
🍛Selamat membaca Teman-teman🍛
Jangan lupa tinggalin jejak ya, Like, Rate, Komen, Saran dan Kritikannya Mala tunggu ya. Sebagai bentuk dan dukungan dari Teman-teman.
Happy Reading
🥦........................................🥦
Pagi-pagi sekali Arshel sudah duduk manis diruang kluarga__Dirumah Kakek Johnson. Rania benar-benar dibuat kesal.
Sedangkan disana juga sudah ada Tuan Johnson dan Alex.
"Kakek pertama-tama saya mau minta maaf karna bertamu secara tiba-tiba." Ucap Arshel.
"Lalu!!" Apa maksud kedatangan anda tuan Arshel?. Sarkas Alex dengan ketus. Pasalnya ia masih tidak terima dengan perlakuan Arshel terhadap adiknya itu.
"Maafkan saya tuan Johnson, maksud kedatangan saya ke sini, Saya ingin membawa pulang istri saya. Saya tahu saya banyak salah selama ini, karena belum pernah membuat istri saya bahagia dan malah membuat istri saya tidak nyaman dan pergi meninggalkan saya." Ucap Arshel.
"Lalu apa kau akan menyalahkan adikku!!. Bukankah semua itu salahmu!!. karena kau yang terlalu suka dengan banyak wanita, bahkan kau tidak bisa membedakan statusmu sekarang." Ucap Alex dengan Ketus.
"Maafkan saya Kak." Bukan maksud saya seperti itu, saya tahu itu salah saya. Ya... tapi saya harap saya masih diberi kesempatan kembali, untuk bisa membuat Rania bahagia selama berada di sisi saya.
"Saya sungguh ingin memperbaiki semuanya." Ucap Arshel. Iya sungguh mempunyai tetapan yang sangat memuakkan, dia sengaja membuat wajahnya sedemikian rupa menjadi terlihat Sendu agar Ia mendapatkan simpati dari kakek Johnson.
"Tapi kalau salah verguso!!. Kakek Johnson sudah tahu semuanya.
Walaupun begitu Kakak Johnson juga menghormati niat baik Arshel. Walau bagaimanapun Arshel sudah berusaha keras untuk bisa menemukan Rania dan menjaga Rania selama beberapa minggu ini.
__ADS_1
Rania yang masih setia mendengarkan pembicaraan mereka dari ruangan sebelah. Hatinya menjadi goyah. Apakah ia harus benar-benar Maafkan Arshel?.
"Bagaimana menurutmu nak!!" Apakah ayahmu benar-benar bisa berubah?, dan bisa menerima kita sebagai keluarga." Ucap Rania sambil mengelus-elus perutnya.
Dan saat merasa anaknya menendang-nendang, membuat Rania ingin sekali tertawa. Apakah kau sangat merindukan Ayahmu nak?. Bahkan kau sampai menendang-nendang ibumu." Ucap Rania.
"Kalau masalah itu, Kau bisa tanyakan sendiri kepada Rania. Bagaimanapun keputusannya, Kakek akan selalu mendukungnya.
"Tapi ingat!!" Kakek tidak akan pernah membiarkan kamu menyakiti Rania kembali. Kakak tidak peduli kamu sekaya dan sehebat apapun!!, Kakek pasti bisa membuatmu menderita.
"Jika sampai membuat cucu kesayangan ku menangis." Ucap Kakek Johnson.
"Tentu kakek Arshel siap menerima segala konsekuensinya, jika memang Arshel membuat kesalahan lagi." Ucap Arshel.
"Jangan kebanyakan berjanji!!. Buktikan saja apa kata-katamu itu. Aku paling tidak suka orang yang terlalu banyak janji, namun hanya bualan belaka." Ucap Alex dengan ketus.
"Alex jaga sikapmu!!" Sekarang Lebih Baik kau panggil adikmu!!.
"Baiklah kakek." Alex akan memanggilkan Nia dulu.
"Tapi ingatla Arshel!!" Jangan pernah membuat adik ku menangis, jika kau sampai kau membuatnya menangis, kau akan mati di tanganku." Ucap Alex kemudian Ia pun berlalu meninggalkan keluarga itu dan menemui adiknya.
"Hay my honey bunny sweety kakak." Kenapa melamun?. Tanya Alex saat melihat adiknya itu melamun di depan jendela.
"Kau harus bisa mengambil keputusan yang tepat Nia. Kakek dan juga Kakak akan selalu mendukung apapun keputusanmu itu honey.
"Jika ada masalah cepat ceritakan kepada kakak!.
__ADS_1
"Ingat itu!" Ucap Alex sambil memeluk Rania.
Rania pun menangis di pelukan kakaknya itu. Kakak Apakah aku harus benar-benar memaafkan Arshel?.
"Sepertinya dia memang menyesali segala kesalahannya itu.
"Kakak juga melihatnya begitu Nia. Tapi kau juga harus belajar dewasa. Kau harus menyingkapi segalanya permasalahan dengan kepala dingin dulu.
"Kau harus menyelidiki kebenarannya. Jangan hanya karena satu pembicaraan kau jadi melupakan kebenaran." Nasehat Alex kepada adiknya itu sambil menciumi puncak kepala adiknya itu.
"Iya Kakak." Nia janji!! Nia akan berusaha belajar menjadi dewasa, dan tidak akan bersikap seperti anak kecil.
"Anak pintar."
"Ih... kakak!! Kenapa Kakak malah berantakin Rambutku terus. Lihatlah jadi berantakan kan!." Ucap Rania.
Terlihat menggemaskan memang adiknya itu.
"Kemudian Rania pun pergi ke depan dan menemui Arshel dan juga Kakek Johnson.
Arshel melihat Rania keluar pun menjadi senang dan bahagia.
"Istriku." Ucap Arshel lalu memeluk Rania.
"Drama apalagi Yang Iya buat." Batin Rania.
"Nia Bagaimana keputusanmu nak?.
__ADS_1
"Apa kau akan ikut bersama suamimu, atau tetap tinggal di sini bersama Kakek.
"Kakak akan selalu mendukung apapun keputusanmu itu Nia. Dan kapanpun kau kembali, rumah ini akan selalu terbuka untukmu. Karna kamu adalah Rania Febiola Johnson. Cucu kandung dari Kakek." Ucap kakek Johnson sambil memeluk cucu kesayangannya itu.