Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Semakin Aneh


__ADS_3

๐Ÿ’ Happy Reading ๐Ÿ’


"Baiklah-baiklah, selamat tinggal, sampai berjumpa lagi." Ucap Raka, namun tiba-tiba entah mengapa tangannya langsung mengelus rambut kepala Nadia, hingga pandangan mereka pun bertemu dan seakan dunia berhenti seketika.


Deg...deg...deg.., Rasanya jantung Nadia seakan mau copot. Begitu pula dengan Raka, jantungnya terasa mau meledak. ''Perasaan macam apa ini?" Batin mereka berdua.


''Gawat! jika aku terus di sini pasti akan terjadi bencana.'' Batin Raka. Kemudian ia pun langsung menarik kembali tangannya.


''Maaf.'' Ucap Raka, kemudian ia pun langsung pergi begitu saja.


''Ha?'' Dasar pria aneh, menyebalkan, awas kau kalau sampai ketemu lagi akan aku jadikan rempeyek kamu.'' Gerutu Nadia kemudian ia pun masuk ke dalam rumahnya.


''Kenapa aku jadi merinding ya? ada apa dengan hatiku? kenapa akhir-akhir ini, setiap bertemu dengan Raka perasaanku jadi kacau. Dan kenapa jantungku dag dig dug terasa mau copot!'' Batin Nadia, ia masih bersandar di pintu kamarnya, memikirkan apa yang ia rasakan akhir-akhir ini.


''Sudahlah! lebih baik aku mandi, sebelum Alin dan Ailen pulang. Ngomong-ngomong, bukankah seharusnya Alin hari ini libur? kok gak di rumah.'' Guman Nadia. Kemudian ia pun lebih memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi.


Tak lama kemudian terdengar suara gaduh di dapur, ternyata Alin baru saja pulang setelah ia berangkat pagi-pagi buta, karena ada pasien mendadak.


''Mengantuk sekali!'' Ucap Alin, sambil mengambil minuman yang ada di kulkas.


''Hei!'' Kau ini, masih pagi sudah minum air es.'' Ucap Nadia, ia baru saja selesai mandi. Saat ia mendengar ada suara gaduh di dapur. Nadia pun bergegas untuk segera turun. Namun ternyata Alin yang baru saja pulang dari Rumah Sakit.


''Bukankah hari ini kau libur?'' Tanya Nadia.


''Harusnya, tapi gara-gara senior rese itu, aku jadi harus berangkat pagi-pagi buta.'' Gerutu Alin. Ia sungguh kesal, bagaimana tidak? karena seharusnya hari ini ia mendapat jatah libur, malah di telepon oleh seniornya untuk segera ke Rumah Sakit.


Padahal, pasien itu adalah pasiennya, senior itu lebih mementingkan pergi berkencan, dan malah mengganggu waktu libur Alin. Alin sudah berencana untuk tidur bangun siang, namun gagal gara-gara senior rese.


''Senior?'' Senior yang mana?'' Tanya Nadia.


''Haiss, itu lo yang baru pulang dari Amerika. Devano, putra dari Direktur Rumah Sakit.'' Ucap Alin dengan kesal. Wajahnya yang merah padam dan cemberut.


''Huuuh, aku sumpahin semoga dia cepet putus sama pacarnya itu! huuuh!'' Alin masih menggerutu, Nadia pun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sahabatnya itu.


''Bukankah Putra Direktur itu menyukaimu?'' Tanya Nadia, karena seingatnya Ailen pernah bercerita kalau Alin di sukai oleh putra dari pemilik Rumah Sakit itu.

__ADS_1


''Apa-apaan! siapa yang bilang. Aku sih amit-amit ya, udah nyebelin, suka memerintah! dan lagi cuma menang ganteng doang.'' Ucap Alin.


''Jangan bilang begitu, bagaimana kalau nanti kamu jatuh cinta padanya?'' Ledek Nadia.


''Iih, Amit-amit! jangan sampai dah. Pokoknya aku gak mau.'' Ucap Alin, kemudian ia pun naik ke lantai atas ke kamarnya. Mandi lalu tidur. Pekerjaanya sebagai seorang dokter bukanlah pekerjaan yang mudah, namun itulah cita-cita Alin dari kecil.


''Hedeeeh, Alin...Alin.'' Ucap Nadia.


Kemudian Nadia pun memasak untuk makan siang mereka, di antara mereka bertiga hanya Nadia yang paling pandai memasak, Karena sedari kecil Nadia lah yang selalu menyiapkan makanan untuk Papanya.


