
Entah berapa lamanya Rania dan Dika mengobrol .
Hari sudah semakin larut namun Rania masih enggan untuk kembali ke Villa .
Sedangkan di sisi lain Arshel kini tengah kebingungan , Bahkan ia mengamuk kepada para bodyguard-nya . Karena mereka tidak becus menjaga istri tuannya.
Setelah asyik mengobrol akhirnya Rania memutuskan untuk kembali ke Villa, biar bagaimanapun Ia juga tidak bisa lari kemana-mana benar kata Dika , iya harus menyelesaikan segala masalahnya dengan kepala dingin , Bukan malah lari dan menghindar .
Setelah saling menukar nomor telepon dan sepakat berteman, Rania pun pamit.
"Dika aku harus kembali ke Villa , takut nanti suamiku mencariku," ucap Rania .
"Baiklah Pergilah nanti suamimu kebingungan lagi, ingat pesanku selesaikan masalahmu dengan kepala dingin, jangan seperti anak kecil," ucap Dika sambil mengacak rambut Rania.
" Hentikan Rambutku jadi rusakkan," aku tahu tapi memang umurku kan masih kecil. Lagi pula aku masih 21 tahun ,"ucap Rania.
"Baiklah..... baiklah sana-sana cepat !!! "aku tidak mau disangka pebinor alias perebut bini orang ,"ucap Dika dengan gelak tawanya .
Kini Rania telah sampai di villanya , lampu masih gelap seperti tak ada orang. Rania dengan gontai masuk lalu pergi ke atas.
Namun tidak disangka tiba-tiba Arshel menyalakan lampunya .
" Dari mana saja kau menghilang tidak pamit....??? Apa kau tahu betapa khawatirnya aku...!!! "aku sudah mencarimu kemana-mana bahkan semua orang menghawatirkan mu .
"Kenapa kamu tidak bisa sedikit saja berpikir dewasa, marah sedikit pergi , marah sedikit hilang, marah sedikit kabur . Bisa tidak jangan seperti bocah, "ucap Arshel yang menaikkan oktafnya .
Rania yang dibentak tanpa terasa air matanya pun menetes , kemudian ia berjalan berlalu pergi ke kamar mandi , tanpa menjawab pertanyaan Arshel sama sekali .
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan diri Rania hendak beranjak tidur, namun ia tidak tidur di tempat tidur yang sama yang sedang ditempati Arshel, melainkan tidur di sofa .
Arshel pun menjadi geram kemudian mendekat dan mencengkeram bahu Rania .
"Apa yang kau lakukan Sebenarnya....??.
" apa yang terjadi..?? Kenapa kamu tiba-tiba marah..!! .
"Bisakah kamu menjelaskannya...??? "Bukankah sudah kubilang jika ada apa-apa, Bicaralah..!!!
" Jangan hanya diam, aku bukan peramal yang bisa mengerti dan memahami apa yang ada di dalam pikiranmu ,"ucap Arshel.
" Lepaskan...!!! "tanganmu menyakitiku," ucap Rania menepis tangan Arshel, namun Arshel masih enggan melepaskannya .
"Jawab dulu..!! baru aku akan melepaskannya.
" Kenapa aku harus menjawabnya..?? "Kenapa kamu tidak berpikir sendiri apa kesalahanmu. "Kenapa selalu aku yang disalahkan, tapi kamu tidak pernah memikirkan apa kesalahanmu Mas ,"ucap Rania.
Kini ia Tengah duduk di meja makan , sambil meminum air dingin.
" Entah sampai kapan kami harus terus begini , baru menikah tapi kami selalu bertengkar. Mama Papa Kak Farhan Aku merindukan kalian .
Kenapa kalian tega sekali meninggalkanku ,"ucap Rania ia menangis dengan sendu menelungkupkan kepalanya diantara kedua tangannya.
Sedangkan Arshel ia masih bingung dengan apa yang dikatakan Rania, ia masih berpikir apa sebenarnya membuat Rania marah..?? .
" Arshel merasa tidak pernah berbuat kesalahan , lalu apa yang membuatnya marah.
__ADS_1
Hingga sebuah bel rumah berbunyi dan membuyarkan Lamunan Rania juga Arsel, " Siapa yang bertamu malam-malam...??? "tanya Rania dalam hati .
Kemudian ia bergegas ke depan untuk membukakan pintu , namun betapa kagetnya ia saat melihat Siapa yang datang .
"Kenapa dia lagi ," batin Rania.
" Hai Nona Rania, Apakah Arshel ada didalam...??? "tanya wanita itu yang tak lain adalah Syahril.
" Oh dia ada di dalam, Sebentar aku akan memanggilkannya, Silahkan masuk dan duduklah dahulu !!! "ucap Rania .
Kemudian Rania pun pergi ke atas mamanggil Arshel.
" tok tok tok... mas diluar ada temanmu Pergilah...!!! dan temuilah...!! "ucap Rania dengan dingin Arshel pun bingung , Siapa yang bertamu malam-malam..?? , mengacau saja," batin Arshel.
Kemudian ia bergegas ke bawah dan betapa senangnya iya saat melihat Syahril yang datang.
" Oh kau Syahril aku pikir siapa , apa Sudah lama...?? "tanya Arshel .
"Tidak aku baru saja datang Arshel, apa kau baik-baik saja...?? "tanya Syahril .
"Aku baik-baik saja kok , aku hanya sedikit kelelahan.
" Apa Nona Rania marah lagi, kenapa Nona Rania selalu marah...??? kenapa Nona Rania tidak pernah mau mengerti perasaan kamu Arshel ,"ucap Syahril sambil memanasi hati dan pikiran Arshel.
Meskipun Arshel membenarkan perkataan Syahril, namun Ia juga tidak terima saat ada orang lain yang yang menghina istrinya.
" Oh Syahril sepertinya aku sedang tidak enak badan, Bisakah kau kembali besok lagi . Aku ingin istirahat lebih awal ,"ucap Arshel kemudian Syahril pun berpamitan dengan Arshel.
__ADS_1
Rania yang melihat dari lantai atas pun merasa semakin panas hatinya , Apa begitu berartinya kah Syahril bagimu Mas...??? Jika memang kamu mencintainya Kenapa harus menikahiku," ucap Rania kemudian ia bergegas pergi ke kamar lalu menidurkan dirinya dan membalut dirinya dengan selimut.
Arshel yang kini telah kembali ke kamar ia melihat Rania sudah tertidur kemudian Ia pun menyusul Rania dan tidur