Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Kebahagiaan Sekaligus Kesedihan


__ADS_3

๐Ÿ’ Happy Reading ๐Ÿ’


''Tentu saja kak Jayden akan sembuh. Kak Jayden itu orang yang sangat kuat, ia tidak mungkin menyerah begitu saja. Kita doain saja yang terbaik buat Kak Jayden. Untuk sekarang, Jangan pikirkan apapun dulu ya! Ingat pesan Kak Jayden, kamu harus fokus pada kondisi kesehatan mu dulu.'' Ucap Raka. Raka pun memberikan pelukan hangat untuk Nadia, agar Nadia menjadi lebih tenang.


Raka pun kemudian menyelimuti Nadia, dan tak lama kemudian, Nadia pun tertidur mungkin efek obat juga. Setelah itu Raka pun kembali ke ruangan Jayden dan meminta Alin dan juga Ailen untuk menjaga Nadia.


Ke esokan harinya....


Nadia sudah di dandani secantik mungkin oleh kedua sahabatnya. Begitu pula Raka, hari ini ia terlihat sangat tampan dan sempurna. Ternyata kejutan yang di siapkan oleh Jayden adalah kedatangan keluarga masing-masing.


Setelah ijab qobul dan bersumpah sehidup sehati di hadapan Tuhan. Kini Raka dan Nadia telah sah menjadi sepasang suami istri. Jayden sangat bahagia keiinginan terakhirnya kini telah tercapai semua orang sangat bahagia dengan pernikahan Raka dan Nadia.


Namun kondisi Jayden semakin memburuk, bahkan sekarang Jayden di bawa ke ruangan UGD. Semua sedang berdoa untuk kesembuhan Jayden dan mereka benar-benar cemas.


Dan tak lama kemudian Dokter yang menangani Jayden keluar dengan wajah yang sedih. Bahkan Devano tak mampu mengangkat wajahnya di depan sahabat-sahabatnya dan seluruh keluarga sahabatnya.


''Vano, bagaimana keadaan Kak Jayden?'' Tanya Nadia dengan tidak sabar. Bahkan Nadia masih menggunakan gaun kebaya dan langsung berlari ke ruangan Jayden.


Vano hanya menundukkan kepalanya, air matanya tak berhenti menetes. Sungguh ini adalah hari yang berat untuknya. Lalu dokter pun menjelaskan kalau Jayden tidak mampu mereka selamatkan. Dan kini Jayden sudah tenang di sisinya dengan membawa kebahagiaan yang sudah ia persiapkan berhari-hari lamanya.


Tangis mereka pecah seketika. Nadia pun langsung terjatuh tak sadarkan diri. Raka pun segera membawa Nadia untuk kembali ke ruangannya. Vano benar-benar Terpukul, ia merasa gagal, Ia adalah seorang dokter. Namun ia tak mampu menyelamatkan nyawa sahabatnya sendiri.


Devano sungguh benar-benar tak dapat berkata apa-apa lagi, lalu ia pun Luruh di lantai dan menangis. Alin pun tak kuasa melihat Vano seperti itu, ia pun memberanikan diri untuk mendekati Vano. Dan tanpa di duga, Devano langsung memeluk Alin dan menumpahkan segala kesedihannya.

__ADS_1


Alin Mengerti bagaimana kondisi Devano saat ini. Meskipun Alin hanya melihat Jayden dari foto dan juga sering mendengar cerita dari Nadia, namun Alin juga merasakan bagaimana kondisi sahabat dan juga orang-orang yang ada di ruangan ini.


Bahkan Rania tak dapat berkata apa-apa, ia juga sangat menyayangi Jayden, seperti menyayangi Raka. Baru saja ia mendapat kebahagiaan atas pernikahan putranya, kini ia juga mendapat kesedihan karena kehilangan putra satunya lagi. Sungguh, ini cobaan apa lagi?, Arshel pun memeluk istrinya untuk menenangkannya.


Sedangkan Kak Vivi dan Alex mereka tak menangis dan berkata apa-apa juga namun mereka terdiam menahan luka dan kesedihan atas kepergian putra sulungnya. Tak lama kemudian kak Vivi pun tak sadarkan diri juga.


Setelah menyelesaikan urusan rumah sakit, kini semua orang sibuk untuk mengantar kepulangan Jayden kembali ke Indonesia. Jayden rencananya akan di makamkan di sana. Dekat makam Kakek Johnson.


