Tentang Dia

Tentang Dia
TD Season 2


__ADS_3

🍒 Happy Reading🍒


''Raka, Raka!'' Panggil Rania saat ia mencoba membangunkan putranya itu.


''Apa Mamaku sayang, Raka masih mengantuk. 5 menit lagi ya Ma.'' Jawab Raka.


''Astaga! anak ini.'' Ucap Rania. Kemudia Rania pun pergi dari kamar putranya itu dan kembali berkutat di dapur.


''Sayang, Mana Raka? katanya mau bareng pergi ke kantor,'' Ucap Arshel. Kemudia Arshel pun memeluk Rania dari belakang.


''Auuu!'' Mataku pagi-pagi sudah ternodai.'' Ucap Raka dari arah belakang.


''Biarin, Sana kamu juga cari pacar biar gak iri sama Papa.'' Ucap Arshel yang tak mau mengalah dengan Anaknya.



Raka Adhitama Johnson


22 Tahun


Menyebalkan


Angkuh


Dan irit bicara, Namun saat di rumah ia akan menjadi sosok yang jahil, dan suka membuat ayahnya darah tinggi.


''Cewek itu sangat menyebalkan Pa, kurasa di dunia ini tidak akan ada wanita sebaik dan secantik Mama.'' Ucap Raka sambil menarik tangan Mamanya dan memeluknya.


''Tapi, sayang sekali. Dan di dunia ini yang seperti Mamamu hanya ada 1, dan sudah menjadi milikku.'' Ucap Arshel.


Keadaan yang seperti ini, sangat menyebalkan bagi Rania. Sang Suami yang tak mau mengalah, dan sang Anak yang selalu saja menjahili Papanya.


''Kalian ini, cepatlah sarapan! dan segera pergi bekerja! carikan uang yang banyak untuk Mama.'' Ucap Rania, karena setiap pagi selalu seperti ini.


Ayah dan Anak itu selalu membuat mood Rania kacau.


Setelah selesai sarapan Arshel dan Raka pun berpamitan.


''Ma, Raka pulang agak malam, soalnya ada pertemuan dengan teman-teman kuliah Raka.'' Ucap Raka, meminta izin pada Mamanya.

__ADS_1


''Malam banget ya? Malam ini Mama sama Papa juga akan pergi soalnya.'' Ucap Rania.


''Mau kemana Ma?'' Tanya Aska.


''Kepo sekali Anda! tentu saja Papa mau ajak Mama jalan-jalan berdua!'' Ucap Arshel. Sengaja memanas-manasi putranya itu.


''Nggak Nak, jangan percaya dengan Papamu! Mama akan pergi ke panti asuhan. Karena Mama sudah lama juga belum ke sana.'' Jelas Rania.


''Apa! ke panti Ma? Raka ikut Ma,'' Rengek Raka sambil memegangi bahu Rania, mengoyangkannya seperti anak keci. Padahal tingginya saja sudah melampaui tingginya Arshel.


''Katanya mau ada acara sendiri, kenapa sekarang malah merengek seperti bocah saja.'' Ucap Arshel sambil mengelus rambut putranya itu.


''Pah! rambutku jadi berantakan kan!'' Ucap Raka, seraya merapikan kembali rambutnya.


''Cerewet sekali kamu, kaya cewek saja.'' Ucap Arshel kemudia ia pun berlalu menyusul istrinya ke kamar.


''Mah!'' Raka ikut Mama ya!'' Ucap Raka.


''Iya, ikutlah kalau kamu memang mau ikut.'' Teriak Rania dari kamar lantai atas.


''Katanya mau pergi ke acaranya sendiri, kenapa malah ikut.'' Timpal Arshel.


''Iya... iya, Papa kan cuma bercanda Ma,'' Kata Arshel. Kemudian Arshel pun mengekori istri tercintanya itu.


''Apa Mama masih marah?'' Tanya Arshel.


''Tidak!'' Jawab Rania.


''Kenapa bicaranya seperti itu?'' Ucap Arshel.


''Memangnya harus seperti apa?'' Jawab Rania.


