
Kini mereka telah sampai ditempat pesta . Begitu banyak tamu undangan yang hadir .
Dan mungkin seluruh karyawan AR group semua datang .
" Wah lihatlah Nia cewek-cewek itu cantik- cantik sekali," ucap kak Marry.
" Iya kak , Nia kok merasa kaya alien disini kak, karna mereka cantik- cantik sedangkan Nia kaya remahan roti ," ucap Rania.
" Enggak ah ," Nia kamu itu sudah sangat cantik tau. Udah jangan minder ,jangan lihat yang bening- bening lagi, " ucap kak Vivi yang berusaha menasehati Marry dan Rania.
Mereka semua kini telah duduk rapi sambil menyantap hidangan yang tersedia dimeja masing- masing , setelah selesai memberi ucapan selama ulang tahun untuk Arshel.
Namun tak berselang lama ,Rania seperti melihat seseorang yang mencurigakan.
Karena sejak tadi orang itu seperti mengawasi seseorang dan setelah Rania lihat lagi ternyata yang diawasi adalah pak Arshel .
" Sedang apa dia kenapa dia melihat pak Arshel secara sembunyi-sembunyi, " guman Rania.
"Apa yang sedang kau lihat Nia....?, kau sepertinya sedang melihat sesuatu...?, " ucap Kak Vivi yang sedari tadi memperhatikan Rania seperti sedang mencari seseorang.
__ADS_1
" Oh iya kak , "Nia seperti melihat seseorang yang sangat mencurigakan ," ucap Rania .
" Di mana Nia... ? jangan-jangan orang jahat lagi , "Ayo coba kita lihat ucap Kak Vivi.
Kemudian Rania dan juga Kak Vivi pun mengikuti orang yang sangat mencurigakan itu yang sedang mengikuti pak Arshel.
Dan benar saja dugaan Rania dan kak Vivi .
Saat mereka mengikuti penguntit pak Arshel , Rania dan kak Vivi melihat orang itu akan menembak pak Arshel .
Dan..........
Sedangkan Arshel ia tengah memangku Rania, ya... ternyata Rania yang menerima tembakan itu .
Saat orang itu bersiap menarik pelatuk pistol, Rania lansung berlari mendorong Arshel hingga akhirnya dia sendiri yang terkena tembakan.
Semua orang menjadi panik, para penjaga pun langsung berdatangan karena Arshel sudah memanggil-manggil mereka.
Salah satu Bodyguard Arshel langsung menghubungi polisi dan menangkap penjahat itu .Sedangkan Arshel dan teman-teman Rania langsung membawa Rania ke rumah sakit .
__ADS_1
Rania Terkena tembakan di perut dan juga di lengan, sedikit saja tembakan itu meleset pasti sudah mengenai jantung Rania . Untung hanya mengenai lengan tapi tidak dengan perutnya yang juga Terkena tembakan.
Sesampainya di rumah sakit ," Rania langsung mendapatkan perawatan intensif dan ia langsung dibawa ke UGD untuk melakukan operasi pengangkatan peluru .Sedangkan Arshel dan juga Kak Vivi dan Kak Merry juga Dion mereka menunggu di luar ruangan dengan panik ,bahkan Kak Vivi menangis terus dari tadi.
" Ini semua salahku , andai saja tadi aku menarik Rania pasti ini tidak akan terjadi," ucap Kak Vivi yang seseggukan menangis .
"Sudahlah ini sudah terjadi Jangan menyalahkan dirimu lagi ini semua musibah kita doakan saja semoga Rania baik-baik saja ," ucap Merry yang mencoba menenangkan Vivi sambil memeluk Vivi.
Setelah 1 jam akhirnya ruangan operasi itu pun terbuka , dan salah satu dokter keluar lalu menyampaikan bahwa keadaan Rania saat ini masih kritis dan membutuhkan donor darah lalu dokter menanyakan apakah di antara mereka ada yang salah satu keluarganya ?.
Namun semua orang menggeleng karena setahu mereka Rania hanyalah Sebatang Kara yang tinggal di Panti Asuhan sedangkan kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan .
Arshell pun bertanya golongan darah apa yang dibutuhkan Rania lalu dokter pun menjawab bahwa Rania membutuhkan golongan darah Golden Blood.
Dan itu membuat semua orang terperangah . karna golongan darah Golden Blood atau Rhnull Blood adalah jenih darah yang sangat langka dan jumlah pemilik darahnya hanya dibawah 100 orang saja .
Namun tiba-tiba dari arah belakang datang seseorang dari arah belakang dan mengatakan ia akan mendonorkan darah untuk Rania.
Siapakah orang tersebut........... ...
__ADS_1