Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Siapa Pendonornya


__ADS_3

๐Ÿ’ Happy Reading ๐Ÿ’


Jayden pun memutuskan untuk tetap mendonorkan sumsum tulang belakang, meski akan ada banyak resiko yang akan ia tanggung nantinya. Jayden ingin melihat orang yang ia cintai kembali sehat, tersenyum dan ceria. meskipun kebahagiaan Nadia tidak bersamanya.


Setelah mendapat pendonor yang cocok dari seseorang yang tidak mau di sebut Namanya, hari ini Nadia akan melakukan operasi. Semua terlihat tegang, Raka pun tak tidur dari semalam.


Taqy entah kemana juga tidak tau, bahkan Jayden pun tidak kelihatan batang hidungnya dari semalam. Setelah melakukan prosedur, akan di nilai kembali kondisi pasien. Prosedur yang di lakukan dan kondisi Nadia akan menentukan lama perawatan di rumah sakit. Selain itu di butuhkan waktu 3-6 bulan bagi tubuh, terutama profil darah untuk menyesuaikan dan pemulihan. Bahkan, untuk benar-benar pulih dibutuhkan waktu 1 tahun.ย 


Aktivitas di sesuaikan dengan kondisi tubuh Nadia. Pada 3- 6 bulan awal, terutama 10-28 hari awal, tubuh Nadia masih rentan akan infeksi di karenakan profil sel darah yang belum normal terutama sel darah putih. Di karenakan sel darah putih adalah yang mengurus kekebalan tubuh, maka ini yang menyebabkan mudahnya terserang infeksi.ย 


Dokter pun memberikan pesan untuk Nadia.


''Jagalah kesehatan dengan menjaga asupan makanan tinggi buah dan sayur, istirahat yang cukup, kurangi aktivitas berat, minum vitamin, serta kontrol post prosedur dengan teratur. Konsultasikan dengan dokter jika terjadi perdarahan, bengkak dan nyeri terutama di daerah prosedural, muntah berlebihan, penurunan penglihatan.ย 


Dan kini sudah 1 minggu semenjak Nadia di tempatkan di ruang pemulihan, Nadia tidak menyangka akan ada orang baik yang mau mendonorkan sumsum tulangnya untuk Nadia.


Tak lama kemudian, datanglah Raka untuk menjenguk Nadia. ''Bagaimana kondisimu sekarang?'' Tanya Raka.


''Kondisiku lumayan sudah membaik.'' Jawab Nadia.


''Oh iya, bagaimana kau bisa tau kalau aku sedang sakit?'' Tanya Nadia kepada Raka.


''Tentu saja aku tahu, kamu ini jika terjadi apa-apa bilang lah padaku! lagi pula, bukankah aku sudah memberimu nomor teleponku! Bukankah waktu itu aku juga meneleponmu malam itu?, kenapa kamu tidak memberi tahu apapun kepada ku.'' Ucap Raka pada Nadia.


''Hei, kau ini! Nadia baru saja menjalani operasi. Dan ini baru masa pemulihan. Tapi kau sudah memarahinya seperti ibunya saja! kamu ini bukannya menghiburnya malah memarahinya.'' Ucap Alin pada Raka. Alin sungguh tidak menyangka, ternyata orang yang di tabrak oleh Alin di restoran waktu itu adalah Raka. Orang yang pernah di ceritakan oleh Nadia.


''Biar saja dia Mengerti, bagaimana jika terjadi apa-apa padanya! dan aku tidak mengetahuinya! Bagaimana mungkin dia menyembunyikan penyakit seperti itu kepadaku.'' Ucap Raka yang masih tidak terima karena Nadia menyembunyikan sakitnya.


''Kau pikir kau ini siapa?, pacar bukan, suami bukan! Saudara bukan, Bapak juga bukan! kenapa memarahiku seperti itu.'' Ucap Nadia.


''Aku memang bukan pacarmu, tapi aku akan menjadi suamimu nanti.'' Ucap Raka dengan bangganya.

__ADS_1


''Hei, siapa yang mau menikah denganmu, PD sekali kamu. Aku tidak mau menikah dengan orang cerewet seperti mu, lebih baik aku menjadi perawan tua saja.'' Ucap Nadia. Ia sungguh kesal dengan Raka, cerewetnya, padahal dulu waktu pertama kali bertemu Raka sangat irit bicara.