''Oh iya Ma, kenapa kita cuma punya anak satu, Mana menyebalkan lagi. ''Apa Mama tidak ingin memiliki anak lagi.'' Ucap Arshel matanya sudah terlihat sangat nakal sekali.


''Bukankah Papa juga menyebalkan, kan sama, Papa dan Anak sama-sama menyebalkan. Jadi tidak boleh saling mengejek!.


''Bukannya Mama tidak mau, kan memang Tuhan belum memberi, lagi pula kita sudah tua juga.'' Ucap Rania.


''Tapi Ma, kalau mau anak lagi juga enggak apa-apa Hehehe.'' Tawa Arshel, kemudian langsung memeluk Rania dan menciumnya.

__ADS_1


''Hais kalau Arshel sudah seperti ini, Rania tidak bisa menolak. Lagi pula ini juga sudah kewajibannya. ''Padahal masih pagi, Katanya mau ke kantor.'' Ucap Rania.


''Sebentar saja Ma, buat isi batre.'' Ucap Arshel.


Setelah selesai dengan pergumulan panas mereka, Kini Arshel sudah rapi kembali, setelah ia mandi lagi. sedang kan Rania, dia kembali turun ke bawah, untuk melihat putranya.


''Mama sama Papa ngapain sih? Lama sekali! katanya tadi mau bareng ke kantor.'' Gerutu Raka.


''Papamu tuh menyebalkan!'' Ucap Rania.


''Memangnya Papa kenapa lagi Mah?'' Tanya Raka.


''Hais, tanyalah sendiri, sekarang lebih baik Kalian segera ke kantor, nanti telat lo.'' Ucap Rania.


Tak lama kemudian Arshel pun datang menghampiri istri dan anaknya.


''Ya udah Mah, Papa berangkat dulu. Di rumah baik-baik ya sayang, siang ke kantor bawain makan siang buat Papa ya.'' Ucap Arshel.


''Baiklah!, siang nanti Mama ke kantor, membawakan kalian makan siang.'' Ucap Rania.


Kemudian, Arshel dan Raka pun berpamitan.


Tanpa terasa, waktu telah berlalu dengan sangat cepat. Dan kini Rania duduk termenung di kamarnya.


Begitu banyak ujian yang sudah ia lalui, kini ia telah memiliki keluarga yang bahagia. Suami yang selalu mencintainya, dan putranya yang sudah tumbuh besar dan tampan. Walau dalam hati ia masih sangat merindukan Kakak Farhan.


''Entah kenapa nama itu selalu saja tersebut di dalam hatinya. Rasa sayangnya, bukan lagi tentang cinta antara sepasang kekasih. Namun rasa sayang sebagai seorang adik kepada kakaknya. Karena bagaimana pun Farhan dulu yang selalu menjaga Rania, menyayanginya, dan memberikan yang terbaik untuk Rania.


Bahkan sampai di akhir hayatnya, Farhan pun sudah mencukupi segala kebutuhan Rania. Hatinya masih saja merintih, berharap suatu saat nanti iya bisa bertemu kembali dengan kakak tercintanya itu.


''Kak Farhan, Nia sudah sangat bahagia di sini, Nia menikah dengan saudara kembar kakak. Nia juga memiliki seorang Putra yang sangat tampan.


''Tetapi dia sangat nakal Kak, jika Kakak masih hidup, mungkin Kakak yang akan selalu memarahinya. Nia sendiri saja terkadang merasa kesal dengan tingkah Raka. Raka dan Kak Arshel, mereka sama-sama seperti bayi, saat bersama dengan Nia.


Semoga Kakak bahagia di sana. Doaku selalu bersamamu Kak Farhan.'' Ucap Rania.


............


Terima kasih yang sebesar-besarnya Mala ucapkan kepada pembaca Setia karya Mala. Untuk teman-teman semuanya yang sudah mendukung karya Mala hingga sampai masuk ranking. Mala mohon dukungannya ya teman-teman. tinggalkan jejak VOTE, LIKE, RATE BINTANG 5 YA dan saran2 yang baik buat kemajuan novel ini. Dan mampir juga ke karya Mala yang lainnya.

__ADS_1


Salam Sayang Dari Keluarga Besar Arshel dan Rania.


__ADS_2