Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Cemburunya Arshel


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


Namun ia terkejut saat gadis itu melihat Raka sedang memeluk Mamanya.


''Nadia,'' Kenapa kamu berlari-lari.'' Ucap Bu Ella.


''Naynay mengenalnya?'' Tanya Raka.


Namun Gadis yang baru di ketahui bernama Nadia itu, malah terbengong, karena melihat Rania.


''Oh Tuhan, Apa ini mimpi?'' Ucap Nadia.


Nadia kemudian langsung berlari menghampiri Rania. ''Kak Rania, ini benar-benar kak Rania kan? bukan ilusi ku kan?'' Ucap Nadia.


Semua yang ada di sana pun kebingungan, dengan tingkah Nadia.


''Siapa gadis ini Ibu?'' Tanya Rania pada Bu Ella, namun belum sempat Bu Ella menjawab, Nadia kembali berbicara.


''Kak Rania, perkenalkan saya Nadia, fans berat kaka!'' Ucap Nadia. Bu Ella pun menjelaskan kalau Nadia ini anak salah satu donatur panti ini, dan sudah 1 bulan ini Nadia tinggal di panti untuk membantu Anak-anak di sini.


''Kakak?" Aduh sayang, sepertinya lebih baik kamu memanggil saya dengan sebutan Bibi atau Tante, Karena sepertinya saya sudah tidak pantas jika di panggil kakak. Putra saya pun sudah besar begini, dan sepertinya pun kalian seumuran.'' Ucap Rania.


"Tidak..tidak, Nadia lebih suka memanggil dengan sebutan kakak, karena kakak Rania masih muda, masih cantik. Lagi pula, Kakak adalah idola saya, saya sangat sangat senang bisa bertemu langsung dengan Kak Rania." Ucap Nadia.


Semua orang pun tertawa, melihat tingkah konyol Nadia. Raka yang biasanya bersikap acuh pun, ikut tersenyum. Meskipun hanya sedikit dan tanpa ada orang yang menyadarinya.


"Astaga Mama, ternyata Mama ada juga yang mengidolakannya. Bahkan sepertinya fans berat." Ucap Raka, kepada Mamanya.


"Haiiis!" Kamu itu Raka. "Oh iya Nadia umur berapa?" Tanya Rania.


"Saya 20 tahun kakak." Jawab Nadia, penuh semangat.


"Kak?" Lo, kok dipanggil kakak lagi. Panggil tante atau Bibi saja Ya." Ucap Rania.


"Baiklah! Nadia akan memanggil Tante saja." Ucap Nadia.


"Wah, masih muda ya! Tante pikir seumuran dengan Raka. Anak tante 22 tahun umurnya." Ucap Rania.


"Ah Mama, Apa-apaan sih, Kenapa jadi bahas Raka." Ucap Raka, kemudian ia pun pergi meninggalkan Mamanya, untuk bermain bersama anak-anak di sana.


"Ya ampun Tante, itu beneran Putra Tante?" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Tentu saja, kalau bukan putra Tante! siapa lagi." Ucap Rania.


"Tante beneran, sudah menikah lagi." Tanya Nadia.


"Kok menikah lagi, Tante hanya menikah 1 kali sayang." Ucap Rania.


"Maaf, Maksud saya Tante sudah menikah dengan orang lain." Ucap Nadia. Dan Rania pun menganggukinya.


"Apa Tante, benar-benar sudah melupakan Kak Farhan?" Tanya Nadia kembali, dan pertanyaan yang terakhir itu, membuat Rania terdiam seribu bahasa.


Bu Ella kemudian menyela pembicaraan Nadia. "Ehem!" Nadia, bisa Ibu minta tolong tolong? Tolong bagikan buku-buku yang ada di ruangan Aula, kepada anak-anak ya Nadia." Ucap Bu Ella.


"Baik bu," Jawab Nadia, kemudian Nadia pun berpamitan kepada Bu Ella, dan Rania.


"Nia, kamu tidak apa-apa sayang?" Tanya Bu Ella, sambil mengelus kepala Rania.


"Iya Bu, Nia tidak apa-apa Bu. Nia hanya kembali teringat akan semua kenangan, tentang Kak Farhan saat dulu kita bersama.


"Nia, kau sudah punya keluarga sendiri sayang, kamu harus bisa melupakan Farhan! Ibu tidak meminta kamu untuk melupakannya sepenuhnya. Paling tidak, hargailah suamimu dan anakmu ya sayang. Doakan selalu saja Kak Farhan supaya mendapat tempat terbaik di Sisinya." Ucap Bu Ella.


