
Rania yang masih terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arshel , ia masih bengong dan masih mencerna setiap perkataan Arsel.
Sedangkan Arshel dia sudah berlalu sambil tertawa karena melihat reaksi Rania.
" Apakah yang dikatakan Mas Arshel benar ,? Kenapa dia hobi sekali menggangguku .Oh Tuhan Cobaan apalagi ini bisakah aku hidup dengan tenang dan bahagia ," ucap Rania dalam hati .
Kemudian Ia pun bergegas pergi ke kamar mandi bersih-bersih dan bersiap-siap untuk pergi dengan Arshel kini ia sudah rapi dengan baju santainya namun wajahnya cemberut membuat Arshel selalu tertawa sendiri .
"Bagaimana bisa Rania selucu itu,? Ia baru menyadari betapa menggemaskannya Rania saat Rania cemberut ," Ya Tuhan lucu sekali dia," batin Arshel.
Sesekali ia mengusap kepala Rania dan selalu ditepis oleh Rania .
"Kenapa mas selalu memberantaki Rambutku tidak bisa kah tanganmu diam...!!! "ucap Rania.
Lalu mereka pergi ke sebuah restoran ditempat itu .
Sesekali mereka bercanda ,sesekali bertengkar dan ini untuk pertama kalinya Arshel merasakannya, ia belum pernah merasa sebahagia itu.
Bahkan dengan banyaknya para wanita yang slalu mendekati Arshel namun tak satupun ia gubris.
__ADS_1
Melihat Rania tersenyum seperti ada begitu banyak kupu-kupu didalam hati.
Sedangkan Rania yang melihat Arshel tersenyum, membuatnya mengingat tentang kak Farhan ," kaka Nia sangat merindukan kaka,'semoga kaka disana selalu bahagia ," ucap Rania.
Tanpa terasa air matanya pun menetes.
"Kenapa kamu menangis ?? apa luka kamu masih sakit?" tanya Arshel Kemudian ia memeriksa tubuh Rania namun Rania langsung berkata ," bahwa ia baik-baik saja dan mungkin hanya kelilipan "ucap Rania .
Setelah makan siang mereka kembali lagi ke villa itu, dan beristirahat.
Lalu keesokan harinya Arshel mengajak Rania untuk
Namun ternyata Rania tidak langsung diantar ke rumah ,"Loh ini mau ke mana Mas ...?? "tanya Rania .
"Kita akan pergi ke suatu tempat dulu ,baru aku akan mengantarkanmu pulang ke rumah ,"ucap Arshel.
Rania pun hanya diam menurut ,dan kini tibalah mereka di tempat tujuan dan ternyata mereka sekarang berada di Kantor Catatan Sipil .
"Astaga apa yang akan dilakukan Mas Arshel," batin Rania dalam hati.
__ADS_1
Kemudian Arshel membukakan pintu mobil untuk Rania dan mempersilahkan Rania untuk turun.
Dan ternyata Apa yang diucapkan Arshel kemarin tidaklah main-main ,sekarang mereka harus benar-benar menandatangani surat pernikahan.
Karena semuanya sudah dipersiapkan ,bahkan surat-surat pribadi Rania pun sudah berada di situ dan lengkap semua .
"Bagaimana semua data-data tentang Saya sudah berada di sini Mas," tanya Rania
"Tentu saja sudah di sini ,kamu tenang saja kamu hanya perlu menandatangani suratnya setelah itu selesai, aku akan mengantarkanmu pulang ,"ucap Arshel dengan entengnya .
Dan itu membuat Rania sangat jengkel ," Bagaimana bisa mas Arshel mengambil keputusan secara sepihak ,Bahkan ia belum mengabari kak Silbi , Bu Ella ,Kak Vivi dan Kak Merry dan .
"Kenapa laki-laki ini selalu mengambil keputusannya sendiri tanpa tanpa menanyakannya terlebih dahulu padaku "batin Rania mengumpati Arshel.
"Kenapa masih bengong ??"kata Arshel.
Kemudian Arshel pun mendekat kearah Rania, dan Arshel pun berbisik ,"cepat tanda tangani surat pernikahan itu !!! kalau tidak aku akan meninggalkanmu di sini dan besok kamu saya pecat.
Dan satu hal lagi saya pastikan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan apapun dan dimanapun," Ancam Arshel .
__ADS_1
"Rasanya ingin sekali memukul kepala Bosnya itu, Astaga bukan hanya bosnya bahkan jika ia menandatangani surat itu maka Arshel akan menjadi suaminya bukan lagi bosnya.