''Tentu saja PD, Karena setelah kamu keluar dari Rumah Sakit aku akan segera melamarmu.'' Ucap Raka, kali ini bicaranya terdengar sangat serius.


Bahkan Ailen dan Alin kini lebih memilih untuk segera keluar dari ruangan Nadia. Mereka membiarkan Raka dan Nadia untuk saling mengobrol.


Namun Saat Ailen baru saja keluar dari pintu, ia sudah di tabrak oleh seseorang yang sedang berlari-lari mengejar seseorang.


''Astaga, bisa tidak kalau jalan jangan berlari-lari. Ini Rumah sakit, bukan Taman bermain.'' Ucap Ailen pada orang itu.


Namun pada saat orang itu mendongak kearah Ailen, Ternyata....


''Kau!!'' Ucap Ailen dan orang itu bersamaan.


Ya, Orang yang bertabrakan dengan Ailen adalah Natan. Natan berlari-lari karena mengejar Taqy. Natan sudah mencurigai kalau Jayden di rawat di rumah sakit. Karena sejak semalam, Raka menelpon kalau Jayden tidak ada kabar. Lalu Natan pun mencari tahu di mana Jayden berada.


Dengan mengikuti Taqy, Karena Taqy terlihat mencurigakan. Dan benar dugaannya, tadi pagi Natan melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Jayden tengah di rawat di rumah sakit ini.


''Siapa yang bilang ini taman bermain?, aku tahu kalau ini rumah sakit. Tidak perlu kau beri tahu,'' Ucap Natan.


''Astaga, tiap kali bertemu selalu seperti ini, tidak bisakah kau membuat hidupku tenang sekali saja.'' Ucap Ailen seraya bertolak pinggang.


''Sudahlah!, aku sedang terburu-buru, dan tidak ingin ribut dengan mu dahulu. Oke cantik.'' Ucap Natan, kemudian Ia pun pergi meninggalkan Ailen begitu saja.


''Astaga orang itu, Sejak kapan dia memujiku cantik?, biasanya mengataiku pengacara yang bawel.'' Ucap Ailen.


Sedangkan Alin, ia kini sedang menemui Devano, untuk mengucapkan terima kasih, karena sudah membantu dalam penyembuhan sahabatnya.


''Eheem.'' Alin berdehem, Karena Alin melihat Devano tengah menata barang-barangnya, seprtinya Devano hendak pergi.


''Ada apa kamu kemari?'' Tanya Devano, karena melihat Alin masuk ruangannya.

__ADS_1


''Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih dan ini ada sedikit buah-buahan untukmu.'' Ucap Alin, Seraya menyodorkan bungkusan yang berisi buah-buahan segar. Alin sengaja membelinya tadi, sebelum ia berangkat ke rumah sakit untuk di berikan kepada Devano.


''Kau tidak perlu terlalu sungkan seperti itu. Ini sudah Tugasku sebagai seorang dokter.'' Ucap Devano.


''Tidak apa-apa, ini memang sudah Niatku kok, karena kamu sudah berusaha membatu sahabatku. Dan aku juga minta maaf karena selama ini sudah sering membuatmu kesal.'' Ucap Alin.


''Baiklah,'' Maaf mu ini di terima. ''Jadi, bisakah sekarang kita perbaikan dan tidak ribut lagi seperti anak kecil.'' Ucap Devano, Seraya menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alin.


''Baiklah,'' Deal ya? kita baikan.'' Ucap Alin.


''Oke.'' Jawab Devano. Namun tiba-tiba, Devano berdiri dan memeluk pinggang Alin.


''Apa-apaan kau ini!'' Ucap Alin ia sungguh terkejut dengan tingkah Devano.


''Bagaimana jika aku tidak ingin berteman denganmu?, tapi ingin menjadi pacarmu.'' Ucap Devano.


''Kau ini berbicara apa? Ngawur saja!'' Alin sungguh tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona, ia sungguh malu karena baru pertama kalinya ia dekat dengan seorang pria dan ini sangat dekat sekali.


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEโ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.


Salam Sayang Dari Devano๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2