"Rania pun memeluk Bu Ella, air matanya tidak dapat lagi ia Bandung. Seberapa keras ia mencoba melupakan Farhan, dan meski sudah bertahun-tahun lamanya, namun rasa sayang itu akan selalu ada ada. Bukan karena menghianati suaminya, tapi rasa sayang sebagai seorang adik kepada kakaknya.


"Halo semua, apa kabar?" Sapa Arshel.


"Kami Selalu baik Nak." Jawab Bu Ella.


"Katanya, Papa ada meeting. Kenapa tiba-tiba ke sini. Memangnya apa sudah selesai meetingnya?" Tanya Raka.


"Tentu saja sudah, kalau belum, mana bisa Papa ke sini." Ucap Arshel, dengan bangganya.


"Aduh! dua orang ini, kalau sudah bertemu seperti anjing dan kucing saja." Ucap Rania. Dan gelak tawa pun terdengar di seluruh ruangan itu.


Ayah dan Anak ini, selalu saja saling menjatuhkan satu sama lain. Mungkin jika tidak begitu, Tidak seru kali. hehehehee." Ucap Bu Ella.


Hari pun semakin larut, Rania Arshel dan Raka, pamit untuk pulang.


"Kami pamit pulang dulu Bu, nanti lain waktu Nia dan keluarga akan kembali lagi ke sini." Ucap Rania.


"Iya Nak, Kalian berhati-hatilah dijalan ya Nak!. Arshel, tolong jaga Rania dan cucu Naynay ya." Ucap Bu Ella.


"Naynay, Raka pamit ya! jaga kesehatan Naynay, Nanti Raka kalau ada waktu, akan main lagi ke sini." Ucap Raka.

__ADS_1


"Iya Nak, jaga Mamamu selalu ya!. Jangan membantah perintah Mamamu dan juga Papamu. Jangan ribut terus dengan Papamu, kamu ini sekali-kali mengalah kek, sama Papamu.


"Kalian ini seperti Tom and Jerry saja." Ucap Ibu Ella.


"Astaga Naynay, ternyata Naynay tahu Tom and Jerry juga." Ucap Raka, semua orang pun menjadi tertawa.


"Tante...Tante, hati-hati ya." Ucap Nadia.


"Iya sayang, Kamu juga jaga diri kamu ya Nak, jangan buat Bu Ella pusing dengan tingkah kamu." Ucap Rania.


"Siapa dia sayang?" Tanya Arshel.


''Oh, Gadis ini bernama Nadia, Putri salah satu donatur panti." Ucap Rania.


''Loh, Om kok mirip sama yang di poto Tante?'' Tanya Nadia.


''Iya, Memanglah mirip. Perkenalkan, ini Suami Tante, namanya Om Arshel, saudara kembar Om Farhan.'' Ucap Rania.


''Pantes mirip sekali, Tapi tetep lebih gantengan Om Farhan.'' Ucap Nadia. Dan langsung mendapatkan hadiah pelototan dari Arshel.


''Mana ada, Gantengan saya lah! Kakakku itu orangnya pendiam. Lihatlah! aku lebih ganteng daripada Kak Farhan, dari atas sampai bawah. Bukankah lebih keren saya.'' Ucap Arshel.


Hais, Rania hanya memutar kedua bola matanya, menanggapi perkataan suaminya itu.


Setelah selesai dengan drama tadi, kini mereka sudah berada di mobil. Raka lebih memilih satu mobil dengan Mamanya, dan mobilnya sendiri dibawakan oleh Steve asistennya Papanya.


''Apa-apaan gadis itu! bagaimana bisa istriku malah di jodohkan dengan kakakku.'' Ucap Arshel. Masih menggerutu di dalam mobil.


''Astaga, Papa masih saja membahas Nadia. Nadia itu tidak tahu apa-apa, dia kan hanya mengatakan apa yang ada dipikirannya.'' Ucap Rania.


''Papa itu, apa-apa baperan banget sih, lagi pula bener juga kata Gadis itu. Lebih gantengan Om Farhan dari pada Papa.'' Ucap Raka, dengan santainya.


''Apa!'' coba bicara sekali lagi kalau berani.'' Ucap Arshel, lalu menjewer telinga Raka.


''Ampun Pa! ampun Pa, Iya-iya lebih gantengan Papa.'' Ucap Raka akhirnya ia pun mengalah, dari pada telinganya putus oleh kecemburuan Papanya itu.


............


Jangan lupa tinggalin jejak ya teman-teman, Like, Rate, Vote, komen dan Sarannya ya supaya Mala lebih semangat lagi nulisnya.


Salam Sayang Dari RakaπŸ’πŸ’

__ADS_1


__ADS_2