
π Happy Reading π
Nia, kamu sungguh nakal, beberapa hari ini Ibu sampai tidak bisa tidur karena memikirkanmu.'' Ucap Ibu Ella.
Mereka pun mengobrol bersama, bahkan kak Vivi juga sudah datang menjenguk Rania dengan putra bungsunya Jayden.
Pekerjaan Arshel kini sudah selesai, Ia pun bersiap-siap untuk segera pulang, untuk melepas rindu kepada istri dan anaknya. Terutama istrinya yang kini sudah siuman. Hatinya sangat senang mendengar kabar bahwa istrinya sudah semakin membaik, setiap harinya.
Rasa syukur iya terus panjatkan karena Tuhan, mengabulkan setiap doa-doanya. Setelah mengetahui siapa dalang dari penyebab kecelakaan Rania, Arshel pun rasanya ingin sekali membunuh Dion. Namun ia sudah menyerahkan segalanya kepada pihak yang berwajib, semoga Dion mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan dia.
Malam telah tiba, Raka sudah berjanji akan datang ke pesta ulang tahun putri rekan bisnis kakeknya. Kakek Johnson sudah meninggal saat Raka masih berusia 15 tahun. Jadi sekarang yang mewarisi semua usahanya adalah anak dan cucunya.
Raka mendapat perusahaan pusat sedang Alex, Mendapatkan salah satu perusahaan dan properti, Alex sengaja karena mengingat Rania yang lebih berhak atas semua itu. Apa lagi Rania dari kecil belum pernah mendapatkan apa-apa dari kekayaan keluarga Johnson.
Raka sudah terlihat rapi, dan siap untuk berangkat, namun sebelum itu, Raka juga menyempatkan diri untuk menengok Mamanya.
''Wah, putra Mama ganteng sekali.'' Ucap Rania, saat melihat putranya tengah asik memainkan ponselnya.
''Ah, Mama kalau nggak ganteng bukan putra Mama dong,'' Balas Raka.
''Papamu kemana sih? katanya malam ini sudah ada di sini! la ini bayangannya aja gak ada!'' Ucap Rania, yang sebal karena suaminya tak kunjung datang juga.
Namun tak lama kemudian...
''Wah, sepertinya ada yang merindukan Papa nih,'' Ucap Arshel, sambil menaruh barang dan menghampiri istrinya.
''Heleeeeh, Papa ini, kenapa baru datang? bukankah seharusnya sudah pulang dari siang tadi?'' Ucap Rania, yang cemberut pada suaminya, karena tidak langsung ke rumah sakit.
''Hidiih....'' Sepertinya sayangku ini benar-benar sudah sangat merindukan Papa,'' Ucap Arshel, dengan PD nya.
''Sudah-sudah! Raka mau pamit Mah, Pah, Pasti Paman Alex sudah menunggu Raka,'' Ucap Raka, kemudia ia pun berpamitan pada Mama dan Papanya.
''Mas, Anak kita sekarang sudah besar, dan sudah mandiri. Tapi kenapa belum juga mengenalkan pasangannya pada kita ya?'' Tanya Rania pada suaminya.
__ADS_1
''Mana aku tahu, mungkin karena anak kita jelek kali, jadi nggak ada yang mau mulung.'' Ucap Arshel, dan langsung mendapat hadiah cubitan dari istrinya.
''Aduh!'' Sakit Sayang,'' Ucap Arshel.
''Biarin!'' Siapa suruh kamu bilang putraku jelek, Putraku tu paling ganteng tau.'' Balas Rania.
Dan keributan itu entah akan berlanjut sampai kapan, tiada yang tahu.
Sedangkan di pesta, Kini Raka sudah berkumpul bersama dengan Alex dan rekan-rekan yang lainnya.
Dan tiba saatnya putri dari rekan bisnis Kakeknya, untuk begabung merayakan persta ulang tahunnya. Dan betapa kagetnya Raka, saat tau siapa dia. ternyata putri dari rekan bisnis kakeknya adalah Nadia.
''Gadis aneh itu!'' Ucap Raka dengan spontan.
Nadia pun juga terkejut saat melihat ada Raka di pesta ulang tahunnya.
''Cowok aneh itu, kenapa dia bisa ada di sini.'' Guman Nadia.
Tuan Santoso memanggil putrinya untuk di perkenalkan kepada rekan sesama bisnisnya, banyak yang mengagumi kecantikan Nadia yang Alami, selain cantik Nadia juga ramah dan murah senyum, kecuali kepada Raka, seperti domba dan serigala.
''Tuan Alex,'' Panggil Tuan Santoso.
