
π Happy Reading π
''By juga gadis aneh, semoga kita bisa bertemu kembali juga.'' Ucap Raka sambil membalas lambaian tangan Nadia.
Nadia pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian ia pun berlari pergi masuk ke mobilnya, mobilnya pun melaju semakin jauh hingga tak lagi terlihat dalam pandangan Raka.
Raka pun kemudian masuk ke mobilnya juga dan melajukannya untuk segera pulang. Hati dan pikirannya sungguh tidak singkron, hatinya entah kemana sedang pemikirannya selalu menepisnya.
Mobil Raka pun kini telah berhenti di kediamannya. Ternyata di sana pun sudah ramai banyak yang datang berkunjung. Karena ada beberapa mobil terparkir di sana.
Ada seorang gadis sepertinya sedang menelpon terlihat dia sepertinya sedang mengomel.
''Riri.'' Panggil Raka, gadis itu pun menoleh dan tersenyum manis kepada Raka. Riri putri kak Merry, gadis itu pun ada Rasa dengan Raka. Namun tau sendiri bagaimana sifat Raka.
Raka hanya menganggap Riri seperti adiknya sendiri. Belum juga Raka masuk datang lagi sebuah mobil sport, Jayden putra Vivi dan Alex, ternyata tidak datang sendiri tapi juga dengan Taqi putra kedua Vivi dan Alex.
"Kak Jayden!" panggil Raka.
"Oh, hai Raka, apa kabar?" Tanya Jayden.
"Baik kak, ya beginilah." Jawab Raka, mereka pun berpelukan dan bertos layaknya para pria. Jayden baru saja menjemput Taqi, karena Taqi kuliah di Luar Negeri dan sudah 1 tahun ini baru kembali, karena mendengar Ma'i mereka kecelakaan.
Jayden dan Taqi memanggil Rania dengan sebutan Ma'i artinya Mama kecil atau Mama kedua setelah Vivi. Mereka kemudian masuk ke dalam ternyata benar di sana sudah ramai banyak orang.
Ada Kak Merry adiknya Riri Kak Vivi dan Paman Alex. Arshel pun juga sudah pulang.
"Mama." Panggil Raka pada Rania.
__ADS_1
"Kau sudah pulang Nak?" Ucap Rania. Raka pun memeluk Mamanya.
"Mama, aku naik ke atas dulu ya." Pamit Raka, dan Raka pun juga berpamitan kepada orang-orang yang ada disana. Kemudian naik ke atas ke kamarnya.
"Raka! Bolehkah aku ikut?" Ucap Taqi. Takq dan Jayden memang sangat dekat dengan Raka, mereka berdua seperti saudara kandung sendiri. Ya walaupun mereka memang saudara sepupu sih.
Riri hanya melihat Raka dengan pandangan yang sendu, perasaan yang ia pendam selama bertahun-tahun, tetaplah hanya Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Entah sudah berapa kali ia mencoba mengutarakan perasaannya kepada Raka, namun hati Raka tak pernah goyah sedikitpun.
Mungkin ini saatnya Riri menyerah, dan menerima perjodohan yang sudah diatur oleh kedua orang tuanya kepada Riri. Ya, Riri memang sedang dijodohkan oleh Merry dengan putra dari seorang temannya. Merry berharap, Riri ada yang menjaganya.
Karena mereka bertiga semuanya perempuan. Sedangkan Dion, masih di dalam penjara. Ia sangat khawatir terhadap putrinya. Ia ingin putrinya ada yang bertanggung jawab untuk menjaga putrinya. Semua keputusan ini pun sudah di rundingkan dengan Dion juga.
Dion pun di dalam penjara sudah menyadari segala kesalahannya, meskipun ia sudah tidak bisa kembali dengan Merry. Tapi ia tetap akan mendukung apapun keputusan Merry, demi kebaikan putrinya.
Di dalam kamar, Raka tengah bercanda ria dengan Jayden dan Taqi, setelah Raka membersihkan diri tadi.
"Tak kusangka Kak, Kau sebentar lagi pun akan menikah, bahkan mendahului Kak Jayden." Ucap Raka.
''Memang benar kan? kau akan menikah duluan. ''Bukankah kamu sudah memiliki pacar, katanya kuliah, tapi malah ternyata pacaran.'' Ledek Jayden.
''Biarin, Siapa suruh kamu menjomblo. ''Bahkan sampai sekarang kamu pun tidak pernah dekat dengan wanita, Jangan-jangan kamu....'' Ejek Taqi.
''Hey, Taqi Kamu tuh masih kecil, baru berumur 18 tahun sudah pacar-pacaran fokusin dulu tuh kuliah kamu.'' Ucap Jayden.
''Kakak, aku kan cuma pacaran, yang bilang mau menikah siapa! yang bilang mau menikah kan Kakak. ''Sana! Kakak duluan tuh yang menikah. Umur sudah 25 tahun belum menikah.'' Ejek Taqi.
''25 Tahun tuh masih muda tahu, yang udah tua tuh kalau aku sudah berumur 30 tahun. Itu pun masih muda. Kalau aku mah umur berapa pun tetap ganteng dan masih muda.'' Ucap Jayden dengan bangganya.
__ADS_1
''Hedeh kakakku ini narsisnya tidak ketulungan dari dulu sampai sekarang.'' Ucap Raka. Raka dan Taqi pun serempak tertawa dengan kenarsisan Jayden. Tak lama kemudian pintu kamar mereka pun di ketok, dan ternyata Rania yang memanggil mereka bertiga, untuk makan malam.
Karena makanan sudah siap, Hanya tinggal menunggu mereka bertiga. ''Iya sebentar Ma'i, kami akan turun.'' Teriak Jayden.
Jayden Raka dan Taqi pun turun ke bawah, ternyata tante Merry dan juga kedua putrinya, tadi sudah pulang. Kini hanya tinggal orang tua Jayden dan juga orang tua Raka.
''Ayo cepat ke mari, Papa sudah lapar. Dari tadi malah kalian asyik mengobrol di kamar.'' Gerutu Arshel.
''Kenapa Papa tidak makan dulu, kenapa harus menunggu kami.'' Balas Raka, yang tidak mau di salahkan.
''Haduh kalian ini, kalau bertemu pasti ribut. Tidak bisakah sehari saja tidak ribut! Mama pusing tahu, mendengarkannya.'' Ucap Rania sambil berkacak pinggang.
Mereka hanya terseyum saja saat Rania sudah mulai mengomel. Dan makan malam pun di mulai dengan tenang hingga selesai, tanpa ada keributan lagi.
-
-
-
-
-
-
Maaf ya Mala slow update. Karena kesehatan Mala belum benar-benar pulih.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Like, Rateβ5, Vote komen dan sarannya. Mala akhir-akhir ini kurang semangat. Jadi mohon dukungannya ya Teman-teman, jangan lupa ya.
Salam Sayang Dari Raka πππ