1 Bulan berlalu semenjak kepergian Jayden, Semua orang kini telah kembali tinggal di Indonesia. Sedangkan Nadia, Kini ia menjadi sangat pemurung, bahkan jarang sekali untuk tersenyum. Meski sudah satu bulan berlalu, dan semuanya sudah kembali ke Indonesia, namun kebahagiaan atas pernikahan Raka dan Nadia pun belum terasa sampai saat ini.


Yang ada hanyalah kesedihan karena kehilangan Jayden. Raka memaklumi sikap Nadia, namun Ia juga terus memberi semangat dan dukungan kepada Nadia, agar Nadia bisa bangkit dan menerima keadaan dan juga mengikhlaskan kepergian Jayden.


Jayden akan sedih jika melihat Nadia seperti ini, sedangkan Nadia sendiri ia sungguh merasa bersalah ia pernah menolak cinta Jayden, bahkan mungkin itu sangat melukai hati Jayden. Namun mau bagaimana lagi, semua sudah berlalu.


''Tidak,'' Aku tidak boleh seperti ini terus, aku harus bangkit! Kak Jayden pasti akan sedih jika melihatku seperti ini. Aku selalu mengingat pesannya kak Jayden, kalau ia sangat tidak suka melihatku menangis. Kak Jayden sangat suka Saat melihatku tersenyum. Sekarang aku sudah menikah! aku harus mulai belajar berbakti kepada suamiku, dan harus membangun keluarga yang bahagia.


''Aku tidak boleh seperti ini terus!'' Ucap Nadia. Kemudian Ia pun berdiri lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Pagi-pagi sekali ia sudah bangun lalu memasak di dapur. Saat Raka terbangun, ia bingung mendapati istrinya sudah tidak ada di sebelahnya. Karena biasanya, bahkan sampai Raka berangkat kerja pun Nadia masih berada di tempat tidur.


Raka pun bingung, ia takut jika Nadia berbuat yang aneh-aneh, kemudian Ia pun berlari keluar. Namun ia terkejut saat melihat Nadia sudah berkutat di dapur. Dan segala jenis makanan pun sudah terhidang di meja makan. Raka pun tersenyum melihat istrinya sangat ceria hari ini, seperti angin segar yang menerpa di musim kemarau.


Raka pun kemudian menghampiri Nadia dan memeluk Nadia dari belakang. ''Pagi sayang.'' Ucap Raka.


''Pagi juga My hubby, kau sudah bangun.'' Ucap Nadia. Lalu Nadia pun berbalik, sekarang posisi mereka saling berhadapan. Nadia pun memberikan morning kiss dan mengucapkan selamat pagi pada suami tercintanya itu.

__ADS_1


''Ehem!!'' Rania berdehem mengagetkan pasangan suami istri yang sedang di mabuk asmara ini.


''Apa Mama mengganggu?'' Tanya Rania dengan senyum jahilnya.


''Astaga,'' Mama tidak Bisakah Mama muncul di saat yang tidak tepat ini?'' Ucap Raka.


''Ya ampun, Sejak kapan kamu bersikap seperti ini kepada Mama?, dulu siapa yang pagi-pagi sudah peluk memeluk Mama?, sekarang karena sudah ada yang baru jadi melupakan Mama ya!'' Ucap Rania, lalu menjewer telinga putranya itu.


''Ampun-ampun,,, nanti telinga Raka putus bagaimana?, masa iya Nadia punya suami ganteng tapi tidak punya telinga!'' Ucap Raka. Semua orang pun menjadi tertawa dengan tingkah Raka.


Malam ini Nadia dan Raka akan menghadiri pernikahan sahabatnya yaitu Ailen dan Natan. Eiiitsss kok Ailen dan Natan? bukankah yang mulai pacaran Alin dan Devano ya? pasti semua pada bingung baik lah! Authornya akan menjelaskan.


Ailen dan Natan ternyata sudah di jodohkan oleh kakek mereka sejak mereka masih dalam kandungan. Karena Kakek Ailen dan juga Kakek Natan bersahabat sejak mereka masih SMA, Awalnya mereka akan menjodohkan anak mereka, Namun karena mereka sama-sama memiliki Anak laki-laki, Jadi yang meneruskan perjodohannya adalah cucunya.........


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEโ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.

__ADS_1


Salam Sayang dari penganten baru ๐Ÿคต๐Ÿ‘ฐ


__ADS_2