''Tuan Santoso, wah selamat untuk putri anda semoga panjang umur dan sehat selalu.'' Ucap Alex sambil memberi kan kado kepada Nadia.
Mereka pun kemudian mengobrol bersama, Membicarakan bisnis dan lain-lain. Nadia terlihat sangat bosan, ia rasanya ingin segera pergi dari pesta ini. Karena baginya pesta ini bukanlah pesta ulang tahunnya, melainkan pesta bisnis Papanya.
Raka pun juga terlihat sedang berbincang-bincang dengan kolega lainnya, dan tak lama kemudian Alex menghampiri keponakannya, dan mengajaknya untuk berbicara.
''Raka, bagaimana pendapatmu tentang Nadia?'' Tanya Alex.
''Ah?'' Maksud Paman apa? Raka tidak faham.'' Jawab Raka.
''Maksud Paman, Kamu lihat Nadia, bukankah gadis itu sangat cantik, pintar berpendidikan, sopan?'' Ucap Alex.
Raka pun hanya tersenyum ketika mendengar Pamannya memuji Nadia. Tanpa mereka sadari Raka dan Nadia seperti kucing dan anjing. Setiap bertemu, selalu saja bertengkar, dan ada saja masalahnya.
__ADS_1
''Iya cantik,'' Jawab Raka, dengan sekedarnya.
''Bukan itu Raka, maksud Paman. Maksud Paman, bagaimana menurutmu tentang Nadia, Bagaimana pandanganmu.'' Tanya Paman Alex lagi.
''Astaga Paman, Raka harus jawab bagaimana lagi! kan tadi Paman sudah menjawab semuanya.'' Ucap Raka. Alex pun geram dengan keponakannya yang menyebalkan ini. Kemudian Alex pun mengetuk kepala Raka.
''Aduh Paman sakit! apa-apaan sih Paman!'' Ucap Raka, sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit.
''Kamu itu Raka, maksud Paman tadi itu, Paman sudah berbincang-bincang dengan Papanya Nadia. Papanya Nadia, bermaksud ingin menjodohkanmu dengan Nadia.'' Ucap Alex.
Raka pun langsung membulat kedua bola matanya.
''Apa!'' Ucap Raka, yang terkejut mendengar penuturan Pamannya.
Alex pun mengetuk kepala Raka untuk yang kedua kalinya lalu berkata: Kau itu hanya pintar dalam berbisnis saja, di ajak bicara loadingnya lemot. Ganti kuota Raka supaya ngebut otaknya.'' Ucap Alex sambil menggelengkan kepalanya.
''Aduh Paman!'' Sakit tau, Paman kira otak Raka internet! Lagian Paman ini bicara kok sembarangan.'' Ucap Raka.
''Aku merasakan firasat yang buruk.'' Batin Raka, sambil melihat mata Pamannya berharap bisa membaca pikiran Alex.
''Siapa yang berbicara sembarangan Raka, Paman serius. Tuan Santoso bermaksud ingin menjodohkanmu dengan putrinya. Karena beliau melihat kamu sebagai sosok yang mandiri, dan hebat. Makanya beliau ingin kamu menjaga putrinya dengan baik.'' Ucap Alex, sambil menepuk bahu Raka .
''Sudahlah Paman, jangan membahasnya lagi. Raka belum ingin menikah, Raka masih muda Paman. Raka masih ingin mengembangkan bisnis Raka.'' Ucap Raka.
''Kurang berkembang apa lagi Raka? Bisnismu sudah ada dimana-mana, bahkan kemarin kamu baru saja membuka cabang, Apa itu masih kurang?'' Tanya Paman Alex.
''Paman, Raka bilang satu kali lagi ya, Raka belum ingin menikah. Jadi mohon pengertiannya ya Paman. Lagi pula aku dan Nadia sangatlah tidak cocok, Kami mempunyai perbedaan yang cukup jauh. Jadi aku sarankan, lebih baik cari orang lain saja untuk di jodohkan dengan Nadia.'' Ucap Raka.
''Sepertinya aku harus pulang paman, hari sudah malam. Lagi pula pekerjaanku juga masih banyak.'' Ucap Raka kemudian berlalu pergi meninggalkan Pamannya.
''Raka! tunggu! Paman belum selesai berbicara.'' Ucap Alex, Namun Raka tidak menggubrisnya.
................
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Like, Rateβ5, Vote komen dan sarannya. Mala akhir-akhir ini kurang semangat. Jadi mohon dukungannya ya Teman-teman, jangan lupa ya.
Salam Sayang Dari Raka πππ
__ADS_1