
1 minggu sudah Rania berada dirumah sakit ,rasanya sudah benar2 membosankn.
Sakit di perut dan juga lengannya pun sudah mulai berkurang , namun ia tak tahu kapan ia bisa pulang. " Tapi masih nyeri juga sih ," guman Rania.
Hari ini teman-teman di kantor pada datang menjenguk Rania , ada Kak Vivi dan juga Kak Merry yang paling heboh.
Mereka menanyakan keadaan Rania, " Apa masih sakit Nia...?, " tanya kak merry.
"Bagaimana keadaanmu Nia ? , "aku kangen sekali padamu," ucap Dion dengan gaya yang lebay.
Memang Rania tahu bagaimana perasaan Dion Sesungguhnya , ia juga tahu jika Dion menyimpan rasa untuk Rania .
Tapi Rania sama sekali tidak mempunyai perasaan lebih pada Dion ,dan hanya menganggapnya sebatas teman .
" Nia aku bawakan kamu buah ,"mau aku kupasin ?" ucap Kak merry.
Kemudian datanglah Arshel dengan sekretarisnya , " Ini sarapan dulu, " ucap Arsel setelah itu ia duduk ke sofa .
Bahkan tidak menyapa teman-teman Rania .
__ADS_1
Ya seperti itulah Arshel ngirit bicara , namu sekali bicara seperti menelan obat pahit . Tapi mau bagaimana lagi memang seperti itulah sifatnya .
Saat semua orang Tengah berbincang-bincang sedangkan Arshel ,ia sibuk sendiri dengan laptopnya . sesekali ia menjawab saat ada orang yang berbicara padanya.
Sedangkan Rania, ia sedang berbicara dengan Kak Vivi .
" Kak aku bosan sekali , aku ingin pulang ,"ucap Rania.
" Kamu harus bersabar Nia, kamu kan belum sembuh bener . Itu tembakan Nia bukan flu ,"ucap Kak Vivi disertai candaan .
" Ayolah Kak bawa aku pulang ," ucap Rania memelas.
" Kak Vivi nggak tahu setiap hari itu ya , 'pak Arshel itu seperti ......aaaaahhhh pokoknya menyebalkan , udah kayak patung jarang ngomong ,bawa kerjaan kesini.
" Dia ngomong kayak ngomong sama musuhnya tau enggak Kak ? Rania tuh jadi sebel," ucap Rania mencoba membujuk Kak Vivi .
"Ayolah Kak ......Ayolah Kak please bawa Nia kabur ya ," Nia Janji deh kak Nia bakal jaga kesehatan baik-baik .
"Asal Kakak bawa pergi Nia dari sini ," rayu Rania.
__ADS_1
" Tapi Nia Kakak nggak berani , Bagaimana kalau terjadi apa-apa sama kamu ? Kakak juga nggak berani kalau nanti pak Arshel tau bagaimana ," ucap Kak Vivi .
" Ayolah Kak aku juga mau resign kok nanti ,Nia Janji deh Nia yang akan tanggung jawab .Yang pergi dulu dari rumah sakit ini , Nia nggak enak setiap hari ngerepotin pak Arshel terus ,"ucap Rania .
"Hei .... hei apa yang sedang kalian bicarakan... ?" ucap Kak Merry yang tiba-tiba ikut nimbrung aja.
" Oh nggak kok ini Nia mau makan buah mangga katanya, " ucap Kak Vivi yang gugup takut pembicaraan mereka diketahui oleh Arshel .
Tahu sendiri kan Merry seperti apa, biangnya gosip dan Ember kalau ada rahasia sedikit saja yang didengar oleh Merry, pasti satu kantor akan tahu semuanya .
Tapi orangnya baik kok hanya saja ya memang sifatnya gitu.
"Beneran nggak apa-apa kok Kak , kami hanya berbincang-bincang biasa menanyakan pekerjaan di kantor . Kan Nia sudah satu minggu nggak ke kantor," ucap Nia yang mencoba menutupi keinginannya untuk kabur .
Kemudian mereka pun mulai bercerita cerita lagi, hingga sore menjelang semua orang pamit pulang.
Kini yang tinggal hanya Arshel dan Rania," Apa tadi yang kau bicarakan dengan Vivi ? tanya Arshel karena Ia dari tadi selalu memperhatikan Rania, meski Ia sedang sibuk dengan laptopnya dan juga rekan rekan yang lainnya.
Namun perhatiannya tak pernah lepas dari Rania.
__ADS_1
" Oh kami tidak membicarakan apa-apa kok pak ," kami hanya sedang berbincang-bincang biasa kan sudah 1 minggu ini Nia tidak pergi ke kantor rasanya Nia sudah kangen ingin cepat-cepat pulang dan bekerja ,"ucap Rania