Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Omong kosong


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


Tapi, kemarin Tuan Santoso berbicara denganku waktu di pesta. Katanya ia ingin mempunyai menantu seperti Raka. Dan, ia berharap Raka dan kalian mau menerima Perjodohan ini. Lagi pula, Nadia gadis yang sangat baik, Mandiri, sopan, dan ramah.


''Aku tidak bisa memberimu jawaban Kak! menurut Nia, biarlah Raka yang memutuskannya, kami akan mendukung apa pun keputusannya.'' Ucap Rania.


''Benar juga sih, tapi apa kalian tidak bisa memberbicarakannya dulu dengan Raka.'' Ucap Alex.


''Baiklah, Nanti Nia akan bicara dengan Raka kak.'' Ucap Rania.


Setelah selesai berbincang-bincang dengan Alex, Rania dan Arshel pun mengobrol berdua. ''Sayang, tanpa terasa, putra kita sudah besar ya. Bahkan sekarang ada yang meminta putra kita untuk di jodohkan dengan putrinya. Lalu bagaimana menurutmu sayang?'' Tanya Arshel kepada Rania.


''Kalau menurutku, Apa tidak lebih baik kalau urusan seperti ini, kita serahkan semuanya kepada Raka saja. Biarkan dia yang memilih jalan hidupnya, itu kan juga demi masa depannya. Nia takut kalau kita salah pilih nantinya, dan akan menyakiti hati anak kita.'' Ucap Rania kepada Arshel.


''Baiklah, Kamu benar juga. Kita sebagai orang tua, cukup mendukungnya saja. Sudah-sudah sekarang waktunya kamu istirahat.'' Ucap Arshel sambil membaringkan Rania dan menyelimutinya.


''Hem..'' Ucap Rania hanya berdehem saja, kemudian terlelap dalam mimpinya. Mungkin efek obat, jadi langsung tertidur.


Tak lama kemudian Raka pun datang ke rumah sakit, dengan membawa setumpuk dokumen dan laptopnya. ''Astaga Raka, sampai kapan kamu terus membawa pekerjaanmu ke rumah sakit!'' Ucap Arshel kepada putranya.


''Sampai Mama pulang dari rumah sakit, baru nanti Raka tidak akan membawa pulang pekerjaan Raka dari kantor. Mama lagi tidur ya Pah?'' Tanya Raka.


''Iya, Mamamu baru saja tertidur, mungkin karena efek obat. Jadi cepat sekali tertidur. Bagaimana keadaan perusahaanmu? Apa semuanya berjalan lancar?'' Tanya Arshel.


''Tentu saja Pa. Hanya saja, kemarin sedikit ada kendala, Raka tidak tahu ternyata ada salah satu manajer keuangan yang korupsi. Raka benar-benar sedang tidak mood untuk membahas soal itu.'' Jawab Raka.


''Bagaimana bisa itu terjadi, kenapa bisa kecolongan.'' Tanya Arshel.


''Mungkin akunya yang kurang memperhatikan keadaan di perusahaan Pa, nanti Raka akan mengadakan rapat dan membahas ini semua. Raka ingin benar-benar Selesai masalah ini Pa, karena merugikan perusahaan dan juga gaji para karyawan lainnya.'' Jawab Raka.


''Siapa yang korupsi? apa Aditya?'' Tanya Arshel.


''Bagaimana Papa tahu? kan aku belum cerita soal Aditya.'' Tanya Raka, karena ia heran Bagaimana bisa Papanya tahu masalah perusahaannya.


''Tentu saja Papa tahu.'' Ucap Arshel.

__ADS_1


''Aneh sekali.'' Ucap Raka menggaruk belakang kepalanya.


''Apanya yang aneh? orang mata Papa 2 hidung 1 telinga 2..........belum selesai Arshel berbicara langsung di potong oleh Raka.


''Udah-udah! tanya nya apa, jawabnya apa.'' Ucap Raka, yang sebal dengan jawaban Papanya yang menurutnya sangat menyebalkan.


''Lalu apa rencanamu sekarang?'' Ucap Arshel.


''Entahlah, lagi pula Paman Alex sudah mengatasi segalanya. Raka saja bingung mau apa, Jadi Raka pokus ke proyek baru saja.'' Ucap Raka.


''Oh iya Pa, kapan Mama bisa di bawa pulang?'' Tanya Raka.


''Kata dokter besok sudah biaa di bawa pulang, tapi Papa sebenarnya masih keberatan. Tapi Mamamu ngeyel minta pulang.'' Ucap Arshel.


