumahku, " Kata Arshel dengan santainya.

__ADS_1


"Loh ini memangnya rumah pak Arshel ya...? kenapa saya bisa ada di sini... ?" tanya Rania dengan polosnya dan membuat Arshel tersenyum.


Meskipun senyumannya samar terlihat.


"Eeeh...tunggu Dulu Apakah bapak yang membawaku kemari ?" tanya Rania .


"Tidak ,"Kamu sendiri yang datang ke rumahku dan tidur di kamarku, "ucap Arshel dengan tenang .


"Apa... ???...itu nggak mungkin !!. Tadi pagi Nia masih tidur di kamar Kak Silbi.


" Masa tiba-tiba sudah berada di sini ini , nggak mungkin kan Nia tidur sambil berjalan ," ucap Rania.


Wajahnya yang polos dan kebingungan membuat Arshel tak bisa lagi menahan tawanya ......dan akhirnya pecah begitu saja πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†.


Baru kali ini Rania melihat Arshel tertawa begitu lepas .


Lalu Rania pun bertanya " apa yang membuat pak Arshel tertawa... ? Apanya yang lucu ....?, " Rania sedang kebingungan dan Bapak malah menertawakan saya,"ucap Rania.


"Kau ini selalu memanggilku Bapak, Emangnya aku ini bapak kamu apa ??? kata Arshel .


"Tentu saja saya harus memanggil Bapak, kan Pak Arshel bos saya " lalu saya harus manggil apalagi kalau bukan Pak ,"ucap Rania .


"Kau boleh memanggilku Pak jika berada di kantor, sekarang dirumah dan aku tidak mau mendengar kau memanggilku bapak-bapak lagi .


"Apa aku terlihat tua padahal umurku cuman selisih 2 tahun denganmu ,Kau memanggil Farhan saja Kak ' Kenapa memanggilku Bapak !!! "ucap Arshel dengan cemberut.

__ADS_1


"Kan beda Kakak Farhan kan spesial kalau Bapak kan atasan saya ,"ucap Rania tak mau kalah.


dan entahlah sampai kapan mereka berdebat seperti itu terus Author aja sampai bosan karna membaca mereka yang gak pernah akurπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


__ADS_2