Papanya sangat menyukai masakan Nadia, katanya masakan Nadia, sangat mirip rasanya dengan yang pernah di masak oleh Mamanya.


Tak lama kemudian Ailen pun juga pulang lebih awal hari ini. Ailen pulang lebih awal, karena memang tidak ada sidang hari ini. ''Wah, ternyata semuanya pulang lebih awal.'' Ucap Nadia. Ia sangat senang, karena sahabat-sahabatnya berada di rumah.


''Iya, aku pulang lebih awal, karena kepalaku pusing gara-gara masalah kemarin.'' Keluh Ailen.


''Oh, masalah klien itu ya.'' Ucap Nadia.


''Memangnya belum selesai masalahnya?'' Tanya Nadia.


''Hais, kau ini. Jika lihat yang bening sedikit aja, matanya langsung melek.'' Ledek Nadia.


''Tentu saja, aku kan pecinta cogan. Memangnya kamu, dari dulu sampai sekarang mana pernah dekat dengan cowok. Dan memperkenalkannya pada kami.'' Ucap Ailen, dengan bangganya ia membalas ledekan Nadia.


''Kata siapa aku tidak punya teman cowok, aku ada kok, dan lumayan tampan juga.'' Ucap Nadia dengan bangganya.


''Siapa?, cowok yang kemarin, yang ada di restoran itu.'' Tanya Ailen.


''Tentu saja bukan! yang di restoran itu, cowok yang nyebelin. Dan super duper aneh. Tentu saja bukan dia tahu!'' Ucap Nadia.


''Terus siapa dong?'' Tanya Ailen dengan penasaran.


''Kau tidak tahu?'' dia itu cowok yang di temui Nadia saat di bandara, yang menolong Nadia dari tukang copet.'' Ucap Alin yang muncul tiba-tiba dari arah tangga.


''Kenapa kamu bagi tahu! biarkan Ailen penasaran. Siapa suruh dia meledekku terus.'' Ucap Nadia dengan cemberut.

__ADS_1


''Haduh, sahabatku ini. Dendamnya tidak pernah selesai-selesai, baiklah-baiklah. Siapa nama cowok itu? apakah dia tampan?'' Tanya Ailen dengan antusias.


''Memangnya kenapa kalau dia tampan?'' Ucap Nadia.


''Ya, siapa tahu dia jodoh aku.'' Ucap Ailen dengan senyum centilnya.


''Iuuuuh.'' Ngarep๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ. Nadia dan Alin tertawa terpingkal-pingkal, melihat tingkah sahabatnya itu. Ailen yang di ledek habis-habisan pun hanya bisa menggerutu dan cemberut.


Di sisi lain, Raka pun kini tengah sibuk dengan pekerjaannya. Taqy dan Jayden pun sudah menemukan akar dari permasalahan bisnis mereka. Dan sudah menangani semuanya. Bahkan walau harus memenjarakan salah satu manajernya, yang sudah korupsi dan menggelapkan gaji para karyawan.


Kini perusahaannya pun sudah normal kembali, Namun, hatinya Raka yang saat ini tidak normal. Berulang kali ia mengetuk-ngetuk meja kerjanya, hingga membuat Taqy dan Jayden bingung, melihat tingkah Raka. Kadang mondar-mandir, duduk, berdiri, duduk berdiri. Seperti sedang memikirkan sesuatu.


''Kau ini kenapa?'' Tanya Taky. Ia sudah jengah melihat tingkah adik sepupunya itu.


''Aku tidak apa-apa!'' Jawab Raka.


''Kalau kau tidak apa-apa, kenapa tingkahmu aneh sekali hari ini.'' Ucap Jayden.


''Tidak.'' Aku tidak apa-apa. Hanya sedang tidak mood saja.'' Ucap Raka, ia mencoba mengelak agar Jayden dan Taky tidak bertanya-tanya lagi.


''Bohong.... pasti ada yang dia pikirkan kak. Jika aku melihatmu, Rasanya kau ini seperti sedang jatuh cinta.'' Ucap Taqy.


''Siapa yang jatuh cinta! kau ini sok tahu.'' Ucap Raka, kemudian ia pun lebih memilih meninggalkan ruangannya. Dan untuk sementara menghindari si cerewet Taqy.


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEโ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.

__ADS_1


Salam Sayang Dari Ailen ๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“


__ADS_2