''Sepertinya Mamamu sudah merasa bosan, Karena di rumah sakit terus, tapi papa benar-benar khawatir, soalnya kata Dokter akibat benturan keras, kita nggak tahu apa yang akan terjadi. Lebih baik kita semua berdoa supaya Mama tetap baik-baik saja.'' Ucap Arshel.


''Iya Pa, tapi lebih baik, jika Dokter memang sudah mengizinkan Mama pulang, lebih baik di bawa pulang saja.Kasihan Mama pasti Mama sudah bosan di sini.'' Ucap Raka.


''Oh iya Nak, Kata Paman Alex, kamu akan di jodohkan dengan Putri Tuan Santoso. Apa Pamanmu sudah bicara dengan mu Nak?'' Tanya Arshel, lalu ikut duduk di sebelah putranya.


''Kenapa menolak?'' Tanya Arshel.


''Aku dan Nadia sangat jauh berbeda. Dalam segi apa pun kami berbeda. Pemikiran dan prinsip kita pun jauh berbeda. Raka gak bisa sama Nadia Pah, lagi pula Nadia itu gadis yang aneh. Nanti yang ada, Raka setiap hari ribut dengan Nadia.'' Ucap Raka.


''Oh, jadi namanya Nadia. Sepertinya cantik sekali, tapi kok sepertinya Papa pernah melihatnya, di mana ya?'' Ucap Arshel sambil menggaruk kepalanya.


''Di panti Papa, sepertinya faktor U ya? Papa jadi pelupa!'' Ucap Raka yang langsung mendapat hadiah jeweran di telinganya.


''Aduh Papa! Ampun Papa, iya-iya Papa masih muda.'' Ucap Raka sambil mengelus-ngelus telinganya yang merah akibat di jewer Papanya.


''Mana ada Nadia kaya gitu. Kamu saja yang aneh. Cewek cantik sopan dan ramah kok di bilang aneh.'' Ucap Arshel.


''Kalau Papa nggak percaya, Papa saja yang di jodohkan dengan Nadia si cewek aneh itu! Udah-udah! jangan mengganggu Raka, Raka masih banyak pekerjaan Papa.'' Ucap Raka, kemudian dia pun menggeser tubuhnya, supaya menjauh dari Papanya.


''Kamu itu di bilangin, ya sudah! terserah kamu, Papa sudah kasih tahu ya, jangan sampai kamu menyesal dan keburu diambil orang.'' Ucap Arshel, kemudian berjalan kearah Rania dan duduk di sebelah tempat tidur istrinya.

__ADS_1


''Tidak akan.'' Balas Raka, namun matanya sama sekali tak beralih dari pekerjaannya.


..............


Ke esokan harinya...


Rania hari ini sudah di perbolehkan untuk pulang, Raka dan Arshel tengah di sibukkan dengan membereskan semua barang-barang mereka, selama berada di rumah sakit. Nia sangat senang sekali, akhirnya ia bisa pulang.


Karena Rania benar-benar sudah rindu dengan orang rumah. Sangat membosankan dua bulan berada di rumah sakit, Dan tidak melakukan apa pun. Hanya tidur, makan, minum obat, mandi. Tidur, makan, minum, obat dan mandi. Astaga, tapi berat badannya Rania pun sama sekali tidak bertambah, atau pun berkurang.


Benar-benar ciptaan Tuhan yang sempurna. Kak Vivi dan juga Kak Alex pun ikut membantu kepulangan Rania, dan ada tamu spesial juga yang datang berkunjung ke ruangan Rania.


"Nadia, Apa kabar sayang?" Tanya Rania saat ia melihat Nadia datang, lalu mereka pun saling berpelukan.


"Tante Nia, Maaf Nadia baru sempat kemari. Karena Nadia baru tau dari Paman Alex, bahkan ini saja sudah terlambat karena Tante sudah mau pulang." Ucap Nadia.


"Sudah tau terlambat, kenapa masih datang!" Ucap Raka dengan ketus.


"Astaga Anak ini, benar-benar minta di jewer. Raka kamu harus berbicara dengan lembut Nak, apa lagi dengan Wanita." Nasehat Rania pada putranya.


"Iya Mama, tapi dia itu bukan Wanita, tapi cewek aneh." Ucap Raka, Nadia yang tidak terima di ejek pun balas dengan memelototi Raka.


-


-


-


-


...............


Jangan lupa tinggalin jejak ya. Like, Rateβ˜†5, Vote komen dan sarannya. Mala akhir-akhir ini kurang semangat. Jadi mohon dukungannya ya Teman-teman, jangan lupa ya.


Salam Sayang Dari Raka πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2