
Happy Reading all
π..........................π
Sudah 1 minggu Rania kembali tinggal bersama Arshel. Saat pertama pulang Rania sedikit terkejut, karna rumah masih dalam keadaan yang sama.
Arshel sengaja, agar Rania tau kalau ia benar-benar mencintainya. Tapi ngomong-ngomong Arshel kan belum bilang cinta sama Rania. Udah bilang belum si?. Kok Authornya lupa π π π .
Dipagi hari Rutinitas seperti biasa. Rania sekarang yang mendapat tugas untuk selalu menyiapkan sarapan untuk Arshel. Bahkan makan siang pun Rania harus mengantarkan makanan kekantor.
Karna entah kenapa Rasanya Arshel selalu ingin memakan masakan istrinya. Pernah sekali Rania lupa masak gara-gara ketiduran. Akhirnya Rania membelikannya, namu Arshel sama sekali tak mau memakannya. Mungkin bawaan bayi.
Seperti saat ini. Kini Rania tengah menuju kekantor suaminya untuk mengantarkan makanan kesukaan suaminya. Namun entah kenapa saat baru saja sampai didepan ruangan suaminya, tiba-tiba perut Rania terasa sakit hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Membuat para karyawan yang melihat Rania panik semua. Lalu mereka segera membawa Rania kerumah sakit. Sedangkan Arshel belum mengetahuinya karena ia masih Rapat.
Namun setelah selesai Rapat Arshel di kagetkan oleh Arief. Arief pun memberitau Arshel, kalau saat ini Rania sedang berada dirumah sakit.
Arshel pun panik, dan segera meminta Arief untuk mengantarkannya kerumah sakit. Karna Arshel dalam keadaan panik ia pun tak berani mengendarai mobilnya sendiri.
__ADS_1
Setelah sampai dirumah Sakit, Arshel sudah melihat Kakek Johnson dan Alex yang sudah ada disana. Mereka juga terlihat sangat khawatir sekali.
"Kakek." Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Arshel.
"Kakek juga belum tau. Kakek tadi tiba-tiba mendapat kabar kalau Rania dilarikan kerumah sakit. Kakek malah ingin bertanya sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Rania bisa seperti ini.
"Arshel juga tidak tau Kakek. Karna tadi Arshel masih Rapat. Setelah selesai rapat malah mendapatkan kabar Rania sakit. Makanya Arshel langsung buru-buru kemari kek.
Namun sebelum pembicaraan mereka berlanjut, tiba-tiba Dokter sudah kluar dari ruangan tempat Rania di periksa.
"Bagaimana dok?" Keadaan istri saya." Tanya Arshel dengan tidak sabar.
"Iya dok" Bagaimana keadaan cucu saya, apa yang sebenarnya terjadi dok." Tanya kakek Johnson.
"Tapi kita tunggu dulu hasil USGnya. Semoga tidak ada masalah apapun." Ucap dokter.
Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, dan memperbolehkannya untuk melihat Rania. Denga. catatan tidak boleh membuat keributan. Karna pasien membutuhkan banyak istirahat.
Malam telah tiba
__ADS_1
Kakek Johnson dan Juga Alex pun sudah pulang sejak siang tadi.
Kini yang tersisa hanya tinggal Arshel dan Arief.
"Rief." Pulanglah saja, besok kamu atur jadwalku. Sepertinya besok aku tak bisa kekantor." Ucap Arshel.
"Baiklah Bos." Aku akan mengatur ulang jadwalmu besok. Inget bro, jaga kesehatan jangan sampai kamu ikutan sakit. Nanti siapa yang akan menjaga nona Rania." Ucap Arief.
"Aku pamit dulu bro." Ucap Arief, dan diangguki Arshel.
Rania dari tadi siang belum sadarkan diri, mungkin efek obat juga, makanya Rania belum bangun-bangun juga.
Pagi menjelang sinar matahari yang terpantul dari celah gorden jendela, membuat tidur Arshel terusik.
Ia pun memaksa matanya untuk segera terbuka. Namun saat ia membuka mata, disana terlihat istrinya sedang duduk sambil memakan buah dan menonton kartun kesukaannya.
"Sayang." Arshel yang terlalu bahagia melihat istrinya. Langsung memeluk Rania.
"Ya!! Apa yang sedang Mas lakukan lihatlah!! Disini bukan hanya ada kita saja." Ucap Rania sambil memberi kode menggukan matanya.
__ADS_1
Arshel pun melihat kesampingnya setelah mendapat kode dari istrinya. Disana terlihat ada Kakek Johnson, Alex, Ibu Ella, Kak Vivi Dan Kak Merry.
Membuat Arshel malu. Lalu buru-buru kekamar mandi.