Tentang Dia

Tentang Dia
Mencoba Kabur


__ADS_3

1 minggu sudah Rania berada dirumah sakit ,rasanya sudah benar2 membosankn.


Sakit di perut dan juga lengannya pun sudah mulai berkurang , namun ia tak tahu kapan ia bisa pulang. " Tapi masih nyeri juga sih ," guman Rania.


Hari ini teman-teman di kantor pada datang menjenguk Rania , ada Kak Vivi dan juga Kak Merry yang paling heboh.


Mereka menanyakan keadaan Rania, " Apa masih sakit Nia...?, " tanya kak merry.


"Bagaimana keadaanmu Nia ? , "aku kangen sekali padamu," ucap Dion dengan gaya yang lebay.


Memang Rania tahu bagaimana perasaan Dion Sesungguhnya , ia juga tahu jika Dion menyimpan rasa untuk Rania .


Tapi Rania sama sekali tidak mempunyai perasaan lebih pada Dion ,dan hanya menganggapnya sebatas teman .


" Nia aku bawakan kamu buah ,"mau aku kupasin ?" ucap Kak merry.


Kemudian datanglah Arshel dengan sekretarisnya , " Ini sarapan dulu, " ucap Arsel setelah itu ia duduk ke sofa .


Bahkan tidak menyapa teman-teman Rania .

__ADS_1


Ya seperti itulah Arshel ngirit bicara , namu sekali bicara seperti menelan obat pahit . Tapi mau bagaimana lagi memang seperti itulah sifatnya .


Saat semua orang Tengah berbincang-bincang sedangkan Arshel ,ia sibuk sendiri dengan laptopnya . sesekali ia menjawab saat ada orang yang berbicara padanya.


Sedangkan Rania, ia sedang berbicara dengan Kak Vivi .


" Kak aku bosan sekali , aku ingin pulang ,"ucap Rania.


" Kamu harus bersabar Nia, kamu kan belum sembuh bener . Itu tembakan Nia bukan flu ,"ucap Kak Vivi disertai candaan .


" Ayolah Kak bawa aku pulang ," ucap Rania memelas.


" Kak Vivi nggak tahu setiap hari itu ya , 'pak Arshel itu seperti ......aaaaahhhh pokoknya menyebalkan , udah kayak patung jarang ngomong ,bawa kerjaan kesini.


" Dia ngomong kayak ngomong sama musuhnya tau enggak Kak ? Rania tuh jadi sebel," ucap Rania mencoba membujuk Kak Vivi .


"Ayolah Kak ......Ayolah Kak please bawa Nia kabur ya ," Nia Janji deh kak Nia bakal jaga kesehatan baik-baik .


"Asal Kakak bawa pergi Nia dari sini ," rayu Rania.

__ADS_1


" Tapi Nia Kakak nggak berani , Bagaimana kalau terjadi apa-apa sama kamu ? Kakak juga nggak berani kalau nanti pak Arshel tau bagaimana ," ucap Kak Vivi .


" Ayolah Kak aku juga mau resign kok nanti ,Nia Janji deh Nia yang akan tanggung jawab .Yang pergi dulu dari rumah sakit ini , Nia nggak enak setiap hari ngerepotin pak Arshel terus ,"ucap Rania .


"Hei .... hei apa yang sedang kalian bicarakan... ?" ucap Kak Merry yang tiba-tiba ikut nimbrung aja.


" Oh nggak kok ini Nia mau makan buah mangga katanya, " ucap Kak Vivi yang gugup takut pembicaraan mereka diketahui oleh Arshel .


Tahu sendiri kan Merry seperti apa, biangnya gosip dan Ember kalau ada rahasia sedikit saja yang didengar oleh Merry, pasti satu kantor akan tahu semuanya .


Tapi orangnya baik kok hanya saja ya memang sifatnya gitu.


"Beneran nggak apa-apa kok Kak , kami hanya berbincang-bincang biasa menanyakan pekerjaan di kantor . Kan Nia sudah satu minggu nggak ke kantor," ucap Nia yang mencoba menutupi keinginannya untuk kabur .


Kemudian mereka pun mulai bercerita cerita lagi, hingga sore menjelang semua orang pamit pulang.


Kini yang tinggal hanya Arshel dan Rania," Apa tadi yang kau bicarakan dengan Vivi ? tanya Arshel karena Ia dari tadi selalu memperhatikan Rania, meski Ia sedang sibuk dengan laptopnya dan juga rekan rekan yang lainnya.


Namun perhatiannya tak pernah lepas dari Rania.

__ADS_1


" Oh kami tidak membicarakan apa-apa kok pak ," kami hanya sedang berbincang-bincang biasa kan sudah 1 minggu ini Nia tidak pergi ke kantor rasanya Nia sudah kangen ingin cepat-cepat pulang dan bekerja ,"ucap Rania


